www.bisnistoday.co.id
Rabu , 16 September 2026
Home EKONOMI Ekonomi & Bisnis Pameran Bahan Baku Makanan dan Minuman Terbesar di Indonesia, Food Ingredients (Fi) Asia Indonesia Edisi ke-30 Resmi Dibuka
Ekonomi & Bisnis

Pameran Bahan Baku Makanan dan Minuman Terbesar di Indonesia, Food Ingredients (Fi) Asia Indonesia Edisi ke-30 Resmi Dibuka

Pemeran F1 Asia
WAKIL Menteri Perindutrian, Faisol Reza, saat pembukaan pameran F1 Asia di Jakarta, Rabu (16/9). Food Ingredients (Fi) Asia Indonesia 2026 kembali hadir di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday  – Pertumbuhan industri makanan dan minuman menunjukkan kinerja positif, seiring dengan perubahan pola konsumsi masyarakat yang semakin kritis dalam memilih produk. Konsumen kini semakin memperhatikan aspek kesehatan, kandungan gizi, kualitas bahan baku, serta keberlanjutan, mendorong industri untuk terus beradaptasi dan menghadirkan produk serta solusi yang menjawab kebutuhan tersebut. Oleh karena itu, Food Ingredients (Fi) Asia Indonesia 2026 kembali hadir di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta. Memasuki edisi ke-30, Food Ingredients (Fi) Asia Indonesia 2026 hadir dengan skala yang lebih besar dan mengusung tema “Elevating Food Standards for a Healthier, Greener Future”.

Industri makanan dan minuman merupakan salah satu sektor strategis yang terus menunjukkan kinerja positif dalam pertumbuhan industri nasional. Menurut data Kementerian Perindustrian, pada Semester I 2026, industri makanan dan minuman tumbuh sebesar 6,77% dan memberikan kontribusi sebesar 41,86% terhadap PDB industri pengolahan nonmigas[1].

Wakil Menteri Perindustrian Republik Indonesia, H. Faisol Riza, S.S., M.A., mengatakan “Capaian menunjukkan industri makanan dan minuman memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan industri nasional dan juga memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan dan meningkatkan daya saing. Untuk mendorong pertumbuhan tersebut, inovasi, dan kolaborasi di sepanjang rantai industri semakin penting untuk dilakukan.”

Faisol menegaskan bahwa kehadiran Food Ingredients (Fi) Asia Indonesia sebagai platform untuk mengakses inovasi bahan baku dan teknologi sekaligus mempertemukan pelaku industri dan pemangku kepentingan dapat membuka peluang kolaborasi dan mendukung pengembangan industri makanan dan minuman agar semakin inovatif, kompetitif, dan mampu menjawab kebutuhan pasar yang terus berkembang.

Ketua Umum Gabungan Produsen Makanan Minuman Indonesia (GAPMMI), Adhi S. Lukman, mengatakan, “Kami melihat kebutuhan industri saat ini bukan hanya pada akses terhadap bahan baku, tetapi juga informasi mengenai perkembangan pasar, teknologi, dan peluang bisnis. Pelaku industri perlu aktif mencari mitra, memahami perkembangan terbaru, dan melihat solusi yang dapat mendukung pengembangan usahanya. Food Ingredients (Fi) Asia Indonesia 2026 menjadi one-stop destination bagi pelaku industri untuk bertemu dengan pemasok, calon mitra bisnis, serta melihat langsung berbagai inovasi dan perkembangan yang dapat menjawab kebutuhan industri.”

Sejalan dengan hal tersebut Direktur South East Asia Food and Agriculture Science & Technology (SEAFAST) Center LRI-FGKH IPB Dr. Puspo Edi Giriwono mengatakan, “Dari sisi akademisi dan riset, tantangannya adalah bagaimana pengetahuan dan hasil penelitian dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan nyata di industri. Hal ini membutuhkan komunikasi yang lebih dekat antara peneliti dan pelaku industri agar kebutuhan di lapangan dapat menjadi bagian dari arah pengembangan riset, sementara hasil riset dapat diterjemahkan menjadi solusi yang aplikatif. Kehadiran Food Ingredients (Fi) Asia Indonesia 2026 dapat mendukung proses tersebut dengan membuka ruang bagi akademisi dan industri untuk bertukar pengetahuan, memahami kebutuhan satu sama lain, serta mengeksplorasi peluang kolaborasi.”

Memasuki edisi ke-30, Fi Asia Indonesia 2026 hadir lebih besar dengan menempati 11 halls, menghadirkan lebih dari 700 exhibitors dan lebih dari 10 country pavilions. Pameran ini memberikan akses bagi pelaku industri Indonesia terhadap berbagai inovasi bahan pangan, teknologi, dan peluang bisnis dari pasar global.

Regional Portfolio Director ASEAN, Informa Markets, Rose Chitanuwat, mengatakan, “Food Ingredients (Fi) Asia Indonesia merupakan satu-satunya pameran bahan baku pangan terbesar yang menghadirkan berbagai penyedia dari seluruh dunia. Kali ini kami hadir dengan skala yang lebih besar untuk menjawab kebutuhan industri makanan dan minuman. Ini merupakan ajang yang tidak hanya mempertemukan supplier dan buyers, tetapi juga mendorong pertukaran pengetahuan dan kolaborasi untuk menjawab perkembangan industri makanan dan minuman di masa depan.”

Fi Asia Indonesia 2026 menghadirkan sejumlah special features, termasuk Innovation Zone & Tour, Sensory Box, Beverage Hub, Halal Coaching, dan A-to-C (Academic to Commercial). Berbagai program ini memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk mengeksplorasi inovasi, memahami perkembangan teknologi dan tren industri, serta menemukan potensi solusi untuk pengembangan produk pangan.

Selain itu, para pengunjung juga dapat mengikuti seminar terkait bahan baku dan tren industri makanan dan minuman antara lain:

  • Emerging Nutrition Challenges and the Role of Food Innovation in Improving Public Health yang akan dibawakan oleh Dr. Puspo Edi Giriwono
  • The Rise of Healthy Snack in Indonesia: Insights from Consumer Research yang akan dibawakan oleh Dr. Hendry Noer Fadlillah
  • Enhancing Dietary Fiber in Instant Noodle yang akan dibawakan oleh Mr. Yonathan Susilo
  • Innovation Strategies for Creating Global Quality Wellness Products yang akan dibawakan oleh Mr. Patrick Kalona dan Mr. Kinji Sakamoto
  • Rethinking Sweetness: Health, Policy, and Better Taste with Next-Generation Stevia yang akan dibawakan oleh Dr. Lars O Wiemann

Dengan mempertemukan inovasi, pengetahuan, dan jejaring industri dalam satu platform, Fi Asia Indonesia 2026 yang berlangsung pada 16 – 18 September 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, menjadi ruang bagi pelaku industri untuk menemukan berbagai peluang dan solusi dalam menjawab kebutuhan industri pangan yang terus berkembang. Kehadiran Fi Asia Indonesia diharapkan dapat turut mendorong kolaborasi menuju industri pangan Indonesia yang semakin inovatif, kompetitif, dan berkelanjutan./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Yili Indonesia
Ekonomi & Bisnis

YILI Tingkatkan Pertumbuhan Joyday melalui Inovasi Produk dan Kolaborasi Strategis dengan Distributor

JAKARTA, Bisnistoday - PT Yili Indonesia Dairy melalui Joyday terus memperkuat kolaborasi...

Jalan di Bitung
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Pembangunan Jalan KEK Bitung Perluas Konektivitas Kawasan Ekonomi Khusus

JAKARTA, Bisnistoday - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus memperkuat konektivitas menuju kawasan...

Ekonomi & Bisnis

Keandalan Listrik Jadi Kunci Dorong Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi Jawa Barat

BANDUNG, Bisnistoday - Keandalan infrastruktur kelistrikan dinilai menjadi salah satu faktor penting...

Ekonomi & Bisnis

Harga Diskon 80 Persen BYAN: Murah Secara Negosiasi, Tapi Bagaimana Nasib Investor Publik?

BANDUNG, Bisnistoday - Tawaran sekitar US$3 miliar untuk mengambil alih sekitar 62...