KAIRO, Bisnistoday – Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi, terus mengupayakan adanya gencatan senjata di Gaza sekaligus memperingatkan adanya potensi perang baru yang lebih luas ke Libanon.Al Sisi mendesak pihak-pihak terkait agar menjalankan upaya mediasi internasional gencatan senjata di Gaza.
Hal tersebut diungkapkan oleh Abdel Fattah al-Sisi saat melakukan pertemuan di Kairo pada Minggu dengan Ketua Kepala Staf Gabungan Amerika Serikat Jenderal Charles Brown.
Sementara, pada Minggu (25/8) pagi, pesawat-pesawat tempur Israel melancarkan lebih dari 40 serangan udara di Lebanon selatan, gempuran paling parah sejak serangan lintas batas dengan Hizbullah dimulai pada 8 Oktober 2023. Tentara Israel mengeklaim bahwa gempuran itu bertujuan untuk mencegah Hizbullah melakukan serangan.
Disisi lain, Hizbullah menyatakan telah meluncurkan ratusan rudal dan drone ke Israel sebagai tahap pertama pembalasan atas pembunuhan komandan mereka Fouad Shukr di Beirut pada Juli.
Sejak 8 Oktober 2023, Hizbullah Lebanon terlibat dalam baku tembak setiap hari dengan tentara Israel di sepanjang Garis Biru. Pertempuran itu menjatuhkan ratusan korban, yang sebagian besar di antaranya di pihak Lebanon. Sedangkan, peningkatan ketegangan terjadi di tengah perang Gaza, wilayah tempat Israel telah membunuh lebih dari 40.400 warga Palestina sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 lalu.
Gempuran militer Israel telah menghancurkan sebagian besar wilayah itu serta menyebabkan sebagian besar masyarakat kehilangan tempat tinggal, kelaparan, dan rentan terhadap penyakit.
Upaya Perdamaian Kawasan
Pertemuan Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi dan Ketua Kepala Staf Gabungan Amerika Serikat Jenderal Charles Brown berlangsung dan Mesir bersiap untuk menjadi tuan rumah babak baru negosiasi gencatan senjata di Gaza dan pertukaran tahanan antara Israel dan Hizbullah.
Selain mengingatkan mengenai potensi bahaya kemunculan medan pertempuran baru di Lebanon, dia juga dan menekankan pentingnya menjaga stabilitas dan kedaulatan Lebanon.
Al-Sisi menggarisbawahi kepentingan mendukung upaya bersama yang dilakukan Mesir, Qatar, dan AS untuk segera mencapai gencatan senjata di Gaza serta memfasilitasi pertukaran tahanan guna membuka jalan bagi lingkungan yang lebih stabil dan damai di Gaza./Ant/



