www.bisnistoday.co.id
Rabu , 10 Juni 2026
Home EDITOR'S VIEW Berkurban Sebagai Simbol Derajat Ketagwaan Tinggi Bagi Umat Muslim
EDITOR'S VIEW

Berkurban Sebagai Simbol Derajat Ketagwaan Tinggi Bagi Umat Muslim

Hewan Kurban
Sejumlah Sapi Siap Menjadi hewan kurban./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Idul Adha yang jatuh pada 10 Dzulhijah memiliki makna nilai spiritual yang tinggi bagi umat muslim di dunia. Idul Adha yang juga disebut sebagai Hari Raya Idul Kurban menjadi istimewa ketika ketagwaan umat disimbolkan dengan kurban domba, kambing atau sapi. Masjid-masjid dikumandangkan takbir, tahmid dan tasbih, diikuti dengan menggelar ibadah Sholat Idul Adha, dan membagikan daging kurban kepada yang renta dan papa.

Makna Idul Adha didalam Al-Qur’an, dijelaskan dalam beberapa ayat, salah satunya adalah:“Maka laksanakanlah shalat karena Tuhanmu, dan berkorbanlah.” (QS. Al-Kautsar: 2. Ayat ini menunjukkan bahwa Idul Adha merupakan hari raya di mana umat Islam diperintahkan untuk melaksanakan shalat dan berkorban.

Lalu apa peristiwa yang melatari peringatan Hari Idul Adha. Peristiwa yang medasarainya adalah kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Dikisahkan ringkasnya pada zaman Nabi Ibrahim AS saat akan menyembelih putranya, Nabi Ismail AS, sebelum akhirnya diganti dengan seekor kibas (domba) oleh Allah SWT.

Perintah untuk berkurban ini telah digariskan oleh Allah SWT dalam Alquran:“Sesungguhnya Kami telah memberikan nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkurbanlah.” (QS Al-Kautsar (108) : 1-2).

Kisah Nabi Ibrahim AS

Perayaan hari raya Idul Adha tidak lepas dari pemotongan hewan kurban. Asal mula kurban berawal dari lahirnya nabi Ismail A.S.  Pada saat itu dikisahkan bahwa Nabi Ibrahim A.S tidak memiliki anak hingga di masa tuanya, lalu beliau berdoa kepada Allah.“Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh.” (QS Ash-Shafaat (37) : 100).

Sewaktu Nabi Ismail A.S mencapai usia remajanya Nabi Ibrahim A.S mendapat mimpi bahwa ia harus menyembelih Ismail puteranya. Mimpi seorang nabi adalah salah satu dari cara turunnya wahyu Allah SWT, maka perintah yang diterimanya dalam mimpi itu harus dilaksanakan oleh Nabi Ibrahim A.S.

Maka, Nabi Ibrahim A.S dengan berat hati menyampaikan isi mimpinya kepada Ismail untuk melaksanakan perintah Allah SWT untuk menyembelih Ismail.

Ibrahim berkata : “Hai anakkku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu “maka fikirkanlah apa pendapatmu? Ismail menjawab: Wahai Bapakku kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu. InsyaAllah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.” (QS Ash-Shafaat: 102).

Anak Yang Sholeh dan Taat

Nabi Ismail meminta ayahnya untuk mengerjakan apa yang Allah perintahkan. Dan beliau berjanji kepada ayahnya akan menjadi seorang yang sabar dalam menjalani perintah itu. Sungguh mulia sifat Nabi Ismail A.S. Allah sebagai putera yang memiliki ketagwaan yang tinggi kepada Allah SWT.

“Dan ceritakanlah (Hai Muhammad kepada mereka) kisah Ismail (yang tersebut) di dalam Al Qur’an. Sesungguhnya ia adalah seorang yang benar janjinya, dan dia adalah seorang rasul dan nabi.” (QS Maryam (19) : 54).

Nabi Ibrahim lalu membaringkan anaknya dan bersiap melakukan penyembelihan. Nabi Ismail A.S pun siap menaati instruksi ayahnya. Nabi Ibrahim A.S dan Nabi Ismail A.S  nampak menunjukkan keteguhan, ketaatan dan kesabaran mereka dalam menjalankan perintah itu. Sebagai Ayah dan Anak yang menjunjung tinggi ketagwaan.

Saat Nabi Ibrahim A.S hendak mengayunkan parang, Allah SWT lalu menggantikan tubuh Nabi Ismail A.S dengan sembelihan besar, yakni berupa domba jantan dari Surga, yang berwarna putih, bermata bagus, bertanduk.

“Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.” (QS Ash-Shafaat (37) : 104:107).

Ujian Ketaqwaan Seorang Muslim

Kejadian tersebut merupakan suatu mukjizat dari Allah yang menegaskan bahwa perintah pergorbanan Nabi Ismail A.S itu hanya suatu ujian bagi Nabi Ibrahim A.S dan Nabi Ismail sampai sejauh mana cinta dan ketaatan Mereka kepada Allah SWT.

Ternyata keduanya telah lulus dalam ujian yang sangat berat itu. Nabi Ibrahim A.S telah menunjukkan kesetiaan yang tulus dengan pergorbanan puteranya untuk berbakti melaksanakan perintah Allah SWT.

Sedangkan Nabi Ismail A.S tidak sedikit pun ragu atau bimbang dalam menjalankan perintah Allah SWT dengan menyerahkan jiwa raganya untuk dikorbankan kepada orang tuanya.Dari sinilah asal permulaan sunah berkurban yang dilakukan oleh umat Islam pada tiap hari raya Idul Adha di seluruh pelosok dunia. Wallahu A’lam Bishsawab.

Sebagai ketagwaan umat kepada Allat SWT, diperintahkan untuk mendirikan sholat dan berkurban.“Sesungguhnya Kami telah memberikan nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkurbanlah.” (QS Al-Kautsar (108) : 1-2). Dengan berkurban akan mengingatkan kembali ketagwaan Nabi Ibrahim AS, kepada-Nya.

Dengan penuh rasa syukur, umat Islam membagikan daging kurban kepada warga kurang mampu dan bersukacita bersama.Hewan kurban sebagai simbul cinta kasih keluarga, sesama umat dan suka cita seluruh dunia serta derajat ketagwaan yang tinggi. Ini semua merupakan wujud ketagwaan tingkat tinggi bagi seorang muslim./

Jakarta, Juni 2024

Redaksi Bisnistoday

Sumber : berbagai sumber/

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Hewan Kurban
EDITOR'S VIEW

Ketulusan Nabi Ibrahim dan Relevansi Keikhlasan di Zaman Modern

KISAH pengorbanan Nabi Ibrahim AS menjadi salah satu pelajaran terbesar tentang ketulusan...

Kereta KRL
EDITOR'S VIEW

Saatnya Kemenhub Ambil Kendali Penuh : Keselamatan Jalur Kereta Tak Bisa Ditawar

PEMERINTAH khususnya Kementerian Perhubungan semestinya segera mengambil peran dominan terhadap pengelolaan jalur...

Bendungan Budong
EDITOR'S VIEW

Mundurnya Dirjen PU Berpolemik, Pakar Tekankan Transparansi dan Integritas Audit

JAKARTA, Bisnistoday – Pejabat Kementerian PU akhir-akhir ini menjadi sorotan masyarakat yakni...

Proyek Bendungan
EDITOR'S VIEW

Misteri Mundurnya Dua Dirjen PU: Audit BPK, Timeline Jabatan, dan Pertanyaan tentang Pengambilan Keputusan

PENGUNDURAN diri dua pejabat eselon I di Kementerian Pekerjaan Umum menimbulkan gelombang...