JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian Pendidikan dan Kebudayanan (Kemendikbud) melalui ditjen Pendidikan Vokasi telah menjalankan terobosan baru dalam Program Pendidikan Vokasi. Program-program tersebut muncul didasari oleh adanya kebijakan Merdeka Belajar yang mendorong terwujudnya program “link and super match” antara dunia pendidikan dan dunia industri.
Beny Bandanadjaya, Direktur Pendidikan Tinggi Vokasi dan Profesi (PTVP) dalam jumpa pers secara daring, di Jakarta, Rabu (14/4) mengatakan, sejumlah program pendidikan vokasi yang dicanangkan bakal berjalan secara berkelanjutan (sustain). TIdak hanya itu, kedepan sejumlah perusahaan dalam berbagai industry apabila nanti mampu membuktikan dukungannya terhadap program Merdeka Belajar mendukung program link dan match industry akan diupayakan mendapatkan kompensasi dapat berupa pajak perusahaan.
“Ketika perusahaan dalam industry tertentu telah membuktikan atas dukungan pembiayaan terhadap program vokasi link dan match maka dapat diusulkan adanya kompensasi berupa keringanan pajak, tax deduction misalnya, untuk ke depan,” tutur Beny Bandanadjaya, kepada media, Rabu (14/4).
Baca juga : Jalur Vokasi Industri Ramai Diminati Calon Mahasiswa
Seperti diketahui, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi beberapa waktu lalu telah menyosialisasikan beberapa program pendidikan tinggi vokasi di antaranya; pertama, program sertifikasi kompetensi dan profesi mahasiswa vokasi, kedua, program fasilitasi magang mahasiswa vokasi, ketiga, program kewirausahaan mahasiswa vokasi,keempat, program kreatifitas mahasiswa, dan kelima, adalah program pemberdayaan masyarakat desa.
Zainal Nur Arifin, Direktur Politeknik Negeri Jakarta mengatakan, hampir semua program dari Kemendiknas telah dijalankan. Ia menyebutkan, sertifikasi mahasisa kompetensi mahasiswa sebanyak 207, dan mahasiswa magang 50 mahasiswa, dengan dana Rp38 juta, kewirausahaan terdapat 6 kelompok dengan total Rp110 juta, lalu terakhir program kreatifitas terdapat enam kelompok didanai oleh Kemendiknas.
Lebih lanjut, Beny menuturkan, untuk menjaga kelangsungan program Vokasi, pihak terus melakukan evaluasi setiap semester. Terkait hal ini, Kemendikbud ada tim khusus yakni Penjaminan Satuan Mutu Internal. Hal ini untuk mengantisipasi serta mengevaluasi agar program terus berjalan. “Optimis sustain dengan control yang baik dan secara eksternal terus dimonitoring, dan tentu ada yang baik dan kurang baik,” tuturnya./


