www.bisnistoday.co.id
Selasa , 14 Juli 2026
Home EKONOMI 2020, Realisasi Pembangunan Pembangkit Listrik Hanya 55 Persen
EKONOMI

2020, Realisasi Pembangunan Pembangkit Listrik Hanya 55 Persen

Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Realisasi pembangunan pembangkit listrik sepanjang tahun 2020 hanya mencapai 2.866,6 Mega Watt (MW), atau 55 persen dari target yang sebesar 5.209,48 MW. Hal ini disebabkan oleh dampak pandemi Covid-19 yang menghantam di hampir semua lini usaha.

“Infrastruktur, baik itu dari pembangkitan, transmisi, gardu induk, jaringan distribusi, itu semuanya di bawah 60 persen meski masih tetap di atas 50 persen (capaiannya). Sangat patut diduga ini semua most likely (kemungkinan besar) lebih banyak karena Covid-19,” kata Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Rida Mulyana saat jumpa pers secara virtual di Jakarta, Rabu (13/1).

Ia mengungkapkan pembangunan pembangkit terkendala karena pembatasan aktivitas di lapangan ditambah adanya keterlibatan tenaga kerja asing. “Maka kemudian terpaksa target COD (Commercial Operation Date/operasi komersial) dimundurkan. Itu membuat target 2020 tidak sebagaimana diharapkan atau sebagaimana kita targetkan di awal,” imbuhnya.

Mundurnya pembangunan pembangkit, lanjut Rida, juga berdampak pada capaian penambahan transmisi sebanyak 2,648 kms atau 59 persen dari target 4.459,6 kms. Demikian pula penambahan gardu induk yang hanya 7.870 MVA atau 55 persen dari target 14.247 MVA.

Penambahan jaringan distribusi tercatat hanya 27.434 kms atau 59 persen dari target 46.412 kms. Kendati demikian, penambahan gardu distribusi mencapai 2.590 MVA atau 81 persen dari target 3.212 MVA.

“Ini dalam rangka meningkatkan pelayanan untuk pelanggan, dari tiap tahun memang ada penambahan jumlah pelanggan, maka dengan sendirinya tak terhindarkan pembangunan gardu distribusi tidak banyak terpengaruh oleh Covid-19 dan harus dilaksanakan,” katanya.

Sementara itu, Kementerian ESDM mencatat konsumsi listrik per kapita sepanjang 2020 mencapai 1.089 kWh/kapita atau 95 persen dari target 1.142 kWh/kapita.

Rida mengungkapkan capaian konsumsi listrik itu merupakan akumulasi dari pemakaian di sektor rumah tangga, bisnis dan industri. Ia mengakui, meski pemakaian listrik rumah tangga naik karena tingginya aktivitas bekerja dari rumah, pemakaian listrik oleh sektor bisnis dan industri turun drastis karena pembatasan aktivitas di tengah pandemi.

“Maka secara resultan, konsumsi per kapitanya itu untuk 2020 itu tidak sesuai dengan target tapi masih cukup menggembirakan di 95 persen,” katanya./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Presiden: Barang Bersubsidi Harus Disalurkan Lewat KDKMP

JAKARTA, Bisnistoday — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa seluruh barang...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Menkop Tegaskan Komitmen Lanjutkan Cita-Cita Bung Hatta

JAKARTA, Bisnistoday - Menteri Koperasi Ferry Juliantono bersama Wakil Menteri Koperasi Farida...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Menkop Ziarah ke Makam Bung Hatta Menyambut Harkopnas ke-79

JAKARTA, Bisnistoday – Menjelang peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79, Menteri Koperasi...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Berstatus Pengusaha Mikro, Ojol Segera Dapat Akses KUR

JAKARTA, Bisnistoday - Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengatakan status pengemudi ojek online...