JAKARTA, Bisnistoday – Ketiga pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, yakni Ridwan Kamil -Suswono, Dharma Pongrekun -Kun Wardana, serta Pramono Anung-Rano Karno memaparkan visi misinya dalam debat perdana, pada Minggu malam (6/10). Ketiga visi misi Cagub -Cawagub sangat indah dan luar biasa.
Ridwan Kamil dari pasangan No. Urut pertama yang tampil perdana, dalam debat di Kemayoran, Jakarta ini, mengutarakan, masa depan Kota Jakarta ibarat sebagai lukisan. Semua turut serta melukis mewarnainya. Ridwan memperkenalkan dirinya berprofesi arsitek, dan sempat membantu Gubernur Sutiyoso dan Gubernur Fauzi Bowo.
Sedangkan Suswono sebagai pengayom dan pendidik, serta dalam kabinet SBY lalu, sempat menduduki jabatan menteri. “Kekuasaan itu sementara, maka harus rajin dalam memimpin. Kekuasan itu ibadah, harus memberikan manfaat, kekuasaan harus adil bagi semua golongan, dengan mendahulukan kaum dhuafa.”
Ridwan Kamil mengutarakan, SDM DKI Jakarta harus siap dalam menyongsong persaingan global menuju Indonesia Emas 2045. Sehingga generasi Gen Z harus mendapatkan perlindungan. Demikian juga pemerintah akan fokus memberikan perlindungan dan ramah terhadap disabilitas, transpotasi public terjangkaau, aman dan nyaman, dan pelestarian budaya khususnya budaya Betawi. Pemerintah juga adaptif, responsif, membangun bersama rakyat dengan terus berkoordinasi dengan pemerintah baru.
Sementara, Pasangan No Urut Dua, Dharma Pongrekun- Kun Wardana bertekad akan mewujudkan Jakarta sebagai pusat perekonomian nasional dengan tranformasi jatidiri, rakyat beradap, mandiri, makmur dan bahagia.
Didalam visi misinya, Dharma mengutarakan, bagaimana mereformasi Kota Jakarta melalui pemeliharaan kesehatan, aman dan beradap. Melalui inovasi desain tata kota Jakarta, mendorong akselerasi Jakarta sebagai pusat perekonomian nasional, terintegrasi dengan global, sekaligus menjadikan simpul pariwisata melalui penguatan UMKM dan pemberdayaan masyarakat.
Sedangkan, Kun Wardana mengutarakan, bagaimana upaya mengakselerasi lingkungan Jakarta sebagai bagian pusat ekonomi global. Salah satunya, meningkatkan manajemen air hujan, sungai, waduk, kanal melalui tata kota. Demikian juga, mewujudkan konektifitas unggulan, yang adab, profesional dan praktis.
Sedangkan, pasangan No Urut 3, Pramono Anung-Rano Karno, disampaikan Pramono Anung yang mengaku telah bertemu masyarakat untuk menatap dan bahkan menangis bersama. Bagaimana yang terjadi sekarang ini, sudah 354 ribu orang di DKI Jakarta menganggur, serta ditambah lagi tahun ini 53 ribu orang terkena badai PHK.
“Masalah ini harus ditangani secara serius dengan tiga bulan sekali gelar Jobfair di Kecamatan, serta Balai Latihan Kerja yang modern.” Demikian juga, akan disiapkan daycare bagi wanita pekerja di berbagai tempat.
Tidak hanya itu, No. Urut 3 ini juga siap menjamin pendidikan tuntas 12 tahun, serta bantuan biaya kuliah langsung dikontrak sampai tuntas. Bagi para honorer juga tak luput menjadi perhatian akan ditingkatkan agar tidak terjerat pinjol untuk hanya sekadar bertahan hidupnya.
“Kita akan siapkan konseling 24 jam, serta palayanan kesehatan BPJS yang terintegrasi sehingga lebih cepat kurangi antrian. Selain itu juga akan dirikan Jakarta Fund, untuk mendorong investasi Kota Jakarta.”
Rano Karno menambahkan, untuk berubah semua itu bisa dialakukan. Kalau pemerintah membantu secara serius akan terwujud, tetapi kalau memang ada yang ribet akan dibereskan.
Rano juga tidak berniat menambah aplikasi, tetapi melanjutkan aplikasi JAKI. “Wujudkan Jakarta aman dan aman dengan pasang CCTV hingga di RT, dan juga dengan begitu seniman juga lebih fokus, membangun Jakarta tanpa pilih kasih. Mari Wujudkan Jakarta Kota Global.”/



