www.bisnistoday.co.id
Kamis , 23 April 2026
Home BURSA & KORPORASI PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Resmi Catatkan Saham di BEI
BURSA & KORPORASIKorporasi

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Resmi Catatkan Saham di BEI

PT PGE pada Jumat (24/02) resmi catatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI)
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE), perusahaan panas bumi terbesar di Indonesia dan salah satu perusahaan panas bumi terbesar secara global yang diukur dengan kapasitas terpasang pembangkit tenaga listrik, pada hari ini resmi mencatatkan sahamnya untuk diperdagangkan di Papan Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham PGEO.

Anak usaha PT Pertamina (Persero) itu menawarkan ke masyarakat sebanyak 10.350.000.000 saham biasa atas nama,yang mewakili sebesar 25,00% dari modal ditempatkan dan disetor Perseroan dan ditawarkan dengan Harga Penawaran Rp875 setiap saham. Perseroan telah melaksanakan Penawaran Umum sejak 20 – 22 Februari 2023 dan berhasil meraih dana sebesar Rp9.056.250.000.000.

Perseroan juga mengalokasikan sebanyak-banyaknya sebesar 1,50% dari modal
ditempatkan dan disetor penuh setelah Penawaran Umum Perdana Saham atau sebanyak-banyaknya 630.398.000 saham untuk Program Opsi Pembelian Saham Kepada Manajemen dan Karyawan Perseroan (Management and Employee Stock Option Program (MESOP).

Dalam penawaran umum perdana saham, PGE menunjuk PT Mandiri Sekuritas, PT CLSA Sekuritas Indonesia, dan PT Credit Suisse Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi efek. PGE juga menunjuk CLSA, Credit Suisse, dan HSBC sebagai international selling agents.


Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk, Ahmad Yuniarto menyampaikan
pelepasan saham perdana (initial public offering/IPO) untuk mendukung rencana
perseroan mengembangkan kapasitas terpasang perseroan sebesar 600 MW hingga 2027 mendatang.

Perseroan, lanjut Ahmad Yuniarto,  menargetkan untuk meningkatkan basis kapasitas terpasangnya yang dioperasikan sendiri, dari 672MW saat ini menjadi1.272MW pada tahun 2027. Selain juga mendukung ambisi PGE untuk terus tumbuh dan mengembangkan seluruh value chain dari sumberdaya panas bumi Indonesia, sesuai dengan tagline PGE Energizing Green Future.

Lebih lanjut Ahmad Yuniarto menjelaskan bahwa PGE mencatatkan diri dengan kode emiten PGEO telah menyelesaikan roadshow ke sejumlah negara selain Indonesia, di antaranya Singapura, Hong Kong, London, dan New York untuk mengundang investor domestik maupun investor asing untuk ikut berpartisipasi dalam penawaran umum perdana saham Pertamina Geothermal Energy.

PGE berhasil menarik minat investor domestik maupun investor multinasional yang
berkualitas untuk berpartisipasi dalam IPO PGE. Adapun beberapa investor domestik dan multinasional yang turut berpartisipasi dalam IPO PGE antara lain adalah Indonesia Investment Authority (INA) dan Masdar, perusahaan clean energy yang berkantor pusat di United Arab Emirates (UAE).

Penawaran Umum IPO perseroan mengalami kelebihan permintaan alias oversubscribed
hingga 3,81 kali dari porsi pooling, melampaui target yang telah ditetapkan sebelumnya. Hal
ini merupakan pencapaian yang sangat cerah bagi perseroan dan sebagai indikator positif
tingkat kepercayaan investor kepada PGE.

Berdasarkan informasi dan data dari prospektus, kapasitas pembangkit listrik panas bumi di Indonesia diperkirakan akan tumbuh dengan kuat dari sekitar 2,8GW di tahun 2022 menjadi sekitar 6,2GW di tahun 2030, dengan CAGR sekitar 10,4%, dibandingkan dengan pertumbuhan rata-rata global pada CAGR sekitar 3,9% dalam periode yang sama.

Pada tahun 2030, Indonesia akan memiliki kapasitas panas bumi terbesar di dunia dengan menyumbang sebesar 28% dari proyeksi kapasitas panas bumi bersih secara global. Pertumbuhan ini didukung oleh potensi sumber daya panas bumi Indonesia yang signifikan, pertumbuhan permintaan pasar yang pesat serta dukungan kebijakan sebagai bagian utama dari roadmap pemerintah untuk meningkatkan kontribusi energi terbarukan dalam bauran energi nasional

PGE saat ini mengelola 13 Wilayah Kerja Panas Bumi dengan total kapasitas terpasang sebesar 1.877 MW. Rinciannya, kapasitas sebesar 672 MW dikelola langsung (own operation) dan 1.205 MW melalui skema Kontrak Operasi Bersama (Joint Operation Contract).

Adapun kapasitas PLTP 672 MW yang dikelola langsung oleh PGE berasal dari 6 Wilayah Kerja Panas Bumi, yaitu Kamojang di Jawa Barat 235 MW, Karaha di Jawa Barat 30 MW, Lahendong di Sulawesi Utara 120 MW, Ulubelu di Lampung sebesar 220 MW, Lumut Balai di Sumatera Selatan 55 MW dan Sibayak di Sumatera Utara 12 MW./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

Related Articles

PLN Icon
Korporasi

Buka Jaringan Internet, PLN Icon Plus Dukung Edukasi Siswa SDN 119 Palembang

PALEMBANG, Bisnistoday - PLN Icon Plus SBU Regional Sumatera Bagian Selatan menggelar...

Gedung BAPI
Korporasi

Perkuat Portofolio, BAPI Gandeng NANO Kelola Aset Properti Rp600 M

JAKARTA, Bisnistoday,- PT Bhaktiagung Propertindo Tbk (BAPI) bersiap merealisasikan aksi korporasi strategis...

Panama City (dok: Unsplash/Sol Cerrud)
BURSA & KORPORASIEkonomi & BisnisGLOBALKawasan Global

Para Konglomerat Sembunyikan Pajak Senilai 3% dari PDB Global

JAKARTA-Bisnistoday: Lembaga nirlaba internasional, Oxfam mengungkapkan orang-orang superkaya di dunia diduga menyembunyikan...

RUPS PT Hartadinatas Abadi
Korporasi

Sepanjang 2025, Pendapatan Hartadinata Kembali Melesat

BANDUNG, Bisnistoday - PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) membukukan kinerja keuangan tertinggi...