JAKARTA, Bisnistoday- Menjelang pengumuman hasil pertemuan bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed), nilai tukar rupiah (kurs) yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Rabu (16/3) ditutup menguat 15 poin ke posisi Rp14.312 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan seselumnya yang berada di Rp14.327 per dolar AS.
Analis sekaligus Direktur PT TREX Garuda Berjangkan, Abrahim Assuaibi di Jakarta, Rabu (16/3) mengatakan, pelaku pasar saat ini tenga menunggu keputusan kebijakan terbaru dari The Fed.
The Fed diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin, namun investor menanti pernyataan The Fed tentang kebijakan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang.
Pelaku pasar ingin melihat apakah The Fed memberikan petunjuk tentang seberapa cepat akan menaikkan suku bunga lagi.
Pasar juga bergulat dengan pentingnya pembicaraan antara Rusia dan Ukraina serta indikasi bahwa penguncian Covid-19 akan menghambat pertumbuhan ekonomi di China.
Minyak mentah berjangka Brent turun sebanyak 8 persen setelah kekhawatiran atas pasokan mereda oleh pembicaraan gencatan senjata Ukraina yang sedang berlangsung dan karena meningkatnya kasus Covid-19 di China dikhawatirkan membuat pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat dan permintaan minyak yang lebih sedikit.
Rupiah pada pagi hari dibuka menguat ke posisi Rp14.299 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.294 per dolar AS hingga Rp14.321 per dolar AS.
Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Rabu menguat ke posisi Rp14.311 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.321 per dolar AS./






































