www.bisnistoday.co.id
Kamis , 20 Agustus 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa Saham Sektor Energi Kembali Dorong Penguatan IHSG
Bursa

Saham Sektor Energi Kembali Dorong Penguatan IHSG

IHSG pada perdagangan Senin ((09/10) ditutup menguat
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Penguatan harga saham sektor energi kembali mendorong naiknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pada perdagangan awal pekan, Senin (09/10) IHSG ditutup menguat 2,94 poin ke posisi 6.891,46. Sementara indeks LQ45 ditutup turun 1,92 poin ke posisi 944,57.

Sementara bursa Asia bergerak mixed (variatf) menyusul perkembangan di Israel dan Gaza. Hal itu dapat meningkatkan aliran dana ke aset-aset safe haven seperti obligasi yang berperingkat tinggi dan emas, serta meninggalkan aset berisiko di negara berkembang.

Selain itu, menurut Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Senin (09/10) harga minyak mentah juga bisa melonjak karena meningkatnya permintaan akibat peperangan, dan tentunya dapat memberikan tekanan kepada inflasi di tingkat global.

Pada pekan ini, investor juga menantikan rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) sebagai petunjuk tingkat suku bunga AS kedepannya dan juga rilis data inflasi China, PPI, dan neraca perdagangan sebagai petunjuk apakah perekonomian China sudah memulih atau belum.

Dari dalam negeri, investor juga menantikan rilis data retail sales pada Rabu pekan ini (11/10), dan neraca perdagangan pada pekan depan sebagai petunjuk seberapa kuat perdagangan Indonesia baik ekspor maupun impor.

Dibuka Menguat

Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, enam sektor meningkat yaitu dipimpin sektor energi sebesar 2,88 persen, diikuti sektor infrastruktur dan sektor barang baku yang naik masing- masing naik sebesar 2,46 persen dan 1,04 persen.

Baca juga: IHSG Menguat Ikuti Bursa Kawasan Asia

Sedangkan, lima sektor terkoreksi yaitu dipimpin sektor kesehatan yang turun minus 2,16 persen, diikuti sektor barang konsumen primer dan sektor keuangan yang turun masing- masing minus 1,15 persen dan 0,55 persen.

Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu BREN, APEX, DOOH, BSML dan ESSA. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar, yakni PTPS, JMAS, MITI, HIOTF dan KOCI.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.331.339 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 18,28 miliar lembar saham senilai Rp11,07 triliun. Sebanyak 233 saham naik, 296 saham menurun, dan 227 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain, indeks Hang Seng menguat 31,42 poin atau 0,18 persen ke 17.517,40, indeks Shanghai menguat 31,42 poin atau 0,18 persen ke 17.517,40, dan indeks Strait Times melemah 7,88 poin atau 0,25 persen ke 3.166,51. Sementara itu, indeks Nikkei tutup memperingati hari libur nasional negara tersebut./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Mirae Asset
Bursa

Pasar Kian Selektif, Mirae Asset Sekuritas Tingkatkan Layanan “Wealth Management”

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai ruang penguatan pasar...

GEDUNG BEI
BursaHEADLINE NEWS

MSCI Hapus GOTO dan Turunkan CPIN, Mirae Asset Sekuritas Ungkap Potensi Outflow Jangka Pendek

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai hasil MSCI August...

Iman Sudargo
Bursa

Luno Indonesia Perkenalkan Iman Sudargo Sebagai ‘Country Head’

JAKARTA, Bisnistoday -  Luno aplikasi investasi aset kripto global yang berkomitmen menyediakan...

Didi Max
Bursa

Perdagangan Berjangka : Didimax Broker Terbaik Menjadi Pilihan Banyak Trader

JAKARTA, Bisnistoday - Dalam dunia perdagangan berjangka, memilih broker terbaik Indonesia merupakan...