JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian PUPR melalui Balai Jasa Konstruksi Wilayah III (BJKW) bekerjasama dengan PT Cemindo Gemilang (Semen Merah Putih) dan Dulux melatih sekaligus sertipikasi para pekerja konstruksi. Sertipikasi pekerja konstruksi dirasakan sangat minim ditengah kebutuhan jasa konstruksi yang tinggi.
Samuel E.D.P Tampubolon, Kepala Balai Jasa Konstruksi Wilayah III (BJKW III) mengatakan, didalam UU No.2 tahun 2017 pasal 70 setiap pekerja konstruksi dan penyelenggara harus bersertifikasi kompetensi perkerja. Hal ini bertujuan untuk meingkatkan nilai pekerja konstruksi, kompeten mampu sesuai level jabatan kerjanya. Sertipikasi ini diterbitkan oleh Badan Nasional Standarisasi Profesi (BNSP) maupun LPJK (Lembaga Pegembangan Jasa Konstruksi).
“Melalui dukungan PT Cemindo Gemilang, agar para pekerja disiapkan dan memastikan pekerja konstruksi yang kompeten melalui pembelajaran dan sertipikasi,” ungkap Samuel saat membuka Pelatihan dalam Program Sertifikasi Pekerja Konstruksi di Balai Jasa Konstruksi Wilayah III, Jl. Dr. Suratmo, Jakarta, Kamis (17/10).
Menurut Samuel, tantangan pekerja konstruksi adalah masih minimnya sertipikasi kompetensi. Melalui sertipikasi pekerja ini, untuk memastikan para pekerja benar bekerja di bidangnya, memahami, serta cakap dalam melakukan pekerjaan. “Menaikkan sertipikasi kompetensi ini, tentu tidak mudah.”
Tingkatkan Profesionalisme Tukang
Head of Marketing PT Cemindo Gemilang Tbk, produsen Semen Merah Putih, Nyi Ayu Chairunnikma mengatakan, pelatihan yang dijalankan Mandor Pintar Institute (MPI) ini akan memberikan pengetahuan lebih para tukang. Dengan begitu, akan menciptakan kualitas bangunan yang lebih baik.
“Mandor Pintar Institute ini turut menciptakan kualitas bangunan lebih baik, dengan prinsip MLM yakni masyarakat, lingkungan dan manfaat.”
Mengenai keberlanjutan, Ayu mengatakan, Semen Merah Putih mengusung inovasi semen ramah lingkungan. Sedangkan untuk aspek manfaat, lanjut Ayu, memberikan manfaat yang nyata bagi penggunya, seperti efisiensi material, waktu pekerja serta hemat biaya konstruksi.“Jadi menciptakan manfaat yang efisien, biaya dan waktu.Manfaat bagi pemilik bangunan,”urainya.
Nyi Ayu Khairunnikma mengutarakan, pelatikan pekerja kostruksi ini, dilaksanakan dua hari, Kamis (17/10 dan Jumat (18/10).Untuk pelatihan sekarang ini dilaksanakan untuk tingkat lanjut antara level 4-6(madya dan supervisor). Tidak hanya ini, akan dilanjutkan hingga level ahli. “Targetnya hingga akhir tahun ini mencapai 150 pekerja, dan sekarang pelatihan pekerja konstruksi sebanyak 519 pekerja.”
Sementara, Niluh Putu Ayu Setiawati, Head of Marketing, PT ICI Paints Indonesia (AkzoNobel Decorative Paints Indonesia) mengatakan, pelatihan pekerja kostruksi selaras dengan visi perusahaan transform people. Selama ini, Dulux sudah melatih sekitar 13 ribu pekerja konstruksi melalui sekitar 500 kali painter gathering. “Para pekerja konstruksi ini, aktif dalam pengecatan.”
Melalui pelatihan painter ini, mampu mendorong peningkatan kualitas hasil pengecatan. Hal ini dirasa penting, karena masih juga terdapat cara pengecatan penggunaan Dulux dengan hasil kurang optimal karena pelaksanaan pengecatan kurang sempurna.
“Pelatihan pekerja konstruksi ini penting, untuk hasil pengecatan maksimal. Misalnyaa penggunaan cat dipermukaan rata dan lainnya, agar pengguna Dulux mendapatkan hasil optimal seperti apa yang dijanjikan.”//

