www.bisnistoday.co.id
Jumat , 26 Juni 2026
Home NASIONAL & POLITIK Wamen ATR/BPN: Koordinasi Lintas Sektor Percepat Rencana Detail Tata Ruang Daerah
NASIONAL & POLITIK

Wamen ATR/BPN: Koordinasi Lintas Sektor Percepat Rencana Detail Tata Ruang Daerah

Kementerian ATR/BPN fokus implementasi serta perluasan pelaksanaan reforma agraria.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian ATR/BPN mendorong partisipasi semua lembaga dengan lintas sektoral untuk mewujudkan percepatan pembentukan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) dalam kaitanya dengan implementasi Undang-Undangn Cipta Kerja (UUCK).

Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Surya Tjandra, mengatakan, UUCK memiliki terobosan sekaligus tantangan, misalnya Kegiatan Kesesuaian Pemanfaatan Ruang (KKPR). Untuk mendukung pelaksanaan KKPR, tentunya dibutuhkan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) yang saat ini penyusunannya masih berlangsung di daerah. 

“Lapisan pertama dari KKPR adalah RDTR. Sementara RDTR sendiri, sekarang baru 144 RDTR di seluruh Indonesia. Memang butuh percepatan, kemudian pertanyaannya, bagaimana strateginya? Apa yang bisa dilakukan?” ujar Surya Tjandra ketika menghadiri rapat lanjutan dalam rangka menindaklanjuti hasil pembahasan dari kegiatan workshop tematik Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Sosialisasi Undang-Undang Cipta Kerja (UUCK) di Gedung Utama Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Jumat (19/11). 

Rapat ini juga membahas hambatan dalam implementasi UUCK sebagai bahan penyusunan laporan kepada Presiden Joko Widodo.

Surya Tjandra dalam kegiatan ini menyampaikan beberapa temuan hambatan dari pelaksanaan workshop Satgas Percepatan Sosialisasi UUCK di berbagai daerah di pulau Jawa, terutama terkait tata ruang. Menurutnya, dalam menyelesaikan masalah-masalah tersebut, Kementerian ATR/BPN membutuhkan dukungan dari kementerian/lembaga secara lintas sektor. 

Ia pun menyebutkan solusi untuk internal Kementerian ATR/BPN, antara lain akselerasi proses revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) baik provinsi, kabupaten/kota, serta dorongan percepatan penyusunan RDTR di daerah. Kemudian, percepatan penyusunan road map serta sinkronisasi RTRW daerah secara berjenjang sampai level RDTR berikut dorongan komitmen kepala daerah. 

Selain itu, penyusunan pengendalian KKPR berbasis data digital dan citra satelit terkini. Hal ini perlu dilakukan untuk memitigasi terjadi pelanggaran-pelanggaran dalam tatanan praktis. 

“Nantinya, road map dan sistem pengendalian yang lebih pasti. Mudah-mudahan ketika ada investasi keluar itu, kita yakin dalam jangka panjang ini akan baik. Tidak sekadar memastikan ada investasi, ada pergerakan ekonomi, tapi dampak sosial dan lingkungannya muncul belakangan. Kita sudah tahu dari awal dan kita mitigasikan. Presiden sangat concern, tidak cuma dengan kecepatan investasi, tapi juga UMKM,” tutur Wamen ATR/Waka BPN. 

Sementara itu, alternatif solusi lintas sektor juga ditawarkan, misalnya alokasi khusus dengan mendorong penganggaran RDTR melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) yang bersumber dari APBN. Dalam hal ini, diperlukan koordinasi dengan kementerian terkait hingga DPR RI. 

“Dibentuk tim pendamping semacam konsultan yang disiapkan dari instansi daerah untuk membimbing masyarakat/pelaku usaha dalam proses penyesuaian/transisi. Perhatian terhadap kontekstual kewilayahan, pembentukan regulasi/kebijakan terkait afirmasi pelaksanaan kegiatan usaha melalui sistem Online Single Submission (OSS) dengan memperhatikan kontekstual daerah,” papar Surya Tjandra.

Turut hadir pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang (PPTR), Budi Sitomorang. Dalam hal ini, ia menyoroti kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk mendukung penyusunan RDTR di daerah. 

“Menerjemahkan sebagai single reference untuk investasi itu cukup berat sekali. Jadi, mungkin kami mohon ini juga menjadi bahan tadi ada kelembagaan dan SDM. Kita mengambil kualitasnya, jadi itu satu-satunya referensi untuk kita menggantikan izin lokasi tadi,” tegasnya. 

Memimpin jalannya rapat ini, Ketua Satgas Percepatan Sosialisasi UUCK, Mahendra Siregar, berharap adanya kemajuan dalam penerapan UUCK yang merupakan kepentingan bersama. 

“Seluruh provinsi di Pulau Jawa sudah kita lakukan sosialisasi. Tampaknya ada beberapa isu yang menimbulkan kebingungan. Namun dengan workshop tadi, kita bisa mengajak kembali khususnya kepada pemerintah provinsi, kabupaten/kota untuk melihat penerapan implementasi dari seluruh peraturan pelaksanaan terkait dengan UUCK ini sebagai tujuan bersama,” terangnya./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Wamen ATR/BPN
NasionalNASIONAL & POLITIK

Wamen ATR/Waka BPN: Pertanahan Berperan Strategis dalam Mendukung Asta Cita Presiden

JAKARTA, Bisnistoday  - Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan...

Bahlil Sentil Menteri Perumahan maruara sirait prabowo hipmi
NasionalNASIONAL & POLITIK

Canda Bahlil Colek Kinerja Perumahan di Depan Prabowo

LAMPUNG, BisnisToday - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI Bahlil...

Fahri Hamzah Dorong Reformasi Total Sektor Perumahan Nasional_Baku Menjadi Alarm Dunia
NasionalNASIONAL & POLITIK

Fahri Hamzah Dorong Reformasi Total Sektor Perumahan Nasional

Jakarta, BisnisToday - Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman RI, Fahri Hamzah,...

LingkunganNASIONAL & POLITIK

BRI Life Gelar Pelepasan Tukik, Dukung Konservasi Penyu di Pantai Kuta Bali

direktur elain penyeraghaJAKARTA, Bisnistoday - PT Asuransi BRI Life (BRI Life) melakukan...