www.bisnistoday.co.id
Kamis , 17 September 2026
Home HEADLINE NEWS Tarif Reciprocal Trump, INDEF Berikan Sejumlah Saran ke Pemerintah
HEADLINE NEWS

Tarif Reciprocal Trump, INDEF Berikan Sejumlah Saran ke Pemerintah

Pelabuhan
CRANE Memindahkan kontainer di perlabuhan./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday -Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, resmi mengumumkan kebijakan tarif impor baru bertajuk Liberation Day, yang menetapkan tarif dasar sebesar 10% untuk seluruh barang impor, dengan tarif tambahan lebih tinggi bagi negara-negara dengan surplus perdagangan terhadap AS.

Indonesia termasuk negara terdampak dengan tarif sebesar 32%, meskipun pada Januari–Februari 2025, AS tercatat sebagai penyumbang surplus perdagangan terbesar bagi Indonesia (mencapai US$3,1 miliar). Kebijakan proteksionis ini dinilai berisiko menekan kinerja ekspor nasional, terutama sektor tekstil, alas kaki, garmen, dan kelapa sawit.

Ekonom Senior INDEF, Tauhid Ahmad dalam diskusi publik bertajuk Waspada Genderang Perang Dagang, di Jakarta, kemarin, menyoroti konteks geopolitik dan ketidakpastian kebijakan global yang meningkat tajam sejak Desember 2024, bahkan melebihi saat pandemi. “Fase ini sebagai era proteksionisme baru yang dipicu oleh kebijakan Trump, termasuk penghentian bantuan asing, reformasi lembaga internasional, hingga tarif agresif terhadap negara-negara seperti Kamboja, Vietnam, dan Indonesia.”

Tauhid mengusulkan tujuh langkah strategis yang perlu ditempuh Indonesia: mengevaluasi hambatan perdagangan utama, menyatakan sikap tegas terhadap tarif tidak adil, menegosiasikan penundaan tarif, memberikan dukungan darurat untuk industri terdampak, membentuk tim lintas kementerian untuk respons cepat, mengadaptasi strategi perdagangan internasional, serta menyesuaikan kebijakan fiskal dan moneter secara hati-hati guna menjaga stabilitas makroekonomi.

Secara keseluruhan, sejumlah pakar ekonomi berpendapat bahwa kebijakan tarif resiprokal AS dapat memicu perang dagang global dan memberikan tekanan signifikan terhadap perekonomian, termasuk Indonesia. Pemerintah Indonesia perlu mengambil langkah strategis berbasis analisis menyeluruh, menjaga posisi diplomatik yang tegas namun konstruktif, dan memperkuat fondasi ekonomi dalam negeri agar lebih tahan terhadap guncangan eksternal.

Dampak Perekonomian Global

Ekonom Senior INDEF, Fadhil Hasan, menyebut bahwa langkah Trump berpotensi membawa dampak negatif terhadap ekonomi global maupun domestik AS. Ia menjelaskan bahwa kebijakan Trump didasarkan pada anggapan bahwa defisit perdagangan AS disebabkan oleh praktik perdagangan tidak adil dari negara mitra. Tarif dianggap sebagai alat untuk mencapai empat agenda ekonomi utama Trump: pemangkasan pajak, penyederhanaan birokrasi, revitalisasi industri manufaktur, dan perdagangan yang lebih “adil”.

Namun, Fadhil menilai dasar perhitungan tarif, termasuk terhadap Indonesia, tidak memiliki basis objektif dan cenderung manipulatif. Ia menekankan pentingnya kajian dampak tarif secara komprehensif, diplomasi aktif, diversifikasi pasar ekspor, dan penguatan ketahanan ekonomi domestik sebagai respons. Retaliasi terbatas bisa menjadi opsi, namun harus sangat strategis.

Ahmad Heri Firdaus, Peneliti Pusat Industri, Perdagangan, dan Invesetasi INDEF menuturkan tarif tinggi dari AS terhadap Indonesia sangat tidak proporsional, terutama karena Indonesia menerapkan tarif moderat dan cenderung menurunkan hambatan dagang. Sementara AS sendiri sudah lama menerapkan berbagai hambatan non-tarif yang ketat.

Ia juga memaparkan hasil simulasi model Global Trade Analysis Project (GTAP) yang menunjukkan bahwa dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya sebesar -0,05%, namun dampak tidak langsung tetap perlu diwaspadai karena bisa memengaruhi permintaan global terhadap produk Indonesia. Dalam hal ini, diplomasi dinilai sebagai respons yang paling rasional dan menghindari eskalasi konflik dagang./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

LRT Jakarta
HEADLINE NEWS

Presiden Prabowo Resmikan LRT Jakarta Lintas Kelapa Gading–Manggarai

JAKARTA, Bisnistoday – Presiden RI Prabowo Subianto didampingi Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi...

GEDUNG BEI
HEADLINE NEWS

Ganti Menteri Keuangan, Pengamat Soroti Kredibilitas Fiskal

JAKARTA, Bisnistoday– Pasar keuangan Indonesia memasuki fase yang menuntut investor semakin selektif...

Wamen Ossy
HEADLINE NEWS

Wamen Ossy: Kementerian ATR/BPN Hormati Proses Hukum dan Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan

JAKARTA, Bisnistoday - Menanggapi pertanyaan wartawan terkait isu yang saat ini berkembang,...

Menteri Suahasil
HEADLINE NEWS

Presiden Prabowo Lantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan

JAKARTA, Bisnistoday -Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan Kabinet...