JAKARTA, Bisnistoday – Penyakit jantung hingga kini masih menjadi penyebab kematian nomor satu di Indonesia, dengan lebih dari 600.000 kematian setiap tahun akibat penyakit kardiovaskular seperti serangan jantung, serta sekitar 15,5 juta kasus penyakit jantung tercatat secara nasional.
Namun, tingginya beban penyakit ini belum diimbangi dengan ketersediaan tenaga medis, di mana hingga pertengahan 2025 jumlah dokter spesialis jantung dan pembuluh darah di Indonesia masih berkisar 1.200–2.000 orang, jauh dari kebutuhan ideal 3.000–5.000 dokter untuk melayani lebih dari 280 juta penduduk.
Kesenjangan antara kebutuhan layanan jantung dan kapasitas tenaga medis ini menjadi tantangan besar, yang berdampak pada keterlambatan diagnosis dan penanganan optimal bagi banyak pasien.
Berita Terkait:Menghadapi Musim Hujan dan Potensi Penyebaran Penyakit, IDAI Beri Himbauan Ini!
Berita Terkait:PERKI Dukung Upaya Promotif – Preventif Penyakit Jantung Bawaan Melalui Skrining
Menjawab tantangan tingginya kebutuhan layanan jantung di Indonesia, Siloam International Hospitals memperkuat kapasitas layanan kardiovaskular melalui tiga pendekatan utama, yaitu pengembangan kompetensi tenaga medis, penerapan teknologi dan inovasi layanan, serta kolaborasi strategis nasional dan internasional. Melalui pendekatan ini, Siloam berupaya meningkatkan akurasi diagnosis, ketepatan penanganan, serta kesinambungan perawatan pasien jantung secara menyeluruh.
Siloam menyediakan berbagai wadah pembelajaran dan peningkatan keterampilan bagi dokter dan tenaga kesehatan melalui forum ilmiah seperti Siloam Cardiac Summit, serta keterlibatan aktif dalam Program Pendidikan Dokter Spesialis Kardiologi Universitas Pelita Harapan (UPH) untuk mendukung keberlanjutan tenaga dokter spesialis jantung.
“Upaya ini diperkuat melalui kolaborasi dengan berbagai mitra nasional dan internasional, termasuk program proctorship serta kerja sama klinis dan akademik lintas institusi, guna mempercepat adopsi praktik terbaik global yang relevan dengan kebutuhan pasien di Indonesia,” ujar CEO Siloam International Hospitals, Caroline Riady di Jakarta, Sabtu (25/4)
Memasuki penyelenggaraan ketiganya, Siloam Cardiac Summit 2026 diikuti lebih dari 500 tenaga medis dan profesional kesehatan dari berbagai wilayah di Indonesia, serta menghadirkan lebih dari 40 pembicara nasional dan internasional yang merupakan dokter spesialis dan subspesialis di bidang jantung, bedah toraks kardiovaskular, radiologi, dan layanan multidisiplin.
Sementara itu, Karina Arifiani, Hospital Director Siloam Heart Hospital sekaligus Ketua Siloam Cardiac Summit 2026, menambahkan bahwa forum ini dirancang untuk menjawab kebutuhan akan peningkatan kompetensi tenaga medis di bidang kardiovaskular.
“Forum ini tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga penguatan keterampilan klinis melalui pendekatan yang aplikatif. Kolaborasi lintas disiplin dan pertukaran pengetahuan menjadi kunci dalam meningkatkan hasil perawatan pasien jantung, berfokus pada clinical outcome yang lebih baik lagi,” tuturnya./E2



