BANDUNG, Bisnistoday – CEO PT Solarens Ledindo, Irvin Emmanuel Busser, menyampaikan keluhan terkait banyaknya produk Penerangan Jalan Umum (PJU) di Indonesia yang komponen bahkan rumah lampunya masih diimpor. Kondisi ini, menurutnya, membuat produsen lokal kesulitan bersaing karena persyaratan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) yang harus dipenuhi.
Banyak komponen, termasuk rumah lampu, yang masih harus diimpor karena belum bisa diproduksi di dalam negeri dengan kualitas dan kuantitas yang memadai. “Kebutuhan PJU di Indonesia masih sangat tinggi. Namun, produsen luminer lokal sepertinya sulit memenuhi kebutuhan tersebut lantaran aturan TKDN yang ketat,” ujar Irvin dalam percakapan dengan Bisnistoday Minggu (7/7).
Irvin menambahkan bahwa persyaratan TKDN yang diberlakukan saat ini menjadi tantangan besar bagi produsen lokal. Ia berharap pemerintah dapat lebih mencermati situasi ini dan melakukan kunjungan berkala ke lokasi produsen untuk memeriksa langsung proses produksi.
“Dengan kunjungan langsung, pemerintah dapat melihat bagaimana proses produksi dilakukan, mulai dari pembuatan rumah lampu hingga proses perakitan menjadi produk akhir luminer PJU. Dengan demikian, mereka akan lebih memahami seberapa besar kandungan lokal yang sebenarnya,” jelas Irvin.

Sebagai perintis produsen luminer LED dengan merek Solarens di Indonesia, PT Solarens Ledindo terus berinovasi untuk menciptakan produk-produk luminer yang unggul dalam efisiensi energi, desain yang trendi, serta mengikuti perkembangan teknologi terkini. Hampir semua perangkat luminer yang diproduksi PT Solarens Ledindo saat ini sudah terkoneksi dengan internet, menjadikannya pilihan modern bagi kebutuhan penerangan jalan umum.
Irvin berkomitmen untuk terus berinovasi dan meningkatkan kandungan lokal dalam produk-produknya. Namun, dukungan dan pemahaman dari pemerintah sangat penting untuk memastikan bahwa produsen lokal dapat berkembang hingga dapat memenuhi kebutuhan pasar.
Dengan tingginya kebutuhan PJU di Indonesia, harapan agar pemerintah lebih aktif dalam memfasilitasi dan mendukung produsen lokal menjadi semakin relevan. Ini tidak hanya akan membantu industri dalam negeri berkembang, tetapi juga meningkatkan ketahanan ekonomi nasional melalui pengurangan ketergantungan pada produk impor.
Irvin Emmanuel Busser menjelaskan saat ini Solarens tengah bermigrasi menjadi produsen luminer terkoneksi (connected luminaire) dan sekaligus merubah Logo serta Visi dan Misi perusahaan yaitu menjadi produsen luminer terkemuka dengan mengintegrasikan teknologi IoT yang mengutamakan penggunaan komponen dan sumber daya manusia dalam negeri dengan harga bersaing.
Misinya adalah terus melakukan inovasi dalam pengembangan produk luminer LED yang terkoneksi yang efisien, tampilan menarik,kokoh dengan masa pakai yang lama.
Irvin mengemukakan, hingga saat ini lebih dari 80% proyek Solarens masih memenuhi kebutuhan pemerintah, tetapi kedepan Solarens akan mulai menggarap sejumlah proyek yang ada di sektor swasta dan BUMN seperti kawasan industri, perusahaan asing, jalan tol dan lain lain.
Menurut Irvin perusahaan yang didirikannya selain memproduksi luminer LED PJU, Solarens Ledindo juga memproduksi luminer industrial lain seperti LED highbay Light 60-240 Watt, LED Flood Light, PJU Tenaga Surya All in One & Two in One baik Non Smart, Smart Ready maupun Smart System.
Produk luminer Solarens katanya sangat efisien produk luminer Solarens, luminasi yang dihasilkan sudah mencapai 160 lumen per watt, jauh di atas persyaratan minimal di Indonesia yang 120 lumen per watt nya .
“Ini menunjukkan kualitas Luminer PJU Solarens lebih unggul dan bisa dibuktikan dari penggunaan energi sangat hemat. Selain itu, produk Luminer Solarens bergaransi 5 tahun dan usia pakainya pun hingga 60.000 jam atau 13 tahun,” tutur Irvin. //**



















![Seorang petugas pemadam kebakaran menyemprotkan air ke hutan yang terbakar di wilayah Lege-Cap-Ferret, Prancis barat, pada 24 Juli 2026 [Caroline Blumberg/AP]](https://bisnistoday.co.id/wp-content/uploads/2026/07/Karhutla-680x533.jpg)


















