www.bisnistoday.co.id
Senin , 27 April 2026
Home NASIONAL & POLITIK Jalan Tol Rawan Kecelakaan Perlu Dievaluasi
NASIONAL & POLITIK

Jalan Tol Rawan Kecelakaan Perlu Dievaluasi

Kejadian kecelakaan tunggal kendaraan Minibus di Ruas Tol Jombang-Mojokerto, baru-baru ini.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Pengelola jalan tol Ruas Jombang – Mojokerto maupun Jalan Tol ruas Cikampek-Palimanan (Cipali) diminta untuk melakukan evaluasi terhadap area terjadi kecelakaan baik Kelg Vanessa Angel serta ketiga Guru Besar UGM dalam waktu tidak berselang lama. Selain itu, juga operator jalan tol bisa meningkatkan perlindungan pengguna jalan dengan asuransi pelengkap selain Jasa Rahardja yang melekat di STNK kendaraan. 

“Bagi operator tol perlu mengevaluasi seksi mana ruas tol yang terjadi kecelakaan untuk di check apakah ada gangguan teknis atau struktur yang perlu diperbaiki. Ini semata agar tidak ada kecelakaan berikutnya,” ungkap  Leny Maryori, pengamat Infrastruktur, di Jakarta, Sabtu (6/11).

Selain itu, menurut Leny, operator jalan tol juga perlu mempertimbangkan asuransi bagi pengguna tol tanpa pengecualian sebagai subplement asuransi dari PT Jasa Raharja yang sudah melekat pada STNK kendaraan.

Lebih lanjut, Leny mengatakan,  kecelakaan di jalan tol terjadi fatal karena kecepatan dan kurang mahir pengendara.Sebenarnya, freeway atau jalan tol atau jalan bebas hambatan sebenarnya dirancang untuk kecepatan 110 km / jam. Tetapi banyak mobil penumpang yang dirancang bisa mencapai kecepatan 200 km/ jam bahkan dirancang bisa kecepatan 240 km/ jam. 

“Menyetir mobil dengan kecepatan 120-160 km / jam itu sudah memerlukan keahlihan menyetir yang sangat skillful/ mahir atau hanya bisa dilakukan sopir atau pembalab yang profesional,” ujarnya.

Menurut Leny jalan tol atau freeway walau dirancang untuk kecepatan 110-120 km / per jam, sejatinya juga masih sangat nyaman digunakan untuk kecepatan 160 km / jam oleh sopir yang profesional. 

“Melebihi kecepatan 160 km / jam sudah tindakan menantang bahaya. Apalagi dilakukan dng gangguan life di SosMed dan lainnya. Seharusnya kontrol atas pengendara itu yang harus dipastikan untuk keselamatan driving di jalan toll.”

Bagi operator jalan tol tentu telah mendapatkan ijin operasi dengan lolos uji kelayakan keselamatan teknis termasuk uji design alignment corridor toll sesuai kecepatan rancangan dan aspek teknis lainnya. “Perlu evaluasi dan perawatan berkala untuk menjaga kelayakan teknis bagi kenyamanan  dan keselamatan pengguna toll road,” katanya.

Leny menambahkan, mengingat kebanyakan kecelakaan fatal di toll road adalah karena kecepatan tinggi, maka perlu mengedukasi masyarakat untuk menyetir di jalan tol pada kecepatan di bawah 110 km / jam, dan untuk jarak jauh disarankan memilih sopir yang mempunyai kedewasaan dan kematangan serta kemampuan menyetir mobilnya dengan baik. 

“Karena setiap mobil juga mempunyai spesifikasi teknis yang berbeda-beda, sehingga sopir sebaiknya sudah tahu mengendarainya dengan baik, serta istirahat yang cukup di rest area yg disediakan,” paparnya. 

Tunggu Laporan KNKT

Deddy Herlambang, Direktur Eksekutif INSTRAN enggan berkomentar sebelum munculnya hasil penyelidikan dari Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Hanya, saja menurut Deddy peristiwa kecelakaan transportasi sedikitnya ada empat penyebabnya. Pertama, sarana kendaraannya, kedua prasarana jalannya, ketiga, pengemudinya (manusia) serta kempat faktor lingkungan/alam.

“Kalau banyak riset mengatakan bahwa kecelakaan di jalan disebabkan oleh faktor kelalaian manusia itu 90%,” tutur Deddy.

Ia berpendapat, apabila banyak terjadi laka di KM yang sama, dapat dikatakan ada masalah di geometri jalan tolnya. Sementara di kecelakaan guru besar UGM di KM 113+800B ruas Tol Cipali dan Kelg Vanessa Engel di KM 672.400 ruas Tol Jombang-Mojokkerto merupakan area jalan yang baru pertama terjadi kecelakaan. 

Dengan begitu, Deddy mengaku belum menyimpulkan bahwa kecelakaan tersebut karena ada masalah di kualitas jalan tolnya. Kalau kecelakaan guru besar UGM adalah menabrak dari belakang kendaraan lain. Kendaraan yang didepan hingga kini belum ada informasi apakah itu truk atau kendaraan besar lain. Karena belum ada info korban atas kendaraan yang ditabrak didepannya./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

Related Articles

NasionalNASIONAL & POLITIK

Pahami Proses Pengurusan Kesesuaian Tata Ruang untuk Pengembangan Usaha

JAKARTA. Bisnistoday - Setiap pelaku usaha dalam mengembangkan bisnisnya memerlukan izin Kesesuaian...

Kantor Pertanahan Palangka Raya Perbarui Zona Nilai Tanah
NasionalNASIONAL & POLITIK

Kantor Pertanahan Palangka Raya Perbarui Zona Nilai Tanah

PALANGKA RAYA, BisnisToday – Kantor Pertanahan Kota Palangka Raya menggelar rapat koordinasi...

HumanioraNASIONAL & POLITIK

BRI Life Berbagi Kebahagiaan Anak-Anak Yatim dan Dhuafa

JAKARTA, Bisnistoday - PT Asuransi BRI Life mengadakan kegiatan berbagi berkah Ramadan...

HumanioraNASIONAL & POLITIK

BUMN Mudik Gratis 2026, Akan Berangkatkan Lebih 100 Ribu Pemudik

JAKARTA, Bisnistoday – Badan Pengaturan BUMN bersama BPI Danantara kembali menyelenggarakan Program...