JAKARTA, Bisnistoday – Semua orang mungkin membicarakan bakat luar biasa Lamine Yamal dan penampilan memukaunya saat mencetak satu gol ke gawang Arab Saudi, pada pertandingan penyisihan Grup H, Piala Dunia 2026, Senin (21/6/2026) lalu.
Tetapi, tahukah Anda, ada seorang pemain muda berbakat lainnya yang diam-diam menunjukkan performa luar biasa di turnamen tersebut?
Dia adalah Pau Cubarsi. Meski baru berusia 19 tahun, ia telah menunjukkan performa mengesankan di dua penampilannya di Piala Dunia 2026. Itu sebabnya mengapa ia menjadi sosok yang tak tergantikan bagi pelatih Luis de la Fuente.
Bek tengah Barcelona itu tampil gemilang dalam kemenangan Spanyol 4-0 atas Saudi. Ia mengatur permainan dari lini belakang dan muncul sebagai pengatur serangan ketika timnya menekan.
Statistik FIFA menyoroti dominasi bek muda tersebut. Cubarsi menyelesaikan 97 dari 98 percobaan umpannya. Tingkat akurasinya menakjubkan sebesar 99%, menjadikannya pemain paling akurat di lapangan di antara mereka yang banyak terlibat dalam penguasaan bola.
Baca juga: Statistik Langka Eric Garcia di Piala Dunia
Ia tak sekadar lihai menjaga bola. Bek asal Catalan itu juga piawai dalam menembus lini pertahanan lawan, dengan melepaskan 24 percobaan umpan yang melewati lawan dan berhasil menyelesaikan semuanya.
Rekor sempurna itu menunjukkan bagaimana Spanyol secara konsisten menguasai separuh lapangan Arab Saudi, berkat kemampuan dan ketepatan mereka dalam membangun serangan.
Pengumpan aktif
Pengaruhnya tidak berhenti di situ. Cubarsi juga menjadi pengumpan paling aktif kedua di Tim Matador setelah Rodri dan memainkan peran kunci dalam membangun hampir setiap serangan.
Hampir setiap penguasaan bola tampak mengalir melalui kakinya sebelum meneruskannya kepada Pedri, Dani Olmo, atau Lamine Yamal, di antara lini pertahanan lawan.
Cubarsi juga tampil baik dalam bertahan. Ia mencatatkan tiga tekel, tiga intersepsi, dua pemulihan bola saat menekan, dan mengganggu delapan penguasaan bola lawan. Semua ini kian melengkapi performanya di lapangan.
Secara fisik, ia juga kuat. Selama pertandingan, ia selalu bererak menempuh jarak 6,6 mil sdan mencapai kecepatan tertinggi 19,9 mph.
Jika Spanyol kekurangan kecepatan dan ketepatan dalam penguasaan bola saat melawan Tanjung Verde, mereka membenahinya dengan sempurna ketika melawan Arab Saudi, berkat peran Cubarsi.
Dalam laga tersebut, bek Barcelona itu memang tidak mencetak gol maupun memberikan assist, tetapi tidak ada pemain lain yang lebih mewakili transformasi Spanyol. Dengan penguasaan dan aliran bola dari kakinya, menurut wartawan Mundo Deportivo, Ferran Martinez, Cubarsi-lah yang jadi penentu meningkatnya performa luar biasa La Roja.//





































