JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian PUPR melalui Ditjen Cipta Karya tengah menyelesaikan pembangunan tahap II, Universitas Islam International Indonesia (UIII) di Depok, Jawa Barat. Tahap II tersebut meliputi, pembangunan Perpustakaan, Masjid, serta Apartemen khusus untuk perempuan.
“Untuk tahap I, telah diselesaikan oleh Kementerian Agama, yakni Gedung Rektorat, sedagankan tahap II dikerjakan oleh Kementerian PUPR yakni perpustakaan, masjid serta apartemen female dan tuntas 2021,” ungkap Dirjen Cipta Karya, Kementerian PUPR, Diana Kusumastuti, dalam kegiatan Presstour bersama media, di Kampus UIII, Depok, Jawa Barat, Sabtu (4/12).
Dia menuturkan, pembangunan akan dilanjutkan pada tahap III yang meliputi Kampus B, Perumahan dosen serta TPS-3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle). Pembangunan tahap III ini merupakan serangkaian kegiatan pembangunan Kampus UIII yang berlangsung selama 2018 – 2023 mendatang sesuai dengan masterplan.
“Untuk tahap ketiga, diharapkan selesai dikerjakan pada 30 September 2022 mendatang dengan anggaran Rp 173 Miliar dengan kondisi sekarang progresnya masih 27 persen,” terang Diana Kusumastuti.
Diana menceritakan, bahwa pembangunan Kampus UIII dilaksanakan sesuai dengan hasil rapat terbatas Wapres RI, pada 9 Agustus 2016 lalu. Didalam hasil ratas tersebut, Kementerian PUPR mendapatkan tugas untuk menyusun masterplan.
“Penyelesaikan masterplan ini tuntas pada akhir Desember 2016. Kemudian dilanjutkan dengan penyusunan DED (detail design engineering) pada 2017 dan ditetapkan keseluruhan pembangunan selama 6 tahun (2018-2023),” terangnya.
Hal ini dengan mempertimbangkan, kemampuan dari pengelolaan, pemeliharaan dan juga pemilihan gedung prioritas yang dibangun. Ini berdasarkan estimasi mahasiswa dapat direkrut dalam lima tahun mendatang.
“Groundbreaking 5 Juni 2018, dan ditetapkan sebagai proyek strategis Nasional sesuai dengan Perpres No.56/2018 tetangn perubahan kedua, Perpres No.3/2016 tentang percepatan PSN. “
Pembangunan ini juga Perpres 43/ 2019, pembangunan rehabilitas pasar raktya, prasarna peguruan tinggi agama Islam. Banyak sekali Kementeian PUPR, yang rusak berat dan perguruan tinggi yang mangkrak untuk diselesai. “Kemendikburistek justru agar fokus pada substansinya dan Kementerian PUPR melakukan pembangunanya,” ujarnya./







































