JAKARTA, Bisnistoday – Kabupaten Kendal terus menunjukkan performa impresif sebagai salah satu daerah tujuan investasi paling menjanjikan di Jawa Tengah. Di tengah kompetisi antarwilayah dalam menarik modal, Kendal berhasil mencatatkan capaian investasi tertinggi sepanjang 2025, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang signifikan.
Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, mengungkapkan bahwa total investasi yang masuk ke wilayahnya mencapai Rp15,85 triliun pada 2025. Angka ini berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi Kendal yang mencapai 7,99 persen, tertinggi di Jawa Tengah. Capaian tersebut tidak lepas dari strategi terintegrasi antara pembangunan industri, penguatan sumber daya manusia (SDM), serta percepatan infrastruktur.
Salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi Kendal adalah keberadaan Kawasan Industri Kendal (KIK). Kawasan ini telah berkembang pesat dan menjadi pusat aktivitas industri dengan sekitar 258 perusahaan yang beroperasi. Dari aktivitas tersebut, tercatat sekitar 65 ribu tenaga kerja telah terserap, memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat lokal.
Pemerintah daerah tidak berhenti pada capaian saat ini. Pengembangan tahap kedua KIK seluas 1.200 hektar tengah berjalan. Selain itu, rencana pembangunan Kawasan Industri Silver (KIS) dengan luas serupa juga disiapkan. Jika seluruh proyek ini terealisasi, total kawasan industri di Kendal diproyeksikan mencapai 3.000 hektar.
Pembangunan Jalan Baru
Untuk menunjang aktivitas industri yang terus berkembang, pemerintah daerah mengusulkan pembangunan jalur jalan baru di kawasan pesisir guna meningkatkan efisiensi logistik. Proyek ini diharapkan dapat masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) agar percepatan pembangunan infrastruktur dapat terealisasi lebih optimal.
Selain fokus pada investasi fisik, Pemkab Kendal juga menaruh perhatian besar pada peningkatan kualitas SDM. Konsep link and match antara pendidikan vokasi dan kebutuhan industri terus didorong. Kurikulum sekolah kejuruan dan pelatihan kerja disesuaikan dengan kebutuhan dunia usaha agar tenaga kerja lokal mampu bersaing.
Salah satu program unggulan adalah “Satu Desa Satu Sarjana” yang memberikan akses pendidikan bagi pelajar berprestasi dari keluarga kurang mampu. Program ini didukung oleh perusahaan melalui skema tanggung jawab sosial (CSR), sekaligus memperkuat kolaborasi antara dunia industri dan pendidikan.
Di sisi lain, pertumbuhan industri turut membuka peluang investasi baru di sektor properti dan hunian. Kebutuhan tempat tinggal bagi pekerja, khususnya level manajemen, masih tinggi. Pemerintah pun telah menyediakan rumah susun sederhana sewa dengan tarif terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah./



