www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 25 April 2026
Home EKONOMI Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2022 Diperkirakan 5,2%-5,8%
EKONOMI

Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2022 Diperkirakan 5,2%-5,8%

PERTUMBUHAN EKONOMI : Kementerian Keuangan memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia berkisar 5,2%-5,8% tahun 2022 apabila kasus pandemik Covid-19 terkendali dan tercapainya kekebalan imunitas.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Pertumbuhan ekonomi pada tahun 2022 diperkirakan berkisar antara 5,2%-5,8%. Target tersebut akan terealisasi apabila pendemik Covid-19 serta herd immunity dapat diselesaikan sesuai target. Hal tersebut diungkapkan oleh Staf Ahli Menteri Keuangan Halim Alamsyah.

“Pertumbuhan tersebut juga dapat tercapai apabila aktivitas produksi mulai normal, konsumsi masyarakat pulih dan mencapai kisaran 5 persen,” kata Halim dalam siaran pers yang diterima, Jumat (14/1).

Menurutnya, pemerintah juga perlu mengimplementasikan reformasi struktural guna mendorong arus investasi masuk yang diarahkan pada sektor-sektor bernilai tambah tinggi serta berorientasi ekspor. Investasi ini juga perlu diprioritaskan untuk sektor-sektor yang menciptakan banyak lapangan kerja berkualitas.

Halim menyebut terdapat tiga tantangan yang dihadapi semua negara pada tahun 2022, antara lain fenomena inflasi dunia yang mengalami kenaikan karena pasokan dan permintaan yang terdisrupsi serta krisis energi.

Di samping itu ketidakpastian pasar dalam menyikapi kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (Fed)  dan perubahan kebijakan The Fed. 

“Menghadapi situasi ketidakpastian ekonomi global, ketahanan ekonomi sebuah negara benar-benar diuji. Apakah dapat tahan jika ekonomi global terguncang, tentu akan terlihat, dan Indonesia adalah negara dengan fundamental ekonomi yang baik, meski harus diakui negara kita bukan berbasis manufaktur tapi komoditas,” terang Halim.

Karena itu, menurutnya, Indonesia diuntungkan oleh permintaan komoditas yang tinggi, sementara sejumlah negara menghadapi krisis energi.

“Hal ini terlihat dari kinerja neraca perdagangan yang surplus berikut juga Current Account Deficit (CAD) tidak terjadi, tapi justru surplus,” ucapnya./Ant

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

Related Articles

EKONOMIEkonomi & Bisnis

LPDB Koperasi Siapkan Pembiayaan PLTS untuk Percepat Elektrifikasi Desa

JAKARTA, Bisnistoday – Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi menegaskan komitmennya untuk...

Meta bakal Pangkas Ribuan Karyawan (unsplash/julio-lopez)
EKONOMIEkonomi & BisnisOtomotif & Tekno

Meta dan Microsoft bakal Pangkas Ribuan Karyawan

JAKARTA, Bisnistoday - Perusahaan teknologi raksasa, Meta dan Microsoft bakal memangkas jumlah...

Perang Iran Pengaruhi Harga Obat (unsplash/roberto sorin)
EKONOMIHumanioraSport & Health

Gejolak di Timur Tengah Picu Kenaikan Harga Obat

JAKARTA, Bisnistoday - Perang Amerika Serikat dan Israel melawan Iran  telah memicu...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Berpengalaman 75 Tahun, Kemenkop Gandeng CDF Canada Kembangkan Koperasi di Indonesia

JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian Koperasi (Kemenkop), bersama Co‑operative Development Foundation (CDF) of...