www.bisnistoday.co.id
Kamis , 7 Mei 2026
Home EKONOMI Konsep Kripto dan Blockchain Berdampak Positif
EKONOMIEkonomi & Bisnis

Konsep Kripto dan Blockchain Berdampak Positif

PERDAGANGAN DIGITAL : Perdagangan aset kripto merupakan bagian dari ekonomi digital yang sedang berkembang di Indonesia.
Social Media

YOGYAKARTA, Bisnistoday – Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga kembali menyampaikan, perdagangan aset kripto merupakan bagian dari ekonomi digital yang sedang berkembang di Indonesia. Konsep kripto dan blockchain nantinya akan memberikan dampak positif, serta pengaruh luas dan intensif dalam berbagai sektor. 

Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga saat menghadiri acara Block Community Conference 2022 yang diselenggarakan oleh PT Indodax Nasional Indonesia di Yogyakarta, Sabtu (10/9). 

Berdampak Positif ke Berbagai Sektor, Kemendag Dukung Perkembangan Aset Kripto Nasional Aset kripto akan mengubah pola-pola pengaturan ekonomi perdagangan lama dari berbasis otoritas negara menjadi otoritas pasar dan komunitas. “Maka dari itu, aset kripto harus teratur dan terlembaga, serta harus di bawah pengaturan negara,” terang Wamendag. 

Salah satunya, Wamendag menjelaskan, Kementerian Perdagangan melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) telah menerbitkan Peraturan Bappebti (Perba) Nomor 11 Tahun 2022 tentang Penetapan Daftar Aset Kripto yang Diperdagangkan di Pasar Fisik Aset Kripto. 

Peraturan ini merupakan pembaruan sekaligus mencabut Perba Nomor 7 Tahun 2020. Pada Perba Nomor 7 Tahun 2020, terdapat 229 jenis aset kripto yang dapat diperdagangkan. Kemudian, dengan diterbitkannya Perba Nomor 11 Tahun 2022, maka jumlah tersebut meningkat menjadi 383 jenis. 

Nilai Transaksi Meningkat

Sedangkan, pertumbuhan nilai transaksi maupun jumlah pelanggan aset kripto di Indonesia, lanjut Wamen, sangat luar biasa. Pada 2021, keseluruhan nilai transaksi aset kripto telah menyentuh Rp859,4 triliun atau tumbuh sebesar 1,223 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Untuk periode Januari-Juli 2022, nilai transaksi yang terjadi sebesar Rp232,45. Sementara, jumlah pelanggan terdaftar hingga Juli 2022 mencapai 15,6 juta pelanggan dengan rata-rata kenaikan jumlah pelanggan terdaftar sebesar 693 ribu pelanggan per bulan. 

Wamendag menjelaskan, meskipun harga aset kripto sedang mengalami penurunan, namun tidak mengurangi minat masyarakat untuk berinvestasi pada instrumen ini. Fenomena penurunan harga ini juga merupakan hal yang wajar sebagai bagian dari suatu mekanisme pasar pada industri aset kripto. 

Kementerian Perdagangan melalui Bappebti mengatur industri ini dalam sejumlah peraturan agar menciptakan ekosistem perdagangan fisik aset kripto yang transparan, efisien, dan efektif dalam suasana persaingan yang sehat. 

“Perkembangan nilai transaksi maupun pelanggan aset kripto yang luar biasa ini perlu untuk terus dikawal bersama agar perdagangan fisik aset kripto di Indonesia tetap berada di koridor yang benar,” papar Wamendag./ 

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

TRADE EXPO INDONESIA 2026

<?php echo adrotate_ad(13); ?>

Related Articles

Pedagang di Arab Saydi (ilustrasi/unsplash/afiframdhansuma)
EKONOMIEnergiGLOBAL

Arab Saudi Mencatat Defisit Anggaran Rp585 Triliun

JAKARTA, Bisnistoday - Arab Saudi mencatat defisit anggaran sebesar US$33,5 miliar (sekitar...

Piala Dunia (ilustrasi/unsplash/fauzansaari)
EKONOMIEkonomi & BisnisGLOBALSport & Health

Reservasi Hotel untuk Piala Dunia 2026  di AS Rendah

JAKARTA, Bisnistoday – Pemesanan hotel terkait Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat...

BMW (unsplash/zan lazarevic)
EKONOMIGLOBALOtomotif & Tekno

AS Berencana Naikkan Tarif untuk Mobil Buatan Eropa

JAKARTA, Bisnistoday - Amerika Serikat akan mengenakan tarif 25 persen pada sektor...

PELABUHAN PRIOK
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Ekonomi Indonesia Melaju 5,61 Persen, Tertinggi dalam Lima Tahun Terakhir

JAKARTA, Bisnistoday - Kinerja ekonomi Indonesia pada awal tahun 2026 menunjukkan tren...