BANDUNG, Bisnistoday – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) bersama Kejaksaan Republik Indonesia menyelenggarakan kegiatan sinergi dalam pengawalan Program Indonesia Pintar (PIP) di satuan pendidikan.
Menurut Atip, terdapat beberapa faktor utama yang menyebabkan penyaluran PIP belum optimal.
“Masih ada pengembalian dana ke kas negara. Persoalannya antara lain sinkronisasi data, faktor geografis, hingga ketidaktahuanl prosedur,” ujar Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, saat acara Sinergi Kemendikdasmen dan Kejaksaan RI, mengenai Pengawasan Program Indonesia Pintar di Satuan Pendidikan melalui “Jaga Indonesia Pintar”, di Bandung, Rabu (6/5).
Kegiatan ini juga, Gubernur Jawa Barat, Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, serta Jaksa Agung Muda Intelijen.
Dalam pelaksanaannya, Wakil Menteri turut didampingi oleh jajaran pejabat Kemendikdasmen, antara lain Sekretaris Jenderal, Inspektur Jenderal, Kepala Puslapdik serta Direktur Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK).
Sekjen Kemendikdasmen, Suharti, PhD mengatakan, program PIP merupakan program strategis dengan menggunakan anggaran seperempat dari total anggaran Kemendikdasmen. Tahun ini PIP mendapat alokasi Rp 14,8 trilium untuk 19,48 juta murid.
“Program PIP sebagai jembatan harapan bagi keluarga kurang mampu, miskin dan rentan miskin. Kesenjangan ini akan semakin dikurangi melalui peran PIP.”
Dalam pelaksanaanya, Suharti mengaku belum berjalan benar-benar tepat sasaran, karena masih ada pengembalian ke kas negara dari program PIP sebesar Rp 535 miliar, dari 672 murid. Mudah-mudahan bisa semua tersalurkan atau nol pengembalian.
Bahkan, menurut Suharti, program PIP bisa menjangkau murid Taman Kanak Kanak (TK).
Ia berharap bahwa pihak Sekolah mengambil peran lebih, karena Sekolah leboh paham murid mana yang harus dibantu.
“Bagi yang mampu tak usah diusulkan, dan jangan sampai siswa kurang mampu malah tidak mendapat bantuan,”//


