www.bisnistoday.co.id
Jumat , 24 Juli 2026
Home LIFESTYLE Wisata & Kuliner Warung Pancong Yaya Tawarkan Sensasi Makan di Pinggir Rel
Wisata & Kuliner

Warung Pancong Yaya Tawarkan Sensasi Makan di Pinggir Rel

Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Warung Kue Pancong Yaya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, menjadi sorotan publik karena menghadirkan konsep kuliner yang unik. Lokasinya berada persis di pinggir rel kereta api jalur Sudirman – Manggarai, membuat suasana makan terasa menegangkan sekaligus menarik bagi pengunjung.

Kue Pancong Yaya telah berdiri sejak tahun 1961 dan dikenal sebagai salah satu warung legendaris di Jakarta. Tempat ini kini populer di kalangan anak muda berkat suasananya yang disebut mirip dengan Vietnam Train Street, kawasan wisata kuliner terkenal di Hanoi.

Pemilik dan pendiri warung ini adalah Aki Darya, atau yang akrab disapa Yaya. Beliau merupakan pionir dari Pancong Yaya dan memulai usaha ini sejak awal tahun 1960-an. Awalnya, ia berjualan secara keliling sebagai pedagang kaki lima dengan peralatan sederhana.

Seiring berjalannya waktu, Aki Darya memutuskan untuk menetap atau “mangkal” di kawasan Menteng karena lokasinya yang strategis dan ramai dilalui banyak orang. Dari sanalah nama “Pancong Yaya” mulai dikenal luas.

Kini, meskipun sang pendiri telah meninggal dunia, warung ini tetap beroperasi dan dikelola oleh keluarga serta beberapa karyawan yang telah lama bekerja bersama beliau. Semangat dan resep khas Pancong Yaya terus dijaga agar cita rasanya tetap sama seperti dulu.

Pancong Yaya menawarkan menu pancong lumer beragam rasa dengan bahan dasar tepung terigu, berbeda dari pancong tradisional yang menggunakan kelapa dan tepung beras. Teksturnya lembut di bagian dalam dan sedikit garing di luar, menciptakan rasa manis yang khas.

Proses pembuatannya dilakukan menggunakan cetakan khusus berbentuk setengah bulan. Setelah matang, bagian tengah pancong yang lumer menjadi ciri khas utama dan banyak disukai pelanggan.

Menurut Sulaiman atau akrab disapa Sueb, salah satu penjaga yang telah lama bekerja di sana, resep pancong tidak pernah berubah. “Dari dulu pakai tepung terigu dan adonan khas warung ini. Kita jaga biar rasanya tetap sama meskipun zaman sudah berubah,” ujarnya.

Lokasi di pinggir rel menjadi faktor utama yang membuat Pancong Yaya berbeda dari tempat kuliner lainnya. Pengunjung dapat menikmati kue sambil melihat kereta melintas hanya beberapa meter dari tempat duduk mereka.

Suasana ini menimbulkan sensasi tersendiri bagi pengunjung, terutama bagi yang baru pertama kali datang. “Vibes-nya kayak di tempat wisata luar negeri, tapi versi Jakarta. Seru banget makan sambil lihat kereta lewat,” kata Salma Larisa Putri, salah satu pengunjung.

Sueb menjelaskan, konsep ini terinspirasi dari kawasan wisata Vietnam Train Street, namun tetap dikemas dengan nuansa lokal. “Kita pengin suasananya kayak di luar negeri tapi tetap khas Indonesia. Yang penting aman buat pengunjung,” ujarnya.

Meskipun tempat duduknya dekat dengan rel, pengelola memastikan area makan tetap aman dan nyaman. Kursi disusun sejajar rel namun dengan jarak yang cukup aman, dan pengunjung diimbau tidak berdiri terlalu dekat saat kereta lewat.

Warung ini juga menyediakan area indoor lesehan untuk pelanggan yang tidak ingin duduk di pinggir rel. Area ini menjadi alternatif bagi pengunjung yang lebih suka suasana tenang atau khawatir dengan suara keras dari kereta.

Namun, konsep pinggir rel ini juga memiliki tantangan tersendiri, terutama saat musim hujan. Sueb mengaku, hujan deras menjadi salah satu hambatan karena area duduk outdoor harus ditutup sementara. “Kalau hujan deras, pengunjung pindah ke dalam. Kadang juga sepi kalau hujan lama,” tuturnya.

Meski begitu, kondisi cuaca tidak menyurutkan minat pelanggan yang ingin mencoba sensasi makan di tempat tersebut. Banyak pengunjung yang datang kembali di hari berikutnya ketika cuaca sudah cerah.

Salah satu karyawan, Ariel Budianto, mengatakan bahwa warung ini kini semakin dikenal setelah viral di media sosial. “Banyak yang tahu dari TikTok sama Instagram. Mereka datang buat foto atau bikin konten karena tempatnya unik banget,” ujarnya.

Ariel menambahkan bahwa Pancong Yaya beroperasi 24 jam dengan sistem kerja bergantian antar pegawai. “Kita bagi tiga shift, pagi, siang, dan malam. Jadi kapan pun pengunjung datang, tetap bisa dilayani,” katanya.

Waktu paling ramai biasanya sore hingga malam hari. Pada jam tersebut, suasana menjadi lebih estetik dengan cahaya lampu dan suara kereta yang melintas di antara percakapan pengunjung.

Mayoritas pengunjung berasal dari warga lokal Jakarta dan sekitarnya, namun banyak juga wisatawan luar kota yang datang karena penasaran dengan “kuliner pinggir rel” yang sedang viral.

Selain suasana yang unik, Pancong Yaya juga dikenal karena pelayanan ramah dan harga yang terjangkau. Banyak pelanggan datang kembali karena merasa puas dengan pengalaman yang ditawarkan.

Dengan perpaduan antara cita rasa pancong lumer khas Jakarta dan pengalaman makan di tepi rel yang menegangkan namun menyenangkan, Kue Pancong Yaya berhasil mempertahankan eksistensinya lebih dari enam dekade sebagai salah satu ikon kuliner legendaris Ibu Kota.(E2-KS)

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Wisata & Kuliner

Cara Unik De Karre Coffee Eatery Memikat Hati Pencinta Kuliner Lewat Promo Weekdays 

JAKARTA, Bisnistoday,- ​Kawasan Jakarta Selatan kembali menghadirkan destinasi kuliner baru yang siap...

Wisata & Kuliner

Oreo dan BTS Hadirkan Cita Rasa Budaya Korea lewat Kreasi Biskuit 

JAKARTA, Bisnistoday, J — RM, Jin, SUGA, J-hope, Jimin, V, dan Jung...

Wisata & Kuliner

Pandawa Warung Kopi: Saat Rindu Menjadi Rasa, dan Sydney Menjadi Indonesia

SYDNEY, Bisnistoday,- Di lantai dasar gedung ikonik Wesley Mission, 220 Pitt Street,...

Mal CIputra 1
Wisata & Kuliner

FOTO: Liburan Sekolah, Wisata Hutan Edukatif ‘Explore The Jungle’ Hadir di Mal Ciputra Jakarta

JAKARTA, Bisnistoday — Explore The Jungle menghadirkan wisata hutan edukatif di Mal...