www.bisnistoday.co.id
Jumat , 24 April 2026
Home EKONOMI Ekonomi & Bisnis Semen Merah Putih Perkuat Ekspansi Pasar Global Lewat Inovasi Keberlanjutan
Ekonomi & Bisnis

Semen Merah Putih Perkuat Ekspansi Pasar Global Lewat Inovasi Keberlanjutan

Beton Merah Putih
PROYEK Rumah Modular dari Beton Merah Putih didukung Semen Merah Putih di Merauke.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Pada saat tekanan berat yang melanda industri semen nasional dan global, PT Cemindo Gemilang Tbk melalui brand Semen Merah Putih justru mengambil langkah strategis dengan mengedepankan inovasi berbasis keberlanjutan (sustainability) sebagai kunci pertumbuhan bisnis. Pendekatan ini menjadi sorotan dalam ajang INTERCEM Asia 2026 yang digelar di Jakarta.

Forum internasional tersebut mempertemukan berbagai pelaku industri semen dari seluruh dunia, mulai dari produsen hingga investor. Dalam kesempatan itu, Semen Merah Putih menegaskan komitmennya untuk membangun sistem bisnis terintegrasi yang tidak hanya menekan emisi karbon, tetapi juga meningkatkan efisiensi operasional.

Commercial & Logistic Director PT Cemindo Gemilang Tbk, Surindro Kalbu Adi, menyampaikan bahwa keberlanjutan kini menjadi fondasi utama dalam menghadapi persaingan industri. “Di tengah kondisi industri yang penuh tekanan, kami melihat bahwa kunci daya saing bukan hanya pada skala, tetapi pada seberapa efisien sistem yang kita bangun,” ujarnya.

Industri semen saat ini menghadapi tantangan serius, termasuk overcapacity dengan tingkat utilisasi produksi nasional sekitar 51 persen. Selain itu, permintaan juga mengalami penurunan sekitar 2–2,5 persen pada 2025 akibat perlambatan proyek infrastruktur dan dinamika ekonomi global.

Meski demikian, Semen Merah Putih berhasil mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 4,2 persen di wilayah operasional utamanya. Capaian ini didukung oleh strategi efisiensi menyeluruh, mulai dari proses produksi hingga distribusi.

Salah satu inovasi yang diandalkan adalah penerapan Waste Heat Recovery System (WHRS), yang mampu menyuplai sekitar 24 persen kebutuhan energi produksi sekaligus mengurangi emisi hingga 100.000 ton CO₂ per tahun. Selain itu, perusahaan juga mencatat penurunan intensitas karbon hingga 21 persen sejak 2016.

Di sisi lain, integrasi rantai pasok turut menjadi keunggulan. Penggunaan kendaraan listrik dalam operasional logistik dan optimalisasi jaringan distribusi mampu menekan emisi hingga 8.500 ton CO₂ per tahun sekaligus meningkatkan efisiensi pengiriman.

Kualitas Semen Diatas Rata-Rata

Dari aspek produk, Semen Merah Putih juga memperkuat portofolio semen rendah karbon. Saat ini, sekitar 81 persen produknya merupakan non-Ordinary Portland Cement (non-OPC), melampaui rata-rata industri. Produk inovatif seperti hydraulic cement bahkan mencatat pertumbuhan signifikan hingga 636,5 persen pada 2025.

Head of Trading Aastar, Samar Gurung, menambahkan bahwa tren pasar global kini semakin mengarah pada produk yang berkelanjutan. “Permintaan global tidak hanya mempertimbangkan harga, tetapi juga keberlanjutan dan keandalan pasokan,” jelasnya.

Dengan kapasitas produksi mencapai lebih dari 11 juta ton semen per tahun di Indonesia serta ekspansi ke pasar Asia Pasifik, Afrika, hingga Amerika, Semen Merah Putih optimistis dapat memperluas jangkauan globalnya. Ke depan, perusahaan menargetkan pertumbuhan dua kali lipat dari pasar pada 2026, sekaligus memperkuat peran sebagai mitra strategis dalam pembangunan berkelanjutan.//

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

Related Articles

EKONOMIEkonomi & Bisnis

LPDB Koperasi Siapkan Pembiayaan PLTS untuk Percepat Elektrifikasi Desa

JAKARTA, Bisnistoday – Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi menegaskan komitmennya untuk...

Meta bakal Pangkas Ribuan Karyawan (unsplash/julio-lopez)
EKONOMIEkonomi & BisnisOtomotif & Tekno

Meta dan Microsoft bakal Pangkas Ribuan Karyawan

JAKARTA, Bisnistoday - Perusahaan teknologi raksasa, Meta dan Microsoft bakal memangkas jumlah...

Ekonomi & Bisnis

Elektrifikasi Kendaraan dan Cukai Emisi Dinilai Jadi Solusi Tekan Beban Fiskal

JAKARTA, Bisnistoday - INDEF melalui inisiatif Green Transition Initiative (GTI) menilai percepatan elektrifikasi...

Gedung Ditjen Pajak
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Wacana Windfall Tax Menguat, Akademisi Soroti Keadilan dan Stabilitas Fiskal

JAKARTA, Bisnistoday - Wacana penerapan windfall tax atau pajak atas keuntungan luar biasa kembali...