JAKARTA, Bisnistoday- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dan kurs rupiah pada perdagangan awal pekan, Senin (14/6) ditutup melemah.
IHSG ditutup terkoreksi 15,11 poin ke posisi 6.080,38, sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 5,75 poin ke posisi 895,89. Sedangkan kurs rupiah ditutup melemah 14 poin ke posisi Rp14.203 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.189 per dolar AS.
“Pasar memperhatikan perkembangan kasus Covid-19 serta menantikan hasil RDG Bank Indonesia pekan ini. Pelemahan indeks terutama tertekan saham BBCA, TLKM dan CPIN,” tulis Tim Riset Phillip Sekuritas dalam kajiannya seperti dikutif Antara di Jakarta, Senin (14/6).
Dari data ekonomi, pemerintah resmi memperpanjang masa pemberian diskon Pajak Penjualan Barang Mewah atau PPnBM 100 persen untuk mobil dengan kapasitas mesin 1.500 cc sampai Agustus 2021, yang diharapkan mampu mempertahankan serta mendongkrak sektor otomotif nasional.
Selain itu investor berfokus menantikan hasil pertemuan sejumlah bank sentral pekan ini yaitu bank sentral AS The Fed dan bank sentral Jepang Bank of Japan (BoJ).
Dibuka menguat, IHSG lebih banyak menghabiskan waktu di zona hijau sepanjang sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG terkoreksi dan tak mampu beranjak dari teritori negatif hingga akhir perdagangan.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tiga sektor meningkat dengan sektor teknologi naik paling tinggi yaitu 11,86 persen, diikuti sektor properti dan sektor kesehatan masing-masing 2,38 persen dan 0,29 persen.
Sedangkan delapan sektor terkoreksi dengan sektor perindustrian turun paling dalam yaitu minus 2,27 persen, diikuti sektor transportasi & logistik dan sektor barang konsumen primer masing-masing minus 1,94 persen dan minus 1,51 persen.
Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi beli saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing atau net foreign buy sebesar Rp337,39 miliar.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.143.164 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 22,96 miliar lembar saham senilai Rp9,59 triliun. Sebanyak 187 saham naik, 309 saham menurun, dan 155 tidak bergerak nilainya.
Sementara itu bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei menguat 213,07 poin atau 0,74 persen ke 29.161,8 dan Indeks Straits Times terkoreksi 6,7 poin atau 0,21 persen ke 3.151,27. Sedangkan bursa saham China dan Hong Kong libur memperingati Festival Perahu Naga
Kurs Rupiah
Sementara kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta ditutup melemah 14 poin atau 0,1 persen ke posisi Rp14.203 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.189 per dolar AS.
Analis pasar uang Bank Mandiri Rully Arya di Jakarta, Senin, mengatakan, sepanjang pekan ini memang pasar akan menunggu pengumuman hasil rapat Komite Pasar Terbuka Federal atau FOMC Amerika Serikat (AS) pada 15 – 16 Juni 2021.
“Namun pelemahan hari ini kemungkinan lebih bersifat teknikal, setelah mengalami penguatan signifikan pekan lalu, dimana pada hari Jumat ditutup di bawah Rp14.200 untuk pertama kalinya selama hampir sebulan terakhir,” ujar Rully.
Selain itu, lanjut Rully, pelaku pasar juga akan mengamati publikasi data neraca perdagangan Indonesia untuk Mei 2021 pada Selasa (15/6) besok. “Kami masih melihat akan adanya surplus yang besar pada bulan Mei 2021 lalu,” kata Rully./








































