JAKARTA, Bisnistoday – Pedagang kaki lima yang tergabung dalam Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) telah menyiapkan gerakan revolusi ekonomi rakyat nusantara ketika para kawula alit ini tidak mendapatkan kemerdekaan berusaha.
“Tat kala mereka direnggut atau terjajah, kita sudah punya pengalaman pahit 350 tahun lebih, dan saya akan pimpin sendiri revolusi ekonomi rakyat semesta nusantara,” tegas Ketua Umum APKLI, dr Ali Mahsun Atmo, M.Biomed, saat kegiatan pengukuhan Ketua Harian DPP APKLI, Hery Haryanto Azumi di Setu Pedongkelan, Jakarta Timur, baru-baru ini.
Acara tersebut dihadiri sejumlah aktifis UMKM, dan jaringan sosial kemasyaratan, pemulung, pedagang kelontong, pedagang kopi keliling, tukang bakso, tukang becak, dan lainnya. Pengukuhan Ketua Harian DPP APKLI disaksikan oleh ratusan hadirin secara nasional.
Ali Mahsun menegaskan, kegiatan ini merupakan wujud dari pertemuan pelaku ekonomi rakyat, dengan tujuan satu yakni ingin ekonomi rakyat, para PKL maju, berkembang dan unggul di negeri sendiri.
“Kita tak pernah ikhlas, ekonomi direnggut atau dijajah oleh kongsi kita sendiri maupun asing. Saya tegaskan kembali, APKLI tak pernah anti asing, tetapi kahadirannya harus memberikan manfaat, sehingga kami datang dengan karpet merah, dan jadi partner bersama,” terangnya.
Habib Haedar Ali, salah satu tokoh masyarakat yang hadir mengatakan, para pedagang kaki lima sudah ada sejak 1811 atau zaman Napoleon, kala itu untuk ditata keberadaannya sehingga bisa hidup berdampingan dengan nyaman. “Negara ini begitu kaya, namun mirisnya kehidupan ekonomi masyarakatnya menyedihkan.”
Haedar mengatakan, Indonesia kaya karena berada di sepertiga lingkaran kartulistiwa atau poros bumi. Ekosistem laut pusatnya berada di tengah sumber energi yakni garis kartulistiwa. “Ikan kalau berkembang biak, akan lari ditengah kartulistiwa, dan nelayan asing juga berkali-kali ikut berebut ikan di negeri kita.
“saya terharu dengan mars APKLI, dinyanyikan tadi, kalau panas kenapasan, kalau dingin kedinginan. Hidup kerja keras untuk makan. Saya wakafkan, dharmakan pemikiran serta aset saya untuk mereka,” cetusnya.
Ketum Hipmikindo, Syahnan Phalipi menyatakan siap untuk mendampingi para pelaku pedagang kaki lima dalam hal digitalisasi dan dukungan pedanaan. Indonesia sekarang masuk seperti zaman VOC dulu. “Pedagang harus melek digital juga, harus mengikut perkembangan dan jangan lantas dilindas pelaku pendanaan asing, yang siap menghantam ekonomi usaha mikro,” terangnya./



