SANTIAGO, Bisnistoday – Kementerian Perdagangan (Kemendag) tengah menjajaki potensi pasar perdagangan dengan Cile. Pada rangkaian misi dagang ke Cile, dilakukan sejumlah kunjungan bisnis, yakni ke Supermarket Jumbo, importir produk suku cadang otomotif Mannheim, importir furnitur Area Design, dan importir sepeda asal Indonesia yakni Cross Mountain.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan Didi Sumedi sebagai pemimpin misi dagang mengutarakan, Supermarket Jumbo merupakan retail terbesar di Amerika Selatan telah mengimpor produk mie dari Indonesia dengan beberapa varian dan rasa.
Kali ini, Supermarket Jumbo menyatakan ketertarikannya untuk mencoba produk kelapa dari Indonesia. Merespons hal tersebut, Indonesia menyambut baik dan akan memfasilitasi pertemuan Jumbo dengan perusahaan Indonesia yang memproduksi produk kelapa.
Selain itu, lanjut Didi Sumedi, pada kunjungan ke importir suku cadang kendaraan terkemuka di Cile yakni Mannheim, Kemendag memfasilitasi pertemuan pelaku usaha suku cadang kendaraan Indonesia dengan importir di Cile. Kemendag pun mendukung produk suku cadang otomotif potensial lainnya untuk masuk ke pasar Cile.
Didi mengatakan, selain makanan dan suku cadang kendaraan, potensi pertumbuhan industri furnitur di Cile juga sangat menjanjikan. Saat kunjungan ke Area Design, perusahaan pemasok furnitur bergengsi di Cile, Didi mendapati bahwa 70 persen produknya berasal dari Indonesia. Didi meyakini, melalui skema tarif preferensial dari IC–CEPA yang telah masuk tahap implementasi, kinerja ekspor furnitur Indonesia ke Cile akan terus meningkat.
“Terlebih, karena produk furnitur Indonesia dapat bersaing di pasar Cile dari sisi harga dengan produk sejenis dari negara lain,” tutur Didi.
Sementara itu, pada pertemuan dengan Cross Mountain yang merupakan importir produk olahraga ternama di Cile, Didi mengajak Cross Mountain yang juga telah mengimpor sepeda gunung dari Polygon Indonesia untuk memanfaatkan skema pengurangan tarif IC–CEPA dalam meningkatkan volume dan nilai impor sepeda dari Indonesia.
“Sepeda merupakan salah satu produk yang mendapat tarif preferensi pengurangan bea masuk dalam skema IC–CEPA,” tutur Didi.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) memimpin langsung Delegasi Misi Dagang Indonesia ke Cile pada 9–10 Mei 2024 lalu. Turut serta dalam misi dagang tersebut Dirjen Perundingan Perdagangan Internasional (PPI) Kemendag Djatmiko Bris Witjaksono.
Misi dagang ke Cile bertujuan mendorong peningkatan nilai perdagangan Indonesia ke Amerika Selatan melalui Cile sebagai hub perdagangan di wilayah tersebut serta pemanfaatan skema perjanjian dagang yang telah dimiliki Indonesia dan Cile yakni Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Indonesia dan Cile (IC–CEPA)./



