www.bisnistoday.co.id
Jumat , 6 November 2026
Home EKONOMI Tumbuh Positif, Kementerian UMKM Dukung Industri Laundry Tingkatkan Daya Saing
EKONOMIEkonomi & Bisnis

Tumbuh Positif, Kementerian UMKM Dukung Industri Laundry Tingkatkan Daya Saing

Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM Temmy Satya Permana membuka acara Festival Laundry & Exhibition 2025 di Jakarta, Senin (25/8).
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendukung industri laundry untuk meningkatkan daya saing sehingga mampu menjadi salah satu bidang jasa layanan yang strategis dan memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional.

Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM Temmy Satya Permana mengatakan industri jasa laundry menunjukkan pertumbuhan positif. Pelaku industri ini yang tergabung  dalam Asosiasi Laundry Indonesia (ASLI) menyerap sekitar 34 ribu tenaga kerja, baik formal maupun informal. Pertumbuhan itu juga tercermin dari dengan peningkatan keanggotaan rata-rata 20 persen setiap tahun. Hal ini menunjukkan daya tarik, kepercayaan, serta prospek usaha laundry sebagai sektor jasa modern.

Baca juga: Pertumbuhan Pasar Laundry Komersial di Indonesia Makin Pesat

“Saat ini ASLI memiliki 21 DPD aktif yang tersebar di seluruh provinsi, dengan lebih dari 1.800 anggota resmi yang tergabung,” ujar Temmy saat membuka acara Festival Laundry & Exhibition 2025 di Jakarta, Senin (25/8).

Menurut Temmy, saat ini pengusaha laundry Indonesia menghadapi berbagai tantangan seperti standardisasi layanan dan kompetensi, pengelolaan limbah, akses pembiayaan dan KUR yang inklusif, dan digitalisasi layanan untuk meningkatkan efisiensi dan kepuasan pelanggan.

“Melalui program seperti SBL (Sekolah Bisnis Laundry) saya melihat semangat besar untuk mengangkat usaha ini agar lebih profesional, berdaya saing, dan mampu menjawab tantangan global,” ujarnya.

Kementerian UMKM, kata Temmy, siap bersinergi dengan ASLI dalam mendukung akses pembiayaan melalui skema KUR tanpa agunan bagi pengusaha UMKM, mendorong pengelolaan limbah laundry secara lebih ramah lingkungan melalui Unit Pengolahan Limbah bersama, dan mengintegrasikan digitalisasi laundry ke dalam ekosistem digital UMKM nasional.

“Hal ini sejalan dengan semangat Undang-Undang Cipta Kerja dan Undang-Undang terkait UMKM, dimana pemerintah memiliki kewajiban untuk terus menghadirkan kemudahan, pelindungan, dan pemberdayaan bagi UMKM,” katanya.

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Pemilu Sela di AS (dok: The GuardianSteven Garcia/NurPhoto/Shutterstock)
EKONOMIGLOBAL

Demokrat Menangi Pemilu Sela di AS, Apa Dampaknya bagi Asia?

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Partai Demokrat berhasil menang telak dalam pemili paruh waktu...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Suku Bunga Mekaar 8 Persen Resmi Berlaku

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama PT...

Aktifitas Bongkar Muat di Pelabuhan Belawan.
Ekonomi & Bisnis

Hingga September 2026, Kemendag Catat Tren Positif Perdagangan Luar Negeri  

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Indonesia kembali mencatatkan surplus neraca perdagangan pada September 2026...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Pembahasan RUU Perkoperasian Capai 80 Persen, Ditargetkan Rampung Tahun Ini

JAKARTA, Bisnistoday – Sekretaris Kementerian Koperasi (Kemenkop) Ahmad Zabadi menyampaikan pembahasan Rancangan...