JAKARTA, Bisnistoday- Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Rabu (10/11) ditutup menguat 13,22 poin ke posisi 6.683,15, sementara indeks LQ45 naik 5,78 poin ke posisi 958,4. Penguatan didukung oleh membaiknya data ekonomi dalam negeri.Tim Riset Ajaib Sekuritas dalam ulasannya menyebutkan, penguatan IHSG kali ini didukung
data ekonomi dalam negeri yang membaik, di mana IKK tercatat sudah ke level optimis. Selain itu rilis kinerja emiten di kuartal III 2021 yang solid dan lebih baik dari ekspektasi, serta aksi pembelian bersih investor asing terhadap saham-saham berkapitalisasi besar, menjadi katalis positif.
Survei Konsumen Bank Indonesia pada Oktober 2021 mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi terus menguat sejalan dengan membaiknya mobilitas masyarakat.
Hal itu tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Oktober 2021 yang tercatat sebesar 113,4, meningkat dari 95,5 pada September 2021, serta kembali berada pada area optimis (>100).
Dibuka melemah, IHSG bergerak fluktuatif pada sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih melemah, namun tak lama menguat dan terus berada di teritori positif hingga penutupan bursa saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tujuh sektor meningkat dimana sektor perindustrian naik paling tinggi yaitu 1,42 persen, diikuti sektor teknologi dan sektor energi masing-masing 0,71 persen dan 0,7 persen.
Sedangkan empat sektor terkoreksi dengan sektor barang konsumen primer turun paling dalam yaitu 0,54 persen, diikuti sektor properti dan sektor kesehatan masing-masing 0,49 persen dan 0,28 persen
Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi beli saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing atau net foreign buy sebesar Rp286,53 miliar.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.179.189 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 19,88 miliar lembar saham senilai Rp11,31 triliun. Sebanyak 229 saham naik, 273 saham menurun, dan 170 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei melemah 178,68 poin atau 0,61 persen ke 29.106,78, Indeks Hang Seng naik 183,01 poin atau 0,74 persen ke 24.996,14, dan Indeks Straits Times terkoreksi 12,1 atau 0,37 persen ke 3.231,32.
Rupiah Melemah Tipis
Sementara itu, kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta melemah tipis, seiring pelaku pasar yang masih menanti dan mencermati data inflasi Amerika Serikat (AS).
Rupiah sore ini ditutup melemah 4 poin atau 0,03 persen ke posisi Rp14.254 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.250 per dolar AS.
“Kelihatannya rupiah masih konsolidasi. Mungkin menunggu data inflasi AS yang akan dirilis malam ini,” kata Pengamat Pasar Uang, Ariston Tjendra seperti dilansir Antara.
Menurut Ariston, data inflasi AS masih disoroti pelaku pasar karena akan menentukan kebijakan suku bunga bank sentral AS, Federal Reserve (Fed) selanjutnya.
Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp14.263 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.240 per dolar AS hingga Rp14.293 per dolar AS.
Sementara itu kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Rabu melemah ke posisi Rp14.253 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.233 per dolar AS./









































