JAKARTA, Bisnistoday – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menolak rencana pemerintah untuk menaikkan harga BBM Bersubsidi khususnya jenis Pertalite dan Solar. PKS menilai kenaikan BBM subsidi hanya membuat rakyat semakin sengsara.
“Ini hanya akan membuat masyarakat makin menderita setela dua tahun lebih terdampak Covid-19,” kata Mulyanto, Wakil Ketua Fraksi PKS DPR-RI melalui keterangan di akun IG @pk-sejahtera, baru-baru ini.
Kompak para kader PKS menyerukan penolakan terhadap rencana pemerintah menaikkan harga BBM Bersubsidi. Seperti yang diungkapkan oleh Rofik Hananto yang mengatakan, pemerintah tidak suka melihat rakyat senang.
“Heran aja, kok ada Pemerintah yang tidak suka rakyatnya senang. Lupa mungkin ya kalau mandate memerintah itu bersumber dari rakyat,” dalam keteranganya.
Sementara, Riyono, Ketua DPP PKS Bidang Tani dan Nelayan menyatakan bahwa kenaikan BBM subsidi membuat sengsara para nelayan. “Ada hampir 3000 kapal tidak bisa melaut karena biaya BBM membengkak sampai 60 % dari biasanya, Kenaikan BBM dan juga diiringi kenaikan perbekalan membuat sekarat nelayan,” katanya.
Sementara, Kurniasih Mufidayati, Ketua DPP PKS Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga mengakui, kenaikan harga BBM hanya membuat para ibu rumah tangga menanggung beban.
“Akhirnya siapa yang harus menanggung beban ini? Ya, Ibu rumah tangga para emak-emak yang setiap hari sudah dibebani cara mengirit pengeluaran karena ekonomi keluar sedangkan bangkut sejak pandemic,” menurutnya.
Ketua DPP PKS Bidang Ekono dan Keuangan, Anis Byarti memandang, pemerintah belum memperlihatkan kreatifitasnya dalam mengatasi lonjakan energi. “Pemerintah jangan mencari jalan pintas dalam menghadapi tingginya harga energi, padahal subsidi adalah salah satu bentuk keberpihakan Pemerintah terhadap masyarakat banyak.”


