JAKARTA, Bisnistoday – Guru Besar Universitas Indonesia Prof. Rhenald Kasali, Ph.D angkat suara terkait hebohnya Menteri Bahlil Lahadalia menyandang gelar doktor dari Universitas Indonesia. Menurut pakar manajemen terkemuka di Tanah Air ini, penguji sidang terbuka doktoral Menteri Bahlil di Sekolah Kajian Strategis dan Global (SKSG) UI adalah penguji terkemuka dan bukan kaleng-kaleng.
“Benarkah demikian silakan Anda menilai sendiri mana yang benar tetapi inilah kajian yang dilakukan melalui wawancara pada 5 orang tokoh yang telah melakukan bimbingan jadi ada tiga orang pembimbing dua orang co promotor dan satu orang promotor dan kemudian salah satu copromotornya ini adalah juga merangkap sebagai Direktur Sekolah Kajian Strategis dan Global (SKSG) jadi ini adalah program studi yang diambil oleh saudara Bahril Lahadalia kemudian juga ketua sidang kemudian ditambah lagi dengan satu orang penguji Dan pengujinya ini juga bukan kaleng-kaleng,” ujar Rhenald Kasali di Kanal youtube.com bertajuk Intrigue belum lama ini.
Rhenald mengatakan, mereka (para penguji) Menteri Bahlil adalah orang-orang terkemuka lintas disliplin ilmu yang memeliki intelektualitas yang tidak diragukan lagi. “Ini adalah orang-orang terkemuka yang memiliki intelektualitas yang Tidak diragukan Seperti apa Mari kita saksikan bersama-sama,” ujar Rhenald.
Sebagaimana diketahui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia jadi perbincangan usai menerima Gelar Doktor dari Universitas Indonesia (UI). Sidang berlangsung di Gedung Makara Art Center UI pada Rabu (16/10) dan dipimpin oleh Ketua Sidang Prof. Dr. I Ketut Surajaya, S.S., M.
Penguji dalam sidang tersebut terdiri dari Dr. Margaretha Hanita, S.H., M.Si., Prof. Dr. A. Hanief Saha Ghafur, Prof. Didik Junaidi Rachbini, M.Sc., Ph.D. (Rektor Universitas Paramadina), Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si., (Rektor Institute Pertanian Bogor) dan Prof. Dr. Kosuke Mizuno dari Universitas Kyoto (Jepang).
Sementara promotor sidang doktor Bahlil terdiri dari Prof. Dr. Chandra Wijaya, M.Si., M.M, serta ko-promotor Dr. Teguh Dartanto, S.E., M.E (Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI) dan Athor Subroto, Ph.D.
Sebagaimana diketahui, Prof. Dr. Chandra Wijaya, M.Si, MM terpilih menjadi Dekan Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI) periode 2020 – 2024. Prof. Chandra memiliki visi mewujudkan FIA UI sebagai advokator dan mendukung UI menjadi lima besar di Asia Tenggara.Bahlil mengangkat isu hilirisasi komoditas nikel dalam disertasinya yang berjudul ‘Kebijakan, Kelembagaan dan Tata Kelola Hilirisasi Nikel yang Berkeadilan dan Berkelanjutan di Indonesia’.//








































