JAKARTA, Bisnistoday – Bertepatan dengan momentum Hari Kartini, Laurier meluncurkan kampanye “Comfort, Made Together: Building a Supportive World Around Menstruation.” Kampanye ini mengajak masyarakat untuk menghadirkan dukungan yang lebih empatik dan relevan bagi perempuan saat menstruasi.
Saat menstruasi, wajar jika ada hari di mana perempuan merasa seperti bukan dirinya yang biasanya. Tetapi hingga saat ini, ungkapan ketidaknyamanan saat menstruasi masih kerap dianggap berlebihan atau dramatis.
Respons seperti “minum air hangat saja” atau “istirahat ya,” meskipun dimaksudkan sebagai bentuk perhatian, sering kali belum cukup membuat perempuan merasa benar-benar dipahami.
Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara niat baik dan dukungan yang benar-benar bermakna. Padahal, pengalaman menstruasi tidak hanya bersifat individual, tetapi juga dipengaruhi oleh lingkungan di sekitarnya, mulai dari keluarga, pasangan, hingga tempat kerja.
“Melalui kampanye ini, kami ingin mendorong perubahan cara pandang bahwa dukungan yang bermakna dimulai dari empati dan kehadiran yang tulus. Karena pada akhirnya, menciptakan Kirei Life adalah tanggung jawab bersama,” ungkap President Director Kao Indonesia, Shoichi Hasegawa di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Berita Terkait:Peringati Hari Kartini, KOWANI Gaungkan Peradaban Baru Perempuan Indonesia
Berita Terkait:Semangat Hari Kartini, Alala Zahra Persembahkan Lagu ‘Bundaku Tersayang’
Semangat tersebut mendorong Laurier untuk mengambil peran dalam membangun pemahaman yang lebih luas tentang pentingnya dukungan yang tepat bagi perempuan, termasuk saat menstruasi.
“Banyak orang sebenarnya peduli, namun belum selalu tahu cara memberikan dukungan yang tepat. Lewat Comfort, Made Together, kami mendorong terciptanya lingkungan yang lebih suportif agar perempuan merasa lebih dipahami, terutama saat menstruasi,” ungkap VP Marketing Kao Indonesia, Susilowati
Sebagai bagian dari kampanye ini, Laurier menghadirkan gerakan HADIR (paHAmi, DampIngi, Respons) untuk mendorong masyarakat memberikan dukungan yang lebih empatik dan bermakna bagi perempuan saat menstruasi.
“Kampanye ini menegaskan bahwa kenyamanan saat menstruasi tidak dapat diciptakan secara individual, melainkan terbentuk dari lingkungan yang lebih suportif. Untuk itu, kami berkomitmen mendorong perubahan yang lebih luas dalam cara masyarakat memahami dan merespons menstruasi, sebagai bagian dari upaya menghadirkan dukungan yang lebih empatik, nyata, dan berkelanjutan bagi perempuan,” tambahnya.
Pendekatan ini juga didukung oleh perspektif medis sebagaimana yang disampaikan oleh Elvine Gunawan yang merupakan seorang psikiater, bahwa pengalaman menstruasi tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga melibatkan dinamika emosional yang nyata.
“Menstruasi bukan hanya pengalaman fisik, tetapi juga melibatkan dinamika emosional yang nyata. Banyak respons muncul secara otomatis karena kebiasaan atau budaya, namun tidak selalu membuat perempuan merasa dipahami. Padahal, dukungan sering kali dimulai dari hal sederhana, seperti mendengarkan, memahami, dan memvalidasi apa yang dirasakan. Ini penting untuk membangun hubungan yang lebih sehat, baik secara emosional maupun sosial,” jelasnya./E2



