www.bisnistoday.co.id
Senin , 4 Maret 2024
Home EKONOMI Ekonomi & Bisnis Visi Capres Tak Jelas Dalam Ekonomi Syariah
Ekonomi & Bisnis

Visi Capres Tak Jelas Dalam Ekonomi Syariah

DEBAT CAPRES
DEBAT CALON PRESIDEN yang berlangsung belum lama ini./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Pengamat ekonomi keuangan Syariah menilai visi ketiga Calon Presiden tidak menentukan kebijakan yang tegas mengenai pengembangan ekonomi Syariah. Padahal ekonomi Syariah di Indonesia memiliki peran sangat penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional.

Handy Rizal, Wakil Rektor Bidang Pengelolaan Sumber Daya, Universitas Paramadina mengutarakan, belum ada konsep yang jelas dari ketiga pasang paslon mengenai pengembangan ekonomi Syariah di Indonesia.

“Momentum pemilu ini dapat menjadikan ekonomi syariah menjadi isu yang strategis. Isu ekonomi syariah ada di dalam visi misi masing-masing paslon, tetapi dari segi skala prioritas masih belum jelas,” ungkap Handy Rizal, saat Diskusi Catatan Awal Tahun “Visi Capres dan Evaluasi Ekonomi Syariah di Indonesia” di Jakarta, Jumat (12/1).

Begitupun, Fauziah Rizki Yuniarti (Kepala Program Ekonomi Syariah Universitas Paramadina mengatakan,  pasar modal syariah belum jadi perhatian ketiga paslon. Di telisik dari dokumen visi misi beberapa telah menyebut kata “syariah” meskipun tidak spesifik pada pasar modal.

“Menurut data, kinerja pasar modal lebih dominan dibanding instrument lain. Indonesia termasuk top ketiga di dunia dalam hal pasar modal Syariah,” tegasnya.

Menyinggung Sedikit

Sementara, Peneliti PEBS FEB UI, Azizon mengatakan, visi misi capres, ketiga capres sempat menyebutkan kata ekonomi syariah pada dokumen visi misinya. Akan tetapi perlu ditelisik lebih dalam lagi dan mengamati bagaimana konsistensi capres mengangkat isu syariah.

“Di skala global, ekonomi dan keuangan syariah Indonesia pada dasarnya mampu bersaing. Hal ini terlihat dari indeks literasi dan inklusi ekonomi keuangan syariah yang kian meningkat. Ekonomi keuangan syariah memiliki komponen yang lebih komplek.” Pada dasarnya ekonomi syariah adalah sebuah prinsip yang memengaruhi kehidupan manusia, tidak sekedar halal atau tidaknya.

Azizon mengatakan, ekonomi syariah mampu membuka peluang kerjasama / kolaborasi khususnya dengan negara-negara yang mayoritas beragama muslim. Keselarasan paradigma, keterbukaan pikiran, dan perbaikan berkelanjutan menjadi kunci untuk mencapai keseimbangan mutualisme antara ekonomi syariah dan visi masa depan Indonesia sehingga dapat menarik masyarakat baik nasional maupun internasional.

Potensi Ekonomi Syariah

Sementara, Handy Rizal mengatakan, pada tahun 2021, terdapat 1,9 miliar penduduk Muslim di seluruh dunia dengan belanja sebesar USD 2 triliun untuk produk halal. Belanja ini tumbuh tinggi, hampir 9% (year-on- year) dan diperkirakan meningkat hingga mencapai USD 4,96 triliun pada tahun 2030.

“Sebagai negara dengan populasi penduduk muslim terbesar di dunia atau lebih dari 230 juta jiwa (sekitar 87% dari total populasi Indonesia), Indonesia merupakan pasar produk halal yang besar.”

Berdasarkan Indonesia Halal Markets Report 2021/2022, ekonomi halal dapat meningkatkan PDB Indonesia sebesar USD 5,1 miliar (sekitar Rp72,9 triliun) per tahun melalui peluang ekspor dan investasi. Perkembangan industri halal harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari grand design pembangunan nasional yang komprehensif, mulai dari RPJPN 2025-2045, RPJMN 2024- 2029, dan visi-misi presiden terpilih.

Tahun 2023, SGIE sudah mengeluarkan beberapa indikator, yaitu halal product, farmasi, islamic finance, dan halal lifestyle. Jika dilihat angka dan datanya, terdapat tren yang positif pada industri nasional. berdasarkan data Global Islamic Economy, ekonomi halal dapat meningkatkan PDB Indonesia sebesar USD5,1 Miliar (sekitar Rp72,9 Triliun) per tahun melalui peluang ekspor dan investasi.

Tingkat investasi Indonesia diantara negara muslim berada pada posisi pertama pada tahun 2022/2023. Indonesia belum punya satu ukuran yang diakui untuk mengukur perkembangan ekonomi syariah di Indonesia, jadi masih terpaku pada data SGIE. Perkembangan halal food Indonesia relatif stagnan, tetapi secara global memiliki share yang 16,6%.

Peringkat SGIE Menanjak

Izzudin Al Farras Adha, Peneliti Center of Digital Economy and SME, Institute for Development of Economics & Finance (INDEF) mengatakan, perkembangan peringkat State of the Global Islamic Economy (SGIE) Indonesia mengalami peningkatan. Dari 2019 peringkat SGIE Indonesia ada di posisi 5, kemudian naik ke peringkat 4 pada 2020, dan menjadi peringkat 3 di tahun 2023. Berdasarkan sektor, peringkat SGIE tertinggi yaitu sektor makanan halal berada pada peringkat ke 2 di 2023.

Rencana kedepan, lanjut dia, Indonesia akan dijadikan sebagai pusat industri halal dunia. Indonesia memiliki potensi ekonomi syariah yang besar berupa penambahan PDB sebesar 5,1 miliar USD dari ekonomi halal, potensi nilai ekspor produk halal sebesar 15,8 miliar USD, dan potensi 4,5 -5,3% global value chain dari sisi produk halal.

Pasar Modal Syariah

Fauziah Rizki Yuniarti, Kepala Program Ekonomi Syariah Universitas Paramadina mengatakan,  sejak 2021 pemerintah telah menyerap banyak dana dari pasar modal syariah berupa sebagai sumber penerimaan APBN melalui sukuk. Indonesia adalah penerbit green sukuk ritel pertama di dunia pada 2019.

“Produk pasar modal selain sukuk yaitu reksadana syariah di Indonesia terbanyak dari pasar uang sebesar 26%. Dilihat dari sisi literasi keuangan, meskipun tingkat literasi tinggi yaitu 49% tetapi literasi keuangan syariah hanya 9%,” tuturnya.

Dari sisi inklusi keuangan sebesar 85% dengan inklusi keuangan syariah hanya 12%. Rekomendasi kebijakan bisa dari sisi regulasi dan sisi digitalisasi. Pemerintah perlu mendorong pemahaman khususnya bagi anak muda tentang pasar modal syariah karena tingkat pengembalian lebih tinggi dari deposito.

Dari sisi supply perlu untuk meningkatkan produk reksadana syariah, pembiayaan Pembangunan, sukuk korporasi dan sukuk daerah. Akan tetapi untuk sukuk daerah terdapat tantangan tersendiri. Dari sisi demand yang paling penting yaitu mendukung edukasi pasar modal kepada anak-anak misalnya masuk ke kurikulum SD, tabung saham, endorse gen z, dan sebagainya.

Tantangan Keuangan Syariah

Hakam Naja, Anggota DPR RI Periode 2014-2019, sudah disinggung terkait SGIER oleh salah satu cawapres mengenai SGIER. Indonesia mengalami peningkatan dari rank 4 menjadi rank 3 (overall rank Global Islamic Economy Index – GIEI). Tetapi Indonesia mengalami penurunan pada keuangan syariah. Sementara, untuk sektor pariwisata, kosmetika, dan lainya mengalamai kenaikan.

Padahal bobot keuangan itu 30% dari perankingan tersebut. Hal tersebut menyebabkan peningkatan ranking Indonesia hanya sampai rank ketiga saja. Padahal jika dibandingkan dengan Malaysia dan Saudi Arabia, Indonesia memiliki jumlah penduduk Muslim yang lebih besar, dan bahkan yang terbesar di dunia.

Jumlah penduduk Muslim yang besar merupakan faktor yang menjadi pendorong berkembangnya perbankan syariah. Pangsa pasar perbankan syariah Indonesia per September 2023 mencapai 7,27% dibandingkan dengan perbangkan secara keseluruhan. Malaysia sudah lebih dari 50%.

“Penguatan ekosistem ekonomi syariah sangat penting dalam pengembangan perbankan syariah Indonesia. penguatan ini dapat dilakukan melalui industri halal.”//

Arsip

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

PT WILMAR Padi Indonesia

SOROTAN BISNISTODAY

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Ekonomi & Bisnis

Lebih 13 Ribu Pembeli Hadir di IFEX 2024, Catat Transaksi 300 Juta Dolar AS

Jakarta  (Bisnistoday.co.id) – Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2024 yang digelar di...

Ekonomi & Bisnis

PLN Icon Plus Optimalkan Aset dan Tingkatkan Efisiensi Lewat Program E-ZONASI

JAKARTA, Bisnistoday - PLN Icon Plus memperkenalkan paket Idle Capacity sebagai solusi...

Kemenperin
Ekonomi & Bisnis

Sektor Industri Didorong Terapkan Prinsip Keberlanjutan

JAKARTA, Bisnistoday - Kemenperin mendorong perusahaan-perusahaan manufaktur di Indonesia dapat menerapkan prinsip...

Pameran Biofach
Ekonomi & Bisnis

Produk Organik Raup Transaksi USD 6,02 Juta Saat Pameran Biofach Jerman

JAKARTA, Bisnistoday  – Indonesia kembali berpartisipasi pada Pameran Biofach yang digelar pada...