JAKARTA, Bisnistoday – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (25/4) ditutup melemah 9,62 poin atau 0,13 persen ke posisi 7.215,97. Terkoreksinya IHSG, akibat kembali meningkatnya kekhawatiran kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat (AS), The Fed.
“Pasar jatuh karena ketakutan oleh prospek kenaikan suku bunga Fed meningkat,” kata Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Muhammad Nafan Aji di Jakarta.
Menurutnya, sentimen negatif akibat Ketua Fed Jerome Powell mengatakan kenaikan suku bunga 50 basis poin (bps) ada “di atas meja” pada pertemuan Mei dan Presiden Fed St. Louis James Bullard melontarkan gagasan kenaikan 75 bps.
Pernyataan tersebut secara efektif mengonfirmasi ekspektasi pasar tentang kenaikan suku bunga setengah poin lagi dari Fed bulan depan. Beberapa riset memperkirakan akan terdapat kenaikan 75 bps pada pertemuan Juni dan Juli, yang akan menjadi yang terbesar sejak 1994.
Di sisi lain, Nafan menjelaskan minimnya katalis positif dari domestik menjadi salah satu faktor yang belum bisa mengangkat IHSG ke zona positif hari ini.
Dibuka melemah, IHSG terus jatuh di zona merah sepanjang sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG mulai beranjak namun tetap dalam teritori negatif hingga penutupan perdagangan bursa saham.
Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi beli saham oleh investor asing di seluruh pasar yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing atau net foreign buy di seluruh pasar sebesar Rp3,49 triliun. Sedangkan di pasar reguler tercatat aksi beli asing dengan jumlah beli bersih Rp137,66 miliar.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.565.186 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 30,81 miliar lembar saham senilai Rp19,63 triliun. Sebanyak 162 saham naik, 388 saham menurun, dan 150 tidak bergerak nilainya./Ant








































