BANDUNG, Bisnistoday -Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menegaskan komitmennya terhadap pendidikan inklusif dalam pelaksanaan Wisuda Gelombang II Tahun 2026 dengan menghadirkan dukungan khusus bagi mahasiswa penyandang disabilitas selama prosesi wisuda berlangsung di Gedung Gymnasium UPI, Jalan Dr. Setiabudi Nomor 229, Bandung, Minggu (10/5/2026).
Pada wisuda kali ini, dua wisudawan disabilitas mengikuti prosesi wisuda dengan dukungan penerjemah khusus sebagai bagian dari upaya kampus menghadirkan layanan pendidikan yang setara dan ramah bagi seluruh mahasiswa.
Rektor UPI, Prof. Didi Sukyadi, mengatakan UPI terus memperkuat sistem pendidikan inklusif melalui penyediaan layanan pendampingan, infrastruktur aksesibilitas, hingga kebijakan akademik yang mendukung mahasiswa disabilitas.
Baca Juga:Pengukuhan Guru Besar UPI, Eka Cahya Prima Ukir Rekor Jadi Profesor Termuda Bidang Fisika
Baca Juga: FPBS UPI Gelar Isola Fun Run 2026, Targetkan 2.000 Peserta
“Kami tidak membeda-bedakan kesempatan bagi mahasiswa. Infrastruktur, kebijakan, hingga layanan pendampingan terus kami siapkan agar mahasiswa disabilitas memperoleh hak pendidikan yang setara,” ujar Prof. Didi Sukyadi.
UPI telah memiliki unit layanan mahasiswa disabilitas di bawah Direktorat Kemahasiswaan yang bekerja sama dengan bidang bimbingan konseling dan Departemen Pendidikan Khusus Fakultas Ilmu Pendidikan. Dukungan tersebut meliputi penyediaan aksesibilitas kampus, petunjuk mobilitas, hingga jalur penerimaan khusus bagi mahasiswa disabilitas.
Dalam Wisuda Gelombang II Tahun 2026, UPI mewisuda sebanyak 1.793 lulusan yang terdiri atas 154 lulusan program doktor, 335 lulusan program magister, 1.292 lulusan program sarjana, dan 12 lulusan program diploma empat.
Lulusan berasal dari berbagai fakultas, Sekolah Pascasarjana, serta lima kampus daerah UPI yang berada di Cibiru, Sumedang, Purwakarta, Tasikmalaya, dan Serang.
Selain menekankan pendidikan inklusif, UPI juga memperkuat kualitas lulusan melalui pengembangan kompetensi global dan soft skills mahasiswa. Setiap mahasiswa diwajibkan mengikuti uji kompetensi pada akhir masa studi dan memiliki minimal dua sertifikat kompetensi, yakni bahasa Inggris dan kompetensi tambahan seperti teknologi informasi atau kepemimpinan.
Mahasiswa juga diwajibkan memenuhi “100 Poin Kegiatan” sebagai syarat mengikuti ujian. Poin tersebut diperoleh melalui berbagai aktivitas akademik dan nonakademik seperti seminar nasional dan internasional, kompetisi ilmiah, publikasi, prestasi olahraga, hingga kegiatan pengembangan diri lainnya.
“Yang kami bangun bukan hanya penguasaan bidang ilmu, tetapi juga kemampuan adaptasi, komunikasi, jejaring, dan pembelajaran sepanjang hayat. Lulusan harus siap berkiprah di berbagai sektor, baik pemerintahan, industri, maupun kewirausahaan,” kata Prof. Didi.
Dalam kegiatan wisuda ini hadir Ketua Ikatan Alumni UPI sekaligus Presiden Direktur PT Pupuk Indonesia, Dr. Bakir Pasaman, yang memberikan motivasi kepada para lulusan terkait pentingnya integritas, jejaring profesional, dan kemampuan adaptasi di dunia kerja.
UPI menilai keterlibatan alumni menjadi bagian penting dalam memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan dunia profesional, termasuk dalam pengembangan kurikulum dan ekosistem pembelajaran berbasis kebutuhan industri.
Melalui Wisuda Gelombang II Tahun 2026, UPI menegaskan komitmennya untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif, inklusif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.E2








































