www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 27 Juni 2026
Home LIFESTYLE Rona & Film Cinta Lama Babak Kedua: Kisah Asmara Lansia yang Mengguncang Dua Generasi
Rona & Film

Cinta Lama Babak Kedua: Kisah Asmara Lansia yang Mengguncang Dua Generasi

Gala Premier film CLBK garapan MIR Productions siap menyuguhkan romansa unik lintas generasi di bioskop mulai 2 Juli 2026.
Gala Premier film CLBK garapan MIR Productions siap menyuguhkan romansa unik lintas generasi di bioskop mulai 2 Juli 2026.

Warning: Undefined array key "HTTP_USER_AGENT" in /home/u6526426/public_html/wp-content/plugins/wesper-function/inc/core.php on line 735
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday,- Rumah produksi MIR Productions resmi mengumumkan penayangan film komedi romantis terbaru mereka bertajuk Cinta Lama Babak Kedua (CLBK) yang akan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 2 Juli mendatang. Berbeda dengan film romansa biasa, CLBK mengangkat sudut pandang unik mengenai cinta lama yang bersemi kembali di antara sepasang kakek dan nenek, yakni Akung Abi (Slamet Rahardjo) dan Nin Sita (Widyawati).

Kolaborasi apik dua aktor kawakan ini dibalut dengan konflik keluarga lintas generasi yang menyajikan cerita segar dan dekat dengan realitas. “Premis film ini tidak biasa, meskipun pengalaman di dalamnya bisa saja terjadi pada kita semua. Kita butuh film-film seperti ini untuk bisa dinikmati oleh pecinta film Indonesia,” ujar Vladimir Rama, co-producer dan founder MIR Productions, dalam konferensi pers di Epicentrum, Jakarta Selatan, Jumat (26/6/2026).

Meskipun berfokus pada drama romantis, film ini dibumbui unsur komedi yang sangat kental dan diperankan dengan baik oleh seluruh jajaran pemain. Tim produksi menjanjikan tontonan berkualitas yang membuktikan kehebatan adu akting lintas generasi yang patut disaksikan langsung oleh para pencinta sinema tanah air.

Sutradara sekaligus penulis skenario CLBK, Ivander Tedjasukmana, mengungkapkan bahwa ide cerita film ini sebenarnya sudah mengendap lama di pustaka pribadinya sejak tahun 2016. “Film ini sudah lama tersimpan dalam library saya, hampir 10 tahun. Baru dapat kesempatan tahun lalu bisa diproduksi, dan tayang 2026 ini. Luar biasa banget sih rasanya,” ungkap Ivander.

Sejak awal, karakter Akung Abi dan Nin Sita memang dirancang khusus oleh Ivander untuk diperankan oleh Slamet Rahardjo dan Widyawati. Sang sutradara tidak menampik adanya rasa hormat sekaligus ketegangan tersendiri selama mengarahkan kedua aktor legendaris tersebut.

Meski begitu, pengalaman tersebut menjadi ruang belajar yang berharga karena profesionalisme tinggi yang ditunjukkan kedua aktor senior. “Dan men-direct dua orang senior dalam satu frame itu jadi tantangan tersendiri untuk saya, tapi ya namanya senior, dikasih arahan sedikit sudah langsung paham. Saya belajar banyak sama mereka,” pungkas Ivander.

Kekuatan cerita CLBK tidak hanya bertumpu pada kisah cinta masa tua, tetapi juga berdampak langsung pada dinamika hubungan generasi muda. Karakter Ambar (Sintya Marisca) dan Raka (Iskak Khivano) dikisahkan sebagai sepasang kekasih yang rencana pernikahannya terancam batal akibat perseteruan masa lalu kakek dan nenek mereka.

Perbedaan usia yang terpaut cukup jauh di antara Sintya dan Khiva sempat menjadi tantangan tersendiri dalam membangun kedekatan emosional agar terlihat natural. Sintya mengaku sangat terbantu oleh kepribadian Khiva yang dewasa selama proses adaptasi peran di luar syuting.

“Membangun chemistry sama Kak Khiva sebenarnya lumayan challenging, tapi sangat terbantu, karena aku suka laki-laki yang punya sifat kebapak-bapakan, alias Kak Khiva yang lebih bapak-bapak banget,” seloroh Sintya dibarengi tawa. Di sisi lain, Khiva membenarkan bahwa dirinya sempat kelimpungan demi mendekati Sintya agar akting romantis mereka tidak terlihat kaku.

Aspek visual menjadi salah satu keunggulan utama film CLBK melalui komitmen total tim produksi dalam menghidupkan kembali atmosfer Kota Bandung tempo dulu. Produser Yogi Arifiandy menegaskan bahwa seluruh suasana Jalan Braga era 1970-an dibangun secara nyata tanpa bantuan kecerdasan buatan (artificial intelligence).

“Film ini sempat disangka AI. Khusus untuk scene Jalan Braga. Padahal semuanya itu asli. Jadi, mobil-mobil tuanya asli, lalu kita harus angkat batu-batu yang eksis di sekitaran Gedung Merdeka itu. Kita harus cari printilan-printilan kecil. Becaknya juga mesti betul-betul persis seperti tahun 70-an,” tutur Yogi.

Langkah totalitas ini diambil demi memberikan jaminan pengalaman menonton yang imersif dan otentik bagi pemirsa. Selain para pemeran utama, kekuatan visual dan cerita film ini juga didukung penuh oleh ensembel aktor berbakat seperti Sarah Sechan, Kiki Narendra, Iyang Dharmawan, Gisellma Firmansyah, Febry Khey, dan Annisa Kaila.(Adit)

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Rona & Film

Debut Shanna Shannon di Film Dan Bandung Karya Pidi Baiq, Angkat Kisah Remaja Penuh Emosi

BANDUNG, Bisnistoday - Aktris muda Shanna Shannon menjalani debut akting layar lebarnya...

Mal Ciputra Jakarta
Rona & Film

CL Music Fest 2026 Kembali Ramaikan Mal Ciputra Jakarta dengan Konser Gratis Musisi Top Indonesia

JAKARTA, Bisnistoday - Setelah sukses menjadi salah satu event musik yang paling...

Caption Foto: Slank rilis album Republik Fufu Fafa penuh kritik sosial, digarap saat Ramadan dan rilis dalam format fisik.
Rona & Film

Sentilan Berani Slank Lewat Album Baru Republik Fufu Fafa yang Bikin Heboh


JAKARTA, Bisnistoday,- Grup band legendaris Indonesia, Slank, kembali menggebrak panggung musik Tanah...

Boy Band Taiwan, F4 (Instagram @ashin_ig)
Rona & Film

F4 akan Gelar Konser Reuni di Singapura

JAKARTA, Bisnistoday – Setelah sukses tampil di Indonesia pada akhir Mei lalu,...