www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 12 September 2026
Home HEADLINE NEWS Wamenperin : Pabrik Asal Tiongkok Bakal Relokasi ke Batam
HEADLINE NEWS

Wamenperin : Pabrik Asal Tiongkok Bakal Relokasi ke Batam

WAMENPERIN, Faisol Riza./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza meminta para pengelola kawasan industri di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batam agar bersiap rebut peluang apabila terjadi relokasi pabrik dari RRT ke Indonesia, menyusul terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat (AS).

Hal itu dikatakan Wamenperin ketika berdialog bersama para pengelola kawasan industri di Kawasan Industri Batamindo, Kota Batam, Kepulauan Riau, akhir pekan. Kunjungan itu juga guna melihat kesiapan 19 kawasan industri yang memungkinkan sebagai tujuan relokasi pabrik asal Tiongkok.

Menurut Wamen Faisol, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi tujuan relokasi di saat Presiden Trump berencana menetapkan hambatan tarif (barrier tariffs) impor baru untuk seluruh produk yang berasal dari Negeri Tirai Bambu.

“Hal ini ditangkap oleh para pelaku usaha di RRT sebagai sebuah hambatan untuk melakukan ekspor langsung dari RRT ke AS. Mereka melihat kemungkinan berusaha dengan mencari lokasi-lokasi baru terutama di kawasan ASEAN, dan merelokasi pabriknya agar bisa langsung melakukan ekspor dari negara-negara produksi,” kata Wamen Faisol.

Wamenperin mengatakan, Indonesia dipandang sebagai negara yang memiliki stabilitas ekonomi, serta strategis lokasinya sebagai tujuan investasi atau relokasi pabrik. Apalagi, berbagai kawasan industri yang berada di KEK Batam cukup siap apabila tren relokasi itu nantinya terjadi.

“Ada beberapa sektor yang memiliki niat untuk relokasi. Oleh karena itu, persiapan dari masing-masing kawasan industri menjadi sangat penting. Selain elektronik, ada juga tekstil, alas kaki, dan otomotif yang rupanya melihat bahwa semakin sulit peluang untuk ekspor dari RRT langsung ke AS,” ujar Wamenperin.

Selain mengunjungi Batamindo, Wamen Faisol juga mendatangi Kawasan Industri Bintan Industrial Estate (BIIE), sebagai kawasan yang didesain khusus untuk industri halal. Dengan luas mencapai 4.000 hektare, menurut Wamenperin, BIIE juga berpeluang besar dikembangkan melalui relokasi perusahaan-perusahaan yang berasal dari RRT.

“Semua upaya relokasi ini dan kesiapan industri di KEK Batam ini dalam rangka memperkuat Indonesia sebagai negara yang bisa memproduksi barang-barang manufaktur, yang kita bangga dengan tulisan Made in Indonesia di setiap produk,” tutur Faisol./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

GEDUNG BEI
HEADLINE NEWSKorporasi

Investor Harapkan Daya Beli Masyarakat Kembali Meningkat

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas melihat pasar keuangan domestik masih...

KIT Batang
HEADLINE NEWS

Pengelola Kawasan Industri Diminta Lengkapi Perizinan

JAKARTA, Bisnistoday - Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza menjelaskan, kawasan industri menjadi...

Kopi Tuku
HEADLINE NEWS

Dorong Hilirisasi Industri Kopi dan Perkuat Ekspansi Pasar Global

JAKARTA, Bisnistoday – Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa Indonesia memiliki...

Garuda Indonesia
HEADLINE NEWS

Menhub Dudy Buka Kembali Operasional Bandara Soekarno Hatta Mulai Hari ini

TANGERANG, Bisnistoday  - Penutupan operasional Bandara Soekarno-Hatta beserta sejumlah bandara lain yang...