www.bisnistoday.co.id
Jumat , 9 Oktober 2026
Home EKONOMI Libatkan Pengemudi Lama, Bandung Angkot Utama Jadi Pintu Masuk Ekonomi Digital Berbasis Blockchain
EKONOMI

Libatkan Pengemudi Lama, Bandung Angkot Utama Jadi Pintu Masuk Ekonomi Digital Berbasis Blockchain

Bandung Angkot Utama dikembangkan sebagai transportasi listrik sekaligus pintu masuk ekosistem ekonomi digital berbasis blockchain di Kota Bandung.
Social Media

BANDUNG, Bisnistoday – Pemerintah Kota Bandung mengembangkan Bandung Angkot Utama sebagai bagian dari transformasi transportasi publik sekaligus pintu masuk menuju ekosistem ekonomi digital berbasis blockchain di Kota Bandung.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, pengembangan ekonomi digital tersebut dimulai dari sektor yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat, salah satunya transportasi publik melalui penerapan kendaraan listrik Bandung yang mendukung sistem Bus Rapid Transit (BRT).

“Kota Bandung sedang membangun digital economy ecosystem berbasis blockchain. Ada enam pelaku yang terlibat. Entry point-nya adalah implementasi ekosistem transportasi listrik yang mendukung BRT,” ujar Farhan di Pendopo Kota Bandung, Rabu (16/9).

Menurut Farhan, ekosistem transportasi listrik Bandung mencakup kendaraan, baterai, pemeliharaan kendaraan dan baterai, aspek keselamatan, Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), hingga penyediaan suku cadang.

Bandung Angkot Utama nantinya menjadi bagian dari konektivitas transportasi Kota Bandung yang menghubungkan berbagai moda, mulai dari kereta cepat, kereta antarkota, jalan tol, penerbangan, BRT, hingga angkot listrik sebagai feeder.

“Ini bagian dari konektivitas Bandung, dari high speed rail, kereta antarkota, jalan tol, penerbangan, BRT, dan electric angkot sebagai feeder,” katanya.

 Tetap Libatkan Pengemudi Lama

Farhan menegaskan, penerapan angkot listrik di Bandung tidak dimaksudkan untuk menghilangkan mata pencaharian pengemudi angkot yang sudah ada. Kendaraan listrik menjadi bagian dari peremajaan armada, sedangkan pengemudi tetap berasal dari para pengemudi lama.

“Angkot listrik ini tidak menggerus angkot yang sudah ada. Ini mengganti atau melakukan peremajaan kendaraan yang sudah ada. Sopirnya tetap pemain lama,” ujarnya.

Pola kerja pengemudi juga akan diarahkan menggunakan sistem penggajian. Dengan skema tersebut, pelayanan diharapkan tidak lagi berorientasi pada kejar setoran dan kebiasaan mengetem dapat dikurangi.

Tarif Bandung Angkot Utama ditetapkan Rp7.000 sesuai ketentuan yang berlaku dengan sistem pembayaran nontunai. Armada juga dirancang memiliki fasilitas pendingin udara, Wi-Fi, CCTV, serta kursi prioritas bagi penyandang disabilitas.

Sementara itu, Ketua Kopamas Kota Bandung Budi Kurnia mengatakan pihaknya siap mendukung proses peremajaan angkutan kota melalui kendaraan listrik.

Kopamas saat ini memiliki sekitar 475 unit angkutan. Sebanyak dua unit kendaraan listrik telah digunakan dalam tahap uji coba. Salah satunya telah mendapatkan izin untuk masuk dan beroperasi di kawasan Bandara Internasional Husein Sastranegara selama sekitar satu bulan.

Penggunaan kendaraan listrik akan dilakukan secara bertahap dengan target jangka panjang seluruh armada Kopamas dapat beralih ke kendaraan listrik.

Untuk mendukung operasional, armada akan menggunakan sistem pool sebagai lokasi pengisian daya dan pemeliharaan kendaraan. Pemkot Bandung dan Kopamas juga akan memetakan kebutuhan lokasi SPKLU Bandung.

Blockchain Jadi Bagian Ekonomi Digital Bandung

CEO PT Sinergi Satu Daya Sean Justin mengatakan pengembangan Bandung Angkot Utama membutuhkan ekosistem pendukung dari hulu hingga hilir. Famindo Group berperan sebagai lead integrator dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik, termasuk penyusunan cetak biru transisi kendaraan berbahan bakar fosil menuju kendaraan listrik dan penyediaan infrastruktur pengisian daya.

Sementara itu, Founder sekaligus Chairman Indonesia Real World Asset Tokenization Association (Irwata) Sabdo Yusminartiarto mengatakan sektor swasta diperlukan untuk mendukung pengembangan ekonomi digital Bandung.

Menurut Sabdo, teknologi blockchain dapat menjadi salah satu infrastruktur digital untuk membangun sistem ekonomi yang lebih terbuka dan terdigitalisasi, termasuk melalui pengembangan aset yang ditokenisasi.

Kolaborasi pemerintah, pelaku usaha, dan pengembang teknologi tersebut diarahkan untuk menghubungkan transportasi listrik, blockchain, dan aktivitas ekonomi masyarakat dalam satu ekosistem.

Bandung Angkot Utama menjadi salah satu penerapan awal yang mengintegrasikan transportasi publik dengan agenda pengembangan ekonomi digital Kota Bandung.

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Kementerian UMKM Pimpin Satgas Implementasi Perpres Ojol

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Menyusul terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Kemenkop Klarifikasi Soal Pembayaran Gaji ASN Lewat Koperasi

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi memberikan klarifikasi rencana pelibatan...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Kementerian UMKM Hubungkan Startup Indonesia ke Pendanaan Global

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berkolaborasi dengan...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Menkop Rencanakan Pertemuan dengan Seluruh Pengurus KDKMP, Bahas Tiga Agenda

TAPANULI UTARA, Bisnistoday—Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyampaikan merencanakan untuk segera melakukan pertemuan...