JAKARTA, Bisnistoday- Menjelang akhir tahun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai merangkak naik. Pada perdagangan Selasa (27/12) IHSG menguat 87,22 poin ke posisi 6.923,03. Sementara indeks LQ45 naik 5,24 poin ke posisi 940,38.
Senior Investmen Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji mengungkapkan mulai menguatnya IHSG yang hampir menembus batas psikologis 7.000 tersebut karena Indonesia memang memiliki fundamental makroekonomi domestik yang relatif solid, sehingga resilient terhadap efek daripada peningkatan probabilitas resesi global. “Hal tersebut menjadi alasan penting bahwa peluang terjadinya window dressing terbuka lebar,” katanya.
Baca juga: IHSG Menguat Didukung Membaiknya Harga Komoditas Dunia
Pada perdagangan hari ini IHSG dibuka menguat, dan bergerak di teritori positif sepanjang sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih nyaman bergerak di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sepuluh sektor meningkat dimana saham sektor energi naik paling tinggi yaitu 2,73 persen, diikuti sektor teknologi dan sektor properti & real estat masing-masing 2,16 persen dan 1,55 persen. Sedangkan satu sektor terkoreksi yaitu sektor perindustrian sebesar minus 0,01 persen.
Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu POLL, ERTX, WAPO, JARR, dan PBRX. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni SDPC, BSBK, CHEM, AGRO, dan TRIS.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.016.015 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 16,92 miliar lembar saham senilai Rp8,52 triliun. Sebanyak 261 saham naik, 263 saham menurun, dan 181 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 42 atau 0,16 persen ke 26.447,87, indeks Shanghai naik 30,01 poin atau 0,98 persen ke 3.095,57, dan indeks Strait Times meningkat 11,78 poin atau 0,36 persen ke 3.269,48./







































