www.bisnistoday.co.id
Jumat , 17 Juli 2026
Home EKONOMI Sektor Riil Pabrikan Manufaktur Denso Minta Penyederhanaan Administrasi serta Peningkatan Infrastruktur
Sektor Riil

Pabrikan Manufaktur Denso Minta Penyederhanaan Administrasi serta Peningkatan Infrastruktur

Kunjungan Denso
MENDAG Budi Santoso menerima perwakilan principal Denso Global Denso Group Indonesia (Denso) di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis, (16/7). Delegasi Denso dipimpin President Commissioner Denso International Pte Ltd, Hisashi Yanase./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menerima perwakilan principal Denso Global Denso Group Indonesia (Denso) di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis, (16/7). Delegasi dipimpin President Commissioner Denso International Pte Ltd, Hisashi Yanase. Pertemuan ini menjadi forum dialog antara pemerintah dan pelaku industri untuk membahas berbagai upaya peningkatan daya saing ekspor serta hambatan yang dihadapi dunia usaha.

Dalam pertemuan, Hisashi Yanase dari Denso mengutarakan sejumlah masukan untuk semakin meningkatkan daya saing Indonesia. Beberapa diantaranya meliputi penyederhanaan administrasi dan penguatan infrastruktur yang mendukung kelancaran kegiatan ekspor.

Menanggapi hal tersebut, Mendag Busan menjelaskan, Kemendag terus menyederhanakan administrasi perdagangan melalui inisiasi otomatisasi pemanfaatan Surat keterangan Asal (SKA) preferensi melalui pengembangan sistem elektronik Surat keterangan Asal (e-SKA).

Melalui sistem tersebut, pelaku usaha yang akan mengekspor barang ke negara yang telah memiliki perjanjian dagang dengan Indonesia akan secara otomatis diarahkan untuk memanfaatkan fasilitas tarif preferensi yang tersedia. Dengan begitu, peluang pemanfaatan perjanjian dagang dapat menjadi lebih optimal. Saat ini otomatisasi SKA berlaku untuk ekspor ke Uni Emirat Arab, Hongkong, Jepang, Tiongkok, Korea Selatan, Australia, dan Pakistan.

Perluasan Akses Pasar

Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan upaya pemerintah dalam meningkatkan ekspor Indonesia. Salah satunya adalah perluasan akses pasar melalui berbagai perjanjian dagang Indonesia dengan berbagai negara mitra. Pemerintah pun mendorong pelaku usaha di sektor manufaktur, termasuk perusahaan yang berinvestasi di Indonesia, untuk memanfaatkan perjanjian dagang tersebut.

“Kami dorong pelaku usaha di sektor manufaktur, termasuk perusahaan yang berinvestasi di Indonesia seperti PT Denso Indonesia, untuk memanfaatkan berbagai perjanjian dagang yang dimiliki Indonesia. Pelaku usaha bisa mendapatkan tarif yang lebih kompetitif di pasar negara tujuan ekspor. Indonesia mempunyai 20 perjanjian dagang yang telah diimplementasikan, 15 lagi dalam proses ratifikasi, dan 11 lainnya sedang dinegosiasikan,” ujar Mendag Busan pascapertemuan.

Menanggapi hal tersebut, Mendag Busan menjelaskan, Kemendag terus menyederhanakan administrasi perdagangan melalui inisiasi otomatisasi pemanfaatan Surat keterangan Asal (SKA) preferensi melalui pengembangan sistem elektronik Surat keterangan Asal (e-SKA).

Melalui sistem tersebut, pelaku usaha yang akan mengekspor barang ke negara yang telah memiliki perjanjian dagang dengan Indonesia akan secara otomatis diarahkan untuk memanfaatkan fasilitas tarif preferensi yang tersedia. Dengan begitu, peluang pemanfaatan perjanjian dagang dapat menjadi lebih optimal. Saat ini otomatisasi SKA berlaku untuk ekspor ke Uni Emirat Arab, Hongkong, Jepang, Tiongkok, Korea Selatan, Australia, dan Pakistan.

“Sistem di SKA Indonesia sudah dibuat otomatis. Ketika pelaku usaha mengekspor ke negara yang sudah mempunyai perjanjian dagang dengan Indonesia, sistem akan langsung mengarahkan agar fasilitas tarif preferensi dapat dimanfaatkan,” kata Mendag Busan.

Mendag Busan juga menegaskan, Kemendag akan terus berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait. Koordinasi ini diperlukan untuk membantu menyelesaikan berbagai hambatan yang dihadapi pelaku usaha, termasuk dalam hal logistik.

“Setiap kendala yang dihadapi pelaku usaha di lapangan perlu dikomunikasikan. Dengan begitu, dapat segera kami tindak lanjuti bersama kementerian dan lembaga terkait. Kami berkomitmen menghadirkan solusi yang mendukung kelancaran ekspor dan menciptakan iklim usaha yang semakin kondusif,” papar Mendag Busan./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Kota Riyadh
Sektor Riil

Perubahan Bea Masuk Arab Saudi, Kemendag Tetap Dorong Daya Saing Produk Indonesia

JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian Perdagangan RI mendorong produk Indonesia untuk tetap berdaya...

Direktur Utama PTPN I (Persero), Dr. Ir. Abdul Rivai Ras, M.Si., IPU, ASEAN Eng (baju batik) (Dok:PTPN)
Sektor Riil

PTPN I Perkuat Ekonomi Daerah Melalui Industri Tembakau

JAKARTA – PT Perkebunan Nusantara I (Persero) terus memperkuat perannya sebagai penggerak...

Peresmian Emas Now di Jakarta. (Dok:Ist)
Sektor Riil

Perluas Akses Pelanggan, Emas Now Resmikan Cabang di Jakarta

JAKARTA, Bisnistoday – Emas Now belum lama ini resmi membuka cabang terbarunya...

Produk Lokal
Sektor Riil

Produk Peraih Good Design Indonesia 2026 Ditetapkan

JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian Perdagangan telah menetapkan 45 produk sebagai penerima penghargaan...