www.bisnistoday.co.id
Senin , 4 Mei 2026
Home EKONOMI Sektor Riil BAPANAS Sarankan Revitalisasi Penggilingan Padi
Sektor Riil

BAPANAS Sarankan Revitalisasi Penggilingan Padi

PANEN PADI : Masyarakat bersama memanen padi, di salah satu ladang padi, di Bali.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday-Potensi turunnya produksi gabah hingga 5 persen akibat El Nino berakibat mulai naiknya harga beras.Namun demikian, Kepala Badan Pangan Nasional (BAPANAS) Arief Prasetyo Adi mengatakan, banyak faktor yang membentuk harga beras, mulai dari biaya pupuk, ongkos transportasi sampai biaya orang kerja.

Akibatnya, harga beras sulit menyamai seperti tahun lalu. Kunci utamanya memang di produksi yang menjelang akhir tahun trennya turun. “Terhadap teman-teman penggilingan padi pun rasanya perlu perhatian berupa revitalisasi alat agar mereka tidak kalah saing dengan dapat meningkatkan kualitas giling menjadi beras premium,” kata Arief dalam keterangan resminya melalui badanpangan.go.id, di Jakarta, Kamis (31/8).

Pemerintah berupaya mengantisipasi  dengan memastikan stok Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) tercukupi.“Kita antisipasi penurunan produksi 5 persen akibat El Nino melalui penyaluran CPP. Semoga penurunan produksi tidak lebih dari 5 persen, namun NFA bersiap untuk antisipasi apabila penurunan produksi sampai 7 persen,” kata Arief.

Menurut Arief, pihaknya telah menyiapkan stok sampai Februari dan April 2024 karena Februari ada Pemilu dan April ada Idul Fitri.

“Untuk itu, kita siapkan stok sejak tahun lalu, sehingga apabila ada kejadian seperti El Nino ini, CPP bisa dilepas sebagai langkah pemerintah dalam intervensi di pasar. Ini penting untuk menjaga harga dan terhadap stok CPP juga harus terus dikuatkan,” ujarnya.

Arief menyampaikan hingga Rabu 30 Agustus 2023 harga Gabah Kering Panen (GKP) telah menyentuh kisaran harga Rp6.700-7.000 per kg, sementara harga beras sangat bergantung pada harga GKP tersebut.

Faktor-faktor lain yang membentuk harga beras, juga mengalami penyesuaian, misalnya terhadap biaya pupuk, ongkos transportasi sampai biaya orang kerja.

Adapun BAPAN melalui Bulog pada tahun ini telah berhasil menyiapkan stok CBP dengan kondisi realisasi penyaluran atau distribusi melalui bantuan pangan dan SPHP yang sudah mencapai 1,5 juta ton. Sementara masih ada stok aman sekitar 1,5 juta ton dan 400 ribu ton yang akan masuk lagi.//

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

Related Articles

Budi Santoso
Sektor Riil

Mendag Busan Awasi Ketat Tata Niaga Gula dan Impor Etanol

JAKARTA, Bisnistoday – Pemerintah segera memperketat aturan tata niaga gula nasional yang...

Gedung Kemendag
Sektor Riil

Kemendag Terbitkan Aturan Baru Pangkas Hambatan dan Perizinan Ekspor

JAKARTA, Bisnistoday – Pemerintah melakukan penyederhanaan proses ekspor melalui revisi dua Permendag...

EKONOMIKorporasiSektor Riil

PalmCo Bersiap Ground Breaking Fasilitas Hilirisasi Terbaru

JAKARTA — Bisnistoday: PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV PalmCo mempercepat langkah hilirisasi...

Pasar Terapun
HEADLINE NEWSSektor Riil

Kemendag Jamin Stok dan Harga Bapok Stabil Jelang Lebaran 2026

JAKARTA, Bisnitoday – Pemerintah memastikan ketersediaan dan stabilitas harga barang kebutuhan pokok (bapok)...