www.bisnistoday.co.id
Selasa , 16 Desember 2025
Home EKONOMI Ekonomi & Bisnis Vietnam Tertarik Kerja Sama Mobil Listrik dan Energi
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Vietnam Tertarik Kerja Sama Mobil Listrik dan Energi

PRESIDEN JOKOWI
PRESIDEN JOKO WIDODO saat di Istana, Vietnam./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mendampingi Presiden Joko Widodo dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Vietnam Vo Van Thuong, pada Jumat, (12/1), di Istana Kepresidenan, Hanoi, Vietnam.

Dalam pertemuan tersebut, Indonesia dan Vietnam menyepakati sejumlah kerja sama, di antaranya peningkatan target perdagangan baru. “Selain itu, kedua negara telah sepakat bekerja sama di bidang ekosistem mobil listrik dan baterai, serta transisi energi,” ujar Menperin Agus dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Sabtu (13/1).

Agus menambahkan, Presiden menyambut baik komitmen investasi VinFast untuk membangun ekosistem mobil listrik dan baterai di Indonesia. VinFast merupakan produsen otomotif asal Vietnam yang berencana berinvestasi sebesar USD1,2 Miliar untuk memproduksi kendaraan listrik di Indonesia.

“Presiden meyakini bahwa investasi yang berasal dari Vietnam akan memperoleh kemudahan dan perlindungan yang baik, sehingga beliau mendorong perusahaan-perusahaan dari negara tersebut untuk memperkuat investasinya di Indonesia,” kata Menperin.

Bangun Pabrik Kendaraan Listrik

Pada kesempatan sebelumnya, Menperin telah bertemu dengan jajaran VinFast yang menyatakan minatnya untuk menggelontorkan dana guna pembangunan pabrik perusahaan tersebut di Indonesia. Adapun insentif yang dapat diberikan kepada perusahaan industri kendaraan Listrik tersebut meliputi fasilitas tax holiday, tax allowance, insentif bea masuk, serta insentif Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM). Perusahaan bisa melakukan uji pasar dengan CBU impor dengan memanfaatkan fasilitas pajak bea masuk 0% dan pajak barang mewah 0%, sesuai Peraturan Menteri Investasi (BKPM) No. 6 Tahun 2023.

“Di tahap produksi, perusahaan juga bisa memanfaatkan fasilitas tarif 0% untuk skema impor Completely Knock Down (CKD) atau Incompletely Knock Down (IKD) yang diatur dalam Peraturan Menteri Perindustrian No 29 Tahun 2023. Selain itu, fasilitas Pajak Barang Mewah 0% juga dapat dimanfaatkan, jika mencapai persyaratan minimum kandungan lokal sebagaimana diamanatkan oleh Peraturan Presiden No 79 Tahun 2023,” Menperin menjelaskan lebih lanjut.

Indonesia-Vietnam juga mendorong kerja sama teknologi, informasi, dan komunikasi untuk mendorong kemajuan industri digital kedua negara. Selain itu, kedua negara menyepakati penguatan kerja sama di bidang pertanian dan perikanan. Penandatanganan MoU kerja sama perikanan adalah momentum besar untuk mendorong kolaborasi dan investasi di bidang tersebut.

Lebih lanjut, Presiden menyampaikan bahwa Indonesia dan Vietnam berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi kawasan. Ia mengungkapkan, Indonesia dan Vietnam sepakat untuk terus menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi kawasan melalui implementasi konkret dari ASEAN Outlook on the Indo-Pacific dan dukungan terhadap keketuaan Laos di ASEAN.//

Arsip

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

TRADE EXPO INDONESIA 2025

SOROTAN BISNISTODAY

Beritasatu Network

Related Articles

Ekonomi & Bisnis

Bandung Kota Strategis bagi Pertumbuhan Kendaraan Listrik

BANDUNG, Bisnistoday - Sebagai salah satu kota dengan populasi produktif yang besar,...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Menkop dan Menag Kerja Sama Tingkatkan Ekonomi Umat Lewat Koperasi Ponpes dan Masjid

TANGERANG, Bisnistoday - Menteri Koperasi Ferry Juliantono bersama Menteri Agama Prof Dr...

Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Rasio Kewirausahaan Nasional 2025 Lampaui Target

JAKARTA, Bisnistoday — Kementerian UMKM catatkan rasio kewirausahaan nasional pada 2025 sebesar...

Minyak Kita
Ekonomi & Bisnis

Pemerintah Perketat Distribusi MINYAKITA, Porsi BUMN Diperbesar

JAKARTA, Bisnistoday – Guna meningkatkan efektifitas distribusi MINYAK KITA, Pemerintah menata ulang...