www.bisnistoday.co.id
Senin , 18 Mei 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa PDB Lampaui Ekspektasi, Mirae Asset Prediksi Rupiah Jadi Kunci Arah IHSG
BursaHEADLINE NEWS

PDB Lampaui Ekspektasi, Mirae Asset Prediksi Rupiah Jadi Kunci Arah IHSG

GEDUNG BEI
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai pasar keuangan domestik masih cenderung berhati-hati meskipun data makroekonomi terbaru menunjukkan kinerja yang lebih baik dari ekspektasi. Hal ini tercermin dari pergerakan pasar yang belum sepenuhnya mencerminkan fundamental ekonomi yang solid, di tengah tekanan eksternal yang masih berlangsung.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (6/5) ditutup menguat 35,36 poin atau 0,50 persen ke posisi 7.092,47. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 1,18 poin atau 0,17 persen ke posisi 682,76. Angka ini melanjutkan rebound sebelumnya yang menguat 1,22% ke level 7.057,11 pada perdagangan Selasa (5/5).

Head of Research & Chief Economist PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto, menyampaikan bahwa penguatan IHSG masih sejalan dengan sentimen global dan belum mencerminkan perubahan fundamental yang signifikan.

“Masih terlalu dini untuk mengasumsikan bahwa penguatan ini akan berlanjut, mengingat aliran dana asing masih mencatatkan outflow dan belum terdapat katalis baru yang cukup kuat untuk mengubah arah pasar,” ujarnya.

Penguatan ini terjadi setelah rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia kuartal I 2026 yang tumbuh 5,61% secara tahunan (YoY), melampaui ekspektasi pasar. Namun demikian, investor asing masih mencatatkan net sell sebesar Rp518,39 miliar di seluruh pasar pada hari yang sama. Nilai tukar rupiah juga tetap berada dalam tekanan dan sempat menembus level 17.400 per dolar AS.

Stabilitas Nilai Tukar

Menurutnya, stabilitas nilai tukar menjadi faktor kunci dalam menarik kembali minat investor asing. “Selama volatilitas rupiah masih tinggi, investor global cenderung akan tetap berhati-hati dalam meningkatkan eksposur terhadap aset berdenominasi rupiah. Stabilisasi nilai tukar akan menjadi prasyarat penting untuk melihat pembalikan aliran dana asing yang lebih berkelanjutan,” tambah Rully.

Sementara itu, Research Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Novani Karina Saputri, menilai pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama didorong kuat oleh belanja pemerintah dan konsumsi rumah tangga selama periode Ramadan-Lebaran.

“Pertumbuhan 5,61% YoY ini ditopang oleh akselerasi belanja pemerintah yang meningkat signifikan hingga sekitar 21,8% YoY, serta konsumsi domestik yang solid. Strategi frontloading stimulus fiskal turut memberikan dorongan terhadap aktivitas ekonomi di awal tahun,” ujar Novani.

Ia menambahkan, secara kuartalan ekonomi masih mengalami kontraksi sekitar 0,8% QoQ yang mengindikasikan adanya faktor musiman. “Kami melihat pertumbuhan berpotensi mengalami normalisasi pada kuartal berikutnya seiring meredanya efek Ramadan-Lebaran dan berkurangnya dampak frontloading fiskal,” katanya.

Dari sisi eksternal, tekanan mulai terlihat melalui perlambatan ekspor dan peningkatan impor yang lebih kuat, serta kontraksi pada sektor pertambangan akibat pelemahan harga komoditas global. Ke depan, Novani memperkirakan Bank Indonesia akan mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75% sepanjang 2026, seiring inflasi yang relatif terkendali dan pertumbuhan yang masih solid.

Namun, ia mengingatkan bahwa risiko tetap ada, terutama jika tekanan terhadap rupiah berlanjut dan harga minyak tetap tinggi, yang berpotensi mendorong kebijakan moneter yang lebih ketat.Pasar akan mencermati sejumlah katalis utama ke depan, termasuk hasil Market Accessibility Review MSCI pada Juni 2026 serta konsistensi kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Aktifitas Bongkar Muat di Pelabuhan Belawan.
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Ekonom Soroti “Ongkos Pertumbuhan” di Balik Ekonomi 5,61 Persen

JAKARTA, Bisnistoday - Pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,61 persen pada Triwulan I-2026...

Mendag
HEADLINE NEWS

Dari Warung Kopi ke Pasar Dunia, UMKM Indonesia Mulai Bidik Ekspor Global

JAKARTA, Bisnistoday - Ketidakpastian ekonomi global dan persaingan perdagangan yang semakin ketat,...

Tol Dalam Kota
HEADLINE NEWS

Libur Panjang, Jasa Marga Perkirakan Lebih Dari 1,5 Juta Kendaraan Hilir Mudik di Jabotabek

JAKARTA, Bisnistoday - PT Jasa Marga (Persero) Tbk memproyeksikan sebanyak 1,58 juta...

Thirdhome
HEADLINE NEWSWisata & Kuliner

ThirdHome Bidik Wisatawan Premium, Indonesia Jadi Pasar Strategis di Asia Tenggara

JAKARTA, Bisnistoday - Tren wisata mewah di Indonesia terus menunjukkan geliat positif....