www.bisnistoday.co.id
Senin , 21 September 2026
Home EKONOMI Badai Menghantam Credit Suisse Bank
EKONOMIPerbankan & Asuransi

Badai Menghantam Credit Suisse Bank

KANTOR BANK Credit Suisse belum lama ini./ Ant.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Kabar mengejutkan di industri perbankan Eropa dan Amerika Serikat kembali terjadi. Kali ini, kabar kurang baik untuk Bank Credit Suisse yang diambang kebangkrutan. Bahkan, Bank Sentral Swiss sendiri siap penyelamatan ditengah kepanikan para nasabah dan investor.

Bank Sentral Swiss turun tangan melalui pernyataanya bahwa modal dan tingkat likuiditas di Credit Suisse cukup memadai. Tidak hanya itu, Bank Sentral juga mengaku menyiapkan dana likuiditas untuk Credit Suisse apabula dibutuhkan.

“Credit Suisse memenuhi persyaratan modal dan likuiditas yang lebih tinggi bagi bank-bank penting secara sistemik. Selain itu, SNB akan menyediakan likuiditas ke bank yang aktif secara global jika perlu,” dalam keterangan Bank Nasional Swiss dan regulator keuangan Swiss Finma dalam pernyataan resmi bersama, dikutip AFP, kemarin.

Sebenarnya, kegusaran para investor sudah terjadi beberapa tahun terakhir. Kondisi terus merosotnya reputasi perusahaan memojokkan para eksekutif puncak di Credit Suisse harus mananggalkan jabatannya. Wajar saja, karena dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan menderita kerugitan dan gagal mengikuti kepatuhan.

Nada kebangkrutan ini sudah tercium pada nasabah, sehingga akhir tahun lalu nasabah telah menarik 123 miliar Franc Swiss atau setara 133 Dolar AS dari Credit Suisse.

Seperti disampaikan dalam laporan, bahwa Credit Suisee menderita kerugian bersih tahunan sebesar 7,3 Franc Swiss atau senilai 7,9 miliar AS. Angka ini merupakan kerugian terbesar usai krisis keuangan dunia pada 2008 silam.

Kondisi ini mendorong para pemberi pinjaman menerapkan restrukturisasi secara radikal pada akhir tahun 2022. Kebijakan tersebut dengan melakukan PHK terhadap 9.000 pekerja pada tahun 2025. Kebijakan lainnya adalah memisahkan bank investasinya, serta fokus dalam manajemen kekayaan.

Pada moment itulah, diketahui Bank Nasional Saudi siap menyuntik modal sebesar 1,5 miliar dollar AS dari 4 miliar AS modal baru yang Credit Suisse kumpulkan untuk mendanai perombakan tersebut.

Dirundung Tekanan Jual

Kinerja Credit Suisse yang terus merosot tercermin didalam harga sahamnya yang anjlok hingga 20% pada perdagangan Rabu (15/3) lalu. Bahkan tercatat harga saham Credit Suisse terjun bebas ke posisi terendah 24,24% dalam perjalanan sejarah.

Dengan begitu, nilai perusahaan menurun di bawah 7 miliar dollar AS. Saham bank terbesar kedua di Swiss itu ambruk usai pemegang saham mayoritas menolak mengucurkan modal lagi untuk Credit Suisse.

Dalam wawancara dengan Bloomberg, Bank Nasional Saudi (SNB) menyebut pihaknya tak akan meningkatkan sahamnya di Credit Suisse. Adapun kepemilikan saham SNB di Credit Suisse mencapai 9,88 persen.

Komentar itu disampaikan saat pasar saham Eropa anjlok di tengah kekhawatiran baru tentang sektor perbankan dan sontak membuat para investor panik.

Pasalnya, selama berbulan-bulan mereka khawatir melihat kinerja buruk bank, sehingga mungkin harus meminta tambahan modal kepada para pemegang saham.

Krisis Credit Suisse merembet ke saham perbankan Eropa lainnya, dengan bank-bank Prancis dan Jerman seperti BNP Paribas, Societe Generale, Commerzbank, dan Deutsche Bank turun antara 8 persen dan 10 persen./CNN

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

EKONOMIEkonomi & Bisnis

LPDB Koperasi Hadirkan Coaching Clinic Pembiayaan di Borobudur Expo 2026 

MAGELANG, Bisnistoday - Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi menghadirkan layanan Coaching...

EKONOMIKomunitasLIFESTYLE

15.000 Peserta Ramaikan Pocari Run 2026 Bandung, Pemkot Siapkan Rekayasa Lalu Lintas 19-20 September

BANDUNG, Bisnistoday - Pocari Run 2026 akan digelar selama dua hari di...

EKONOMI

Libatkan Pengemudi Lama, Bandung Angkot Utama Jadi Pintu Masuk Ekonomi Digital Berbasis Blockchain

BANDUNG, Bisnistoday - Pemerintah Kota Bandung mengembangkan Bandung Angkot Utama sebagai bagian...

EKONOMIEnergi

Listrik Jampang Sukabumi Belum Merata, DPRD Jabar Dorong Akses hingga Pedalaman

BANDUNG, Bisnistoday – Infrastruktur kelistrikan di wilayah Jampang, Kabupaten Sukabumi, mulai menunjukkan...