www.bisnistoday.co.id
Selasa , 21 April 2026
Home HEADLINE NEWS Tarif Reciprocal Trump, Indonesia Siapkan Langkah Jalur Negosiasi
HEADLINE NEWS

Tarif Reciprocal Trump, Indonesia Siapkan Langkah Jalur Negosiasi

Tarif Reciprocal Trump
MENKO Perekonomian, Airlangga Hartarto./Ant
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Pemerintah Indonesia menerapkan peran negosiasi terhadap pengenaan tarif reciprocal perdagangan Amerika Serikat yang efektif akan memberlakukan tarif 32% bagi produk dari Indonesia. Indonesia salah satu Negara ASEAN, yang mendapat pengenaan tarif lebih tinggi dibanding, Malaysia, dan Singapora, namun lebih rendah dibanding, Vietnam, Kamboja atau Thailand.

“Hampir semua negara ASEAN, tidak melakukan retaliasi, seperti Vietnam turunkan ke nol. Malaysia mengambil jalur negosiasi. Intinya kita akan sepakat dulu mengambil jalur negosiasi. Nanti, mekanismenya baru kita samakan,” urai Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, di Jakarta, Senin (7/4). Menko Perekonomian, didampingi oleh Menteri Perdagangan, Budi Santoso serta sejumlah Wakil Menteri lainnya.

Airlangga mengatakan, kebijakan pemerintah AS yang akan mengenakan tarif 32% bagi produk Indonesia akan berlaku efektif 9 April 2025. Tentunya memang ada yang berdampak terhadap produk Indonesia seperti Food And Apparel (makanan dan bahan pakaian), tetapi pesaingnya seperti Cina, Banglades dan Kamboja, juga dikenakan tarif lebih tinggi.

Menurut Airlangga, penerapan tarif reciprocal Amerika Serikat ini sesungguhnya berlaku bagi semua negara mitranya. Indonesia akan mendorong negaosiasi adanya kesepakatan, termasuk perjanjian bilateral dengan mitra Indonesia di ASEAN.”Seperti aturan dagang dengan Malaysia (TIFA), akan disesuaikan, karena sejak 1996 lalu, ada hal yang tidak sesuai dengan jaman.”

Untuk kesepakatan perdagangan ASEAN, menurut Airlangga, sejumlah menteri perdagangan akan bertemu dalam waktu dekat untuk menyusun aturan bersama. Para menteri perdagangan ini akan bertemu pada 10 April 2025 nanti. Seperti diketahui, bahwa AS sendiri memang mencatat defisit perdagangan dengan Indonesia sebesar 17,9 miliar dollar AS pada 2024.

Terkait hal ini, Menko Airlangga menambahkan bahwa diplomat Indonesia telah menjalin komunikasi dengan U.S Trade Representative (USTR). Saat ini USTR tengah menunggu proposal konkret dari Indonesia.Mengenai kesenjangan terhadap delta ekpor dan impor AS, maka pemerintah akan tetap memperhatikan khususnya komoditas utama, seperti gandum, cotton, maupun kebutuhan material migas. “Untuk migas bahwa ada PSN refinery yang masih membutuhkan komponen dari AS, atau beli dari AS.”//

Arsip

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

Beritasatu Network

TRADE EXPO INDONESIA 2025

SOROTAN BISNISTODAY

Related Articles

Rully Arya Wisnubroto
BursaHEADLINE NEWS

Penguatan IHSG Masih Terbuka, Mirae Asset Ungkap Strategi Investasi Saat Pasar Volatile

JAKARTA, Bisnistoday - PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menyoroti peluang investasi di...

Utang Negara
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Bayang-Bayang “Debt Wall” 2026: Ujian Berat Fiskal Indonesia Saat Gejolak Global

JAKARTA, Bisnistoday - Indonesia menghadapi tantangan fiskal yang tidak ringan menjelang tahun...

Mendikdasmen
HEADLINE NEWSHumaniora

Wujudkan Pendidikan Inklusif, Mendikdasmen Melatih Ribuan Tenaga Pendidik Bagi Murid Kebutuhan Khusus

JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melatih ribuan guru...

Pelatihan DPRD
HEADLINE NEWS

Presiden Prabowo Menyapa Seluruh Ketua DPRD Sebagai Patriot

MAGELANG, Bisnistoday - Presiden Prabowo dalam pengantar kegiatan pengarahan pada Kursus Pemantapan...