www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 31 Oktober 2026
Home EKONOMI Gejolak di Timur Tengah Picu Kenaikan Harga Obat
EKONOMIHumanioraSport & Health

Gejolak di Timur Tengah Picu Kenaikan Harga Obat

Meskipun rantai pasokan farmasi tidak dalam bahaya langsung, obat-obatan sangat rentan terhadap logistik udara.

Perang Iran Pengaruhi Harga Obat (unsplash/roberto sorin)
Perang Iran Pengaruhi Harga Obat (unsplash/roberto sorin)
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Perang Amerika Serikat dan Israel melawan Iran  telah memicu kenaikan harga hampir semua barang, tidak hanya minyak.

Pada awal perang, pasokan BBM, gas, dan pupuk global menjadi fokus utama krisis ini. Namun, akhir-akhir ini, apoteker juga mencatat lonjakan harga obat-obatan dan alat kontrasepsi seperti kondom, sebagai akibat dari konflik ini.

Di Inggris, misalnya, apotek mengenakan harga 20 hingga 30 persen lebih tinggi untuk obat-obatan bebas resep, dan harga obat penghilang rasa sakit seperti parasetamol telah meningkat lebih dari empat kali lipat. Di India, apoteker melaporkan kenaikan harga obat penghilang rasa sakit semacam ini hingga 96 persen.

Faktor penyebab

Lantas, apa penyebab kenaikan harga ini dan seberapa parah negara-negara di seluruh dunia akan terpengaruh?

Sejak awal perang, Iran telah memblokir Selat Hormuz, yang menjadi jalur distribusi bagi  20 persen pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia. Para ahli mengatakan hal ini juga telah mengganggu rantai pasokan farmasi, yang bergantung pada pasokan minyak.

“Farmasi terkait erat dengan bahan baku petrokimia, yang sebagian besar bersumber melalui Teluk Persia,” kata Frederic Schneider, seorang peneliti senior di Middle East Council on Global Affairs, kepada Al Jazeera.

“Selain itu, beberapa jalur logistik, termasuk untuk farmasi, misalnya, antara Asia Timur dan Eropa, memiliki pemberhentian transhipment laut dan udara yang penting di Teluk, khususnya di Dubai. Jalur-jalur ini sangat rentan karena banyak jenis obat membutuhkan penanganan khusus, termasuk suhu dingin yang tidak terputus. Keduanya telah terganggu akibat perang,” tambahnya.

Wouter Dewulf, seorang profesor di Universitas Antwerp di Belgia dan seorang ahli logistik farmasi, memperingatkan bahwa meskipun rantai pasokan farmasi tidak dalam bahaya langsung, obat-obatan sangat rentan terhadap logistik udara.

Perang AS-Israel di Iran telah menyebabkan gangguan serius bagi maskapai penerbangan. Banyak pembatalan penerbangan, penutupan wilayah udara, dan krisis bahan bakar jet yang mengancam distribusi logistik.

“Sekitar 35 persen obat-obatan diangkut melalui udara, dan sekitar 90 persen obat-obatan dan vaksin yang penting atau menyelamatkan nyawa juga diangkut melalui udara. Saya memperkirakan bahwa 22 persen arus kargo udara global terdampak konflik di Timur Tengah,” katanya.

“Jadi, dampak global utama saat ini adalah penundaan, pengalihan rute, dan biaya yang lebih tinggi, daripada kekurangan pasokan.”

“Mungkin akan ada sedikit kenaikan harga obat-obatan, karena kenaikan tarif kargo udara, terutama di koridor timur-barat. Untuk obat generik, di mana margin keuntungannya jauh lebih tipis, kenaikan harga relatif mungkin lebih tinggi,” tambahnya.

Parasetamol

Apotek di Inggris dan India telah mencatat kenaikan harga parasetamol, obat yang umum digunakan untuk mengobati sakit kepala dan flu.

“Harga parasetamol naik sekitar 96 persen,” kata mantan anggota dewan Asosiasi Apoteker Visakha di India kepada Economic Times.

Ia mengatakan lonjakan harga bahan baku yang digunakan untuk membuat obat-obatan tersebut menjadi penyebabnya. Menurutnya harga parasetamol dapat melonjak lagi sebesar 30 hingga 40 persen.

Olivier Picard, ketua Asosiasi Apotek Nasional (NPA) mengatakan kepada surat kabar The Guardian bahwa harga yang ia bayarkan kepada pedagang grosir untuk satu kemasan 100 tablet parasetamol 500 mg telah melonjak 41 pence (55 sen) menjadi 1,99 poundsterling.

Meskipun harga obat-obatan sudah mulai meningkat di beberapa negara, Schneider mengatakan kepada Al Jazeera bahwa dampaknya di seluruh dunia akan bergantung pada beberapa faktor, termasuk ketersediaan pemasok lain.

“AS memiliki pasokan hidrokarbon dan petrokimia domestik, dan China dapat memenuhi sebagian besar kebutuhannya dari tempat lain. Namun, India adalah produsen farmasi utama dan bergantung pada pasokan dari Teluk, yang merupakan titik hambatan utama dalam jaringan pasokan farmasi global,” katanya.//

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Wamendikdasmen
Humaniora

Momentum Sumpah Pemuda, Wamendikdasmen Fajar Tekankan Pentingnya Pendidikan Karakter Sejak Dini

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Pendidikan karakter perlu dibangun sejak dini melalui keterlibatan keluarga,...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

KDKMP Garap Bisnis Minyak Jelantah, Pasok ke Pertamina

BANYUMAS, Bisnistoday.co.id — Empat Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP)  KDKMP di Banyumas,...

EKONOMI

Menkop Targetkan Koperasi Sawit Bangun Pabrik Minyak Goreng

JAKARTA, Bisnistoday — Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menargetkan koperasi petani sawit...

Dirjen
Humaniora

Penyelenggaraan TKA Dorong Murid SMAN 8 Bandung Meraih Pendidikan di PTN Impian

BANDUNG, Bisnistoday.co.id - Sebanyak 1,6 juta murid Sekolah Menengah Atas (SMA) mengikuti...