www.bisnistoday.co.id
Jumat , 3 Juli 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa Rupiah Kembali Melemah Ikuti Mata Uang Regional
BursaBURSA & KORPORASI

Rupiah Kembali Melemah Ikuti Mata Uang Regional

RUPIAH MELEMAH: Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa (29/11) kembali melemah
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu (16/11) kembali terdepresi mengikuti beberapa mata uang regional yang sebagian besar melemah. Hari ini kurs rupiah ditutup melemah 62 poin ke posisi Rp15.600 per dolar AS dibandingkan pada penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di posisi Rp15.538 per dolar AS.

Ekonomo senior Mirae Sset Sekuritas, Rully Arya Wisnubroto mengatakan, hari ini beberapa mata uang regional mengalami depresi, di antaranya yen, peso Philipina, dan Thai baht.

Kendati demikian, kata Rully, secara umum kondisi fundamental ekonomi Indonesia sangat baik di mana pertumbuhan ekonomi domestik lebih tinggi dari ekspektasi.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, perekonomian Indonesia berhasil tumbuh tinggi pada triwulan III 2022, yakni 5,72 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy) atau lebih tinggi dari triwulan II-2022 yang sebesar 5,45 persen (yoy).

Tren pertumbuhan ekonomi secara tahunan meningkat secara persisten selama empat kuartal berturut-turut, dengan tumbuh di atas 5 persen sejak triwulan IV 2021.

“Selain itu, surplus neraca perdagangan juga lebih tinggi dari perkiraan. Namun rupiah memang masih terpengaruh oleh sentimen global,” ujar Rully.

Neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus 5,67 miliar dolar AS pada Oktober 2022 dengan nilai ekspor 24,81 miliar dolar AS dan impor 19,14 miliar dolar AS.

Surplus negara perdagangan barang pada Oktober 2022 merupakan surplus neraca perdagangan selama 30 bulan berturut-turut sejak Mei 2022.

“Pasar menunggu hasil RDG besok. Kami perkirakan suku bunga acuan naik 25 basis poin, sedangkan konsensus 50 basis poin,” kata Rully.

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada pertengahan Oktober 2022 lalu memutuskan untuk kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin (bps) dari 4,25 persen menjadi 4,75 persen, setelah pada bulan sebelumnya turut meningkatkan bunga acuan dengan besaran yang sama.

Selain bunga acuan, bank sentral turut menaikkan suku bunga deposit facility dan lending facility masing-masing sebesar 50 bps menjadi 4 persen dan 5,5 persen.

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp15.573 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp15.565 per dolar AS hingga Rp15.631 per dolar AS.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Selasa melemah ke posisi Rp15.610 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp15.564 per dolar AS./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Rully Arya Wisnubroto
Bursa

Mirae Asset Sekuritas: Investor Tetap Perlu Cermati Tantangan Domestik

JAKARTA, Bisnistoday - PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai pasar keuangan global...

Bursa

Intercontinental Exchange dan OKX Bentuk Joint Venture, Jembatani Pasar Aset Tradisional dan Digital

JAKARTA, Bisnistoday - Intercontinental Exchange (NYSE: ICE) dan OKX mengumumkan pembentukan joint...

BURSA & KORPORASIKorporasi

BRI Life Dukung Kegiatan Kementerian UMKM Dalam Penguatan Ekosistem UMKM

JAKARTA, Bisnistoday - PT Asuransi Jiwa BRI Life (BRI Life) menegaskan komitmennya...

Trading Saham
BursaHEADLINE NEWS

Investor Asing Mulai Berani Masuk Selektif ke Saham Perbankan

JAKARTA, Bisnistoday- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (17/6) kemarin...