JAKARTA, Bisnistoday – Komite Ekonomi Rakyat Indonesia (KERIS) bersinergi dengan Inkopsim NU menggalang pengembangan ekonomi rakyat. Kerja sama ini merupakan bentuk pengembangan jaringan usaha rakyat dengan diwujudkan berbagai program bersama.
Hal tersebut diungkapkan Ketuma KERIS, dr Ali Mahsun Atmo, MBiomed, usai bertemu dengan Ketua Umum Inkopsim NU Drs H Rusbiyanto Asfa beserta jajaran, Muhkam dan KH Mustofa di kawasan Benhil, Jakarta, Selasa (16/4).
Ali Mahsun mengutarkaan, KERIS dan Inkopsim NU sepakat perkuat, perbesar dan perluas jejaring laba-laba ekonomi rakyat UMKM Indonesia.
Bersama Inkopsim NU, lanjut Ali Mahsun, akan fokus pada optimalisasi dan akselerasi dari lima program, sumber daya ekonomi rakyat Indonesia jadi sebuah niscaya. Kelima program tersebut, yakni Dompet Amal Produktif, kedua, Kemitraan Produktif , ketiga Penyertaan Modal Produktif, keempat Hibah Produktif , dan kelima adalah CSR Produktif.
Menurut Ali Mahsun, sinergi dan kolaborasi, bersatu dan tangguh kunci sukses ekonomi rakyat usaha mikro kecil menengah (UMKM) untuk jadi pilar utama Indonesia berhasil jemput puncak demografi 2030, dan transfotmasi jadi negara maju 2045.
“Ketika itu, 2029, Indonesia dituntut sebanyak 100 juta ekonomi rakyat UMKM yang handal. Ini bukan hanya dipundak pemerintahan RI. Namun jadi tanggungjawab semua elemen dan kekuatan ekonomi bangsa ndonesia,” ujarnya.
Sinergi dengan Inkopsim NU, lanjutnya, guna memperkuat, perbesar, serta perluas jejaring laba-laba dan sumber daya ekonomi rakyat UMKM Indonesia. Ekonomi akar rumput Indonesia, ekonomi kawulo alit di negeri jadi penentu masa depan bangsa dan negara kita.
Ketua Umum Inkopsim NU, Rusbiyanto Asfa menyatakan bahwa ke-lima sumber daya ekonomi rakyat yang disampaikan Ketua Umum KERIS sudah direalisasikan di Inkopsim NU walau masih bersifat parsial. Untuk itu, sinergi dan kolaborasi dengan KERIS jadi keniscayaan guna akselerasi dan generalisasi upaya penguatan, memperbesar dan memperluasannya.
Oleh karena apa yang jadi kesepakatan hari ini segera ditindaklanjuti, serta menjadi bagian substansi yang akan dibahas pada Munas Inkopsim NU Juli 2024, tegas Ketua Umum Inkopsim NU Drs H Rusbiyanto Asfa sembari merespon titipan salam khusus Ketua Umum KERIS ke Yth. Habib Luthfi dan KH Manarul Hidayah pada kesempatan tersebut./









































