JAKARTA, Bisnistoday- Ketersediaannya surat berharga negara (SBN) ritel dengan tujuan agar masyarakat Indonesia tidak lagi tertipu dan terjerat investasi ilegal.
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengatakan, masyarakat Indonesia sudah semakin melek dalam berinvestasi sehingga terus ingin membeli SBN ritel. “Bahkan terdapat beberapa masyarakat yang meminta tambahan alokasi saat kuota SBN ritel sudah habis,” tambahnya di Jakarta, Jumat (03/2).
Kondisi itu, lanjut Menkeu, terjadi baru-baru ini pada SBR012 dimana pemerintah menaikkan kuota penawaran dari Rp10 triliun menjadi Rp15 triliun akibat tingginya permintaan.
Keinginan tersebut seiring dengan masyarakat yang membutuhkan instrumen investasi yang baik, dapat dipercaya, dan menjaga nilai tabungan. Pasalnya instrumen investasi lain seperti saham terkadang membuat investor merugi saat harganya sedang turun, berbeda dengan SBN yang tidak akan berkurang nilainya.
Sri Mulyani bercerita basis investor pun kian luas dengan penerbitan SBN ritel, seperti mahasiswa di bawah umur 20 tahun hingga ibu rumah tangga. Hal tersebut lantaran SBN ritel sudah bisa dibeli mulai dari Rp500 ribu.
“Anak-anak dan ibu-ibu ini banyak yang investasi di SBN, saat kami terbitkan itu kami lihat basis investornya,” tuturnya.
Dengan semakin kuatnya basis investor di dalam negeri, kata Sri Mulyani, nilai tukar rupiah bisa semakin terjaga karena tidak akan terlalu terpengaruh oleh modal asing yang keluar. “Semakin banyaknya instrumen investasi di tanah air menggambarkan Indonesia yang semakin maju,” tandasnya./









































