BANDUNG, Bisnistoday – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan upaya pembenahan kota terus dilakukan, terutama pada sektor kebersihan dan infrastruktur.
Langkah tersebut diperkuat melalui sinergi antara Pemerintah Kota Bandung dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat guna mempercepat penanganan di lapangan.
Dalam evaluasi yang terus dilakukan, Farhan menilai masih ada sejumlah hal yang perlu diperkuat, khususnya dalam operasional kebersihan.
Koordinasi dengan Pemprov Jabar pun membuka peluang adanya dukungan tambahan untuk meningkatkan percepatan penanganan.
Farhan menyampaikan apresiasinya atas dukungan tersebut. Menurutnya, komunikasi awal dengan Dedi Mulyadi telah membuka ruang kolaborasi nyata, termasuk rencana penambahan personel kebersihan dari Pemprov Jabar.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur. Saat berdiskusi, beliau menanyakan efektivitas petugas kebersihan. Saya sampaikan masih kurang dan beliau langsung menawarkan bantuan,” ujar Farhan di Teras Sunda Cibiru, Kota Bandung, Sabtu (25/4/2026).
Berita Terkait:Hasil Survei : Layanan Kesehatan di Bandung Raih Kepuasan Tertinggi 85,9%
Sebagai tindak lanjut, Pemprov Jabar berkomitmen menangani penyapuan di seluruh ruas jalan provinsi yang berada di Kota Bandung.
Farhan juga menginstruksikan jajaran kewilayahan, mulai dari camat hingga lurah, untuk turun langsung setiap Minggu pagi guna memetakan titik-titik yang membutuhkan penanganan.
“Sejak 19 April, setiap Minggu pukul 04.00–07.00 kami turun ke lapangan untuk mengetahui langsung titik mana yang harus diselesaikan. Minggu lalu kami mencoba di 46 titik, namun saya belum puas. Minggu ini kami targetkan 181 titik,” katanya.
Upaya tersebut semakin diperkuat dengan tambahan sekitar 130 personel pasukan sapu dari Pemprov Jawa Barat yang diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penanganan kebersihan di lapangan.
“Sore ini saya akan rapat koordinasi. Semua harus berjalan. Dengan tambahan 130 personel dari pemerintah provinsi, penanganan diharapkan lebih efektif,” ujarnya.
Selain kebersihan, Farhan menegaskan pembenahan infrastruktur juga akan dilakukan secara bertahap.
Prioritas awal difokuskan pada perbaikan jalan, kemudian dilanjutkan dengan pembenahan trotoar serta penataan galian utilitas agar lebih aman.
“Perbaikan dimulai dari jalan terlebih dahulu. Setelah itu trotoar diperbaiki. Galian utilitas juga akan dipastikan aman sebagai acuan penataan,” ungkapnya.
Menurut Farhan, keberhasilan pembangunan kota tidak hanya diukur dari kelancaran kendaraan bermotor, tetapi juga dari aspek keamanan dan kenyamanan bagi pejalan kaki serta pesepeda.
“Kalau pejalan kaki dan pesepeda sudah aman, itu pencapaian tertinggi,” ujarnya.
Terkait hubungan dengan Gubernur Jawa Barat, Farhan memastikan koordinasi berjalan baik. Ia menilai perbedaan gaya komunikasi bukan menjadi hambatan selama kerja sama tetap terjalin dengan baik.
“Yang terpenting, kita bisa terus bekerja sama,” pungkasnya.E2



