www.bisnistoday.co.id
Jumat , 21 Agustus 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa Saham Sektor Kesehatan Dorong Penguatan IHSG
Bursa

Saham Sektor Kesehatan Dorong Penguatan IHSG

IHSG ditutup menguat
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan awal pekan, Senin (11/9) ditutup menguat 38,61 poin ke posisi 6.963,39. Sementara indeks LQ45 naik 6,34 poin ke posisi 958,72. Penguatann didukung oleh naiknya saham sektor keshatan.

Analis Phintraco Sekuritas, Valdy Kurniawan mengatakan, IHSG membentuk spinning bottom tepat di atas MA20 bersamaan dengan rebound. Pergerakan tersebut terjadi pada oversold area di Stochastic Relative Strength Index (RSI).

Dari dalam negeri, pelaku pasar mengantisipasi data neraca perdagangan periode Agustus 2023, yang mana penurunan nilai ekspor dan impor diperkirakan meningkat dibandingkan Juli 2023, meski ada indikasi pemulihan aktivitas ekonomi di China.

Dari Asia, indikasi pemulihan konsumsi domestik di China menjadi salah satu katalis positif eksternal, yang mana indikasi terbaru berasal dari kenaikan New Yuan Loans ke level 1,36 triliun yuan pada Agustus 2023, dari sebelumnya 345,9 miliar yuan pada Juli 2023.

Pelonggaran kebijakan moneter dan fiskal di China mulai berdampak terhadap peningkatan jumlah uang beredar, yang diharapkan diikuti dengan kenaikan konsumsi domestik.

Dibuka Menguat

Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sembilan sektor meningkat yaitu dipimpin sektor kesehatan sebesar 2,51 persen, diikuti sektor barang konsumen primer dan sektor barang baku yang masing-masing naik sebesar 1,38 persen dan 1,29 persen.

Sedangkan, dua sektor terkoreksi yaitu dipimpin sektor energi yang turun minus 0,60 persen, diikuti sektor industri yang turun minus 0,03 persen.

Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu LAJU, RUIS, GPSO, VTNY dan WIDI. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar, yakni HILL, PACK, RELF, SMKM dan PGEO.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.222.930 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 22,94 miliar lembar saham senilai Rp11,18 triliun. Sebanyak 303 saham naik, 232 saham menurun, dan 219 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain, indeks Nikkei melemah 139,00 poin atau 0,43 persen ke 32.467,80, indeks Hang Seng melemah 105,62 poin atau 0,58 persen ke 18.096,44, indeks Shanghai menguat 26,06 poin atau 0,84 persen ke 3.142,78, dan indeks Strait Times menguat 10,53 poin atau 0,33 persen ke 3.218,28./

 

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Mirae Asset
Bursa

Pasar Kian Selektif, Mirae Asset Sekuritas Tingkatkan Layanan “Wealth Management”

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai ruang penguatan pasar...

GEDUNG BEI
BursaHEADLINE NEWS

MSCI Hapus GOTO dan Turunkan CPIN, Mirae Asset Sekuritas Ungkap Potensi Outflow Jangka Pendek

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai hasil MSCI August...

Iman Sudargo
Bursa

Luno Indonesia Perkenalkan Iman Sudargo Sebagai ‘Country Head’

JAKARTA, Bisnistoday -  Luno aplikasi investasi aset kripto global yang berkomitmen menyediakan...

Didi Max
Bursa

Perdagangan Berjangka : Didimax Broker Terbaik Menjadi Pilihan Banyak Trader

JAKARTA, Bisnistoday - Dalam dunia perdagangan berjangka, memilih broker terbaik Indonesia merupakan...